Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
122. Lakukan Sebanyak Yang Kamu Mau


__ADS_3

Ibu menyudahi pembicaraannya. Dia


menutup mulutnya rapat setelah tidak menemukan sedikit pun celah untuk


menggoyahkan hati anaknya. Merubah pendirian Saga ibarat menggoyangkan menara


tinggi di tengah kota. Mustahil. Namun dengan sisa harapan dalam dirinya dia


sedang berusaha sekarang. Dia tidak akan mengganggu Daniah. Tapi dia masih belum rela


kalau gadis itu yang akan melahirkan penerus keluarganya.


Saga mengikuti langkah kaki ibunya, ketika dia


sudah mendesah kesal dan tidak menjawab pertanyaan ibunya. Wanita itu tahu, dia


harus menyerah dan memilih menghindar.  Tepat setelah pintu


terbuka dan ibunya keluar Pak Mun muncul.


“Dimana Daniah?” tanyanya saat Pak


Mun sudah berdiri di depan sofa.


“Nona sudah masuk ke dalam kamar


Tuan.” Pak Mun terdiam menunggu tuannya bicara, dia sedang terlibat dengan


pikirannya, dia ingin mengatakan perihal Daniah yang dia temui tadi. Tapi di


satu sisi dia takut jika dia mengatakan sesuatu masalah baru akan timbul.


Akhirnya Pak Mun mengunci rapat mulutnya.


“Apa Han sudah pulang?”


“Belum Tuan, Sekretaris Han masih


ada di luar.”


“Baguslah, panggil dia kemari.”


“Baik”


Akhirnya Pak Mun benar-benar


memutuskan untuk tidak menyampaikan mengenai perihal Daniah. Keluar sambil


berharap semoga apa yang dia lakukan benar. Dia menyampaikan pesan, Sekretaris Han


langsung bangun dari duduk menuju ruang kerja Saga.


Han masuk langsung mengedarkan


pandangan menyapu ruangan,  mencoba menebak,


sepertinya pembicaraan dengan nyonya berjalan cukup baik pikirnya. Semua benda


di ruangan ini berada di tempat yang semestinya.


“Duduklah!” Saga menunjuk Sofa di


depannya. Han bergerak.


“Baik tuan. Apa ada yang sedang


anda khawatir kan?” duduk di tempat  ibu


duduk tadi. Menatap Saga lekat. “Apa yang nyonya sampaikan pada Anda?”


“Huh!” Mendesah kesal. “Apalagi


memang, sepertinya dia belum benar-benar sadar kenapa aku marah dan menyuruhnya


pergi. Dia masih mau memintaku menikah lagi dengan wanita pilihannya.”


Han yang berdecak tidak percaya,


bagaimana nyonya masih punya pemikiran bodoh seperti itu. Dilihat dari sudut


mana pun, memisahkan tuan muda dan nona itu sudah masuk kategori mustahil.


Sebesar apa pun dia bekerja keras.


Saat ini bahkan akan lebih mudah menemukan jarum dalam tumpukan rumput liar, ketimbang memisahkan tuan muda dan nona.


“Jangan pedulikan ibu, aku yakin


dia tidak akan seberani itu setelah aku bicara dengannya tadi. Yang aku mau


kau lakukan sekarang adalah mengurusnya.” Membereskan wanita itu sampai tuntas.


Saga tidak mau lagi berurusan dengan Helen dalam hal apa pun.


“Nona Helen?”


“ Bereskan dia, dia memang tidak akan


mendekatiku lagi. Tapi aku tidak mau dia mengganggu Daniah sedikit pun. Jangan


sampai dia menyentuh istriku sehelai rambut pun.” Dia menekankan kalimatnya.


Kalau Anda tahu kejadian tadi,


habislah saya tuan.


“Baik. Saya akan selesaikan


masalah Helen besok. Anda tidak perlu mencemaskan apa pun Tuan Muda. Sekarang


istirahatlah, saya akan membereskan semuanya untuk Anda.” Han bangun dari duduk


dan mengikuti Saga. Sampai di tangga. “ Selamat malam Tuan, selamat istirahat.”


“Kau juga, pulang dan


istirahatlah.”


“Baik.”


Han masih berdiri di tempatnya


sampai Saga menghilang di sudut kamarnya. Lalu dia berjalan keluar rumah. Han


menghentikan langkahnya saat melihat sebuah mobil berhenti di depan pintu


utama. Jenika yang baru kembali dari kantor magangnya. Han melihat jam di


tangannya. Berdecak kesal setelah tahu ini jam berapa.


“Keluar dari mobil dan kemarilah


Nona.” Tahu Jen sengaja tidak membuka pintu setelah melihat Sekretaris Han


keluar dari rumah utama. Gadis itu pasti berharap bisa lolos dengan mudah dan

__ADS_1


tidak perlu berhadapan dengan Han.


Sial! Kenapa pas sekali bertemu


dengannya.


“Selamat malam Sekretaris Han, apa


sudah mau pulang?” Sudah berencana kabur, tapi Sekretaris Han merentangkan


tangannya. Membuat langkah Jen terhenti seketika.


“Jam berapa ini? Kenapa Anda baru


kembali? Sepertinya saya harus senang sekali ya karena karyawan magang sangat


berdedikasi sampai pulang selarut ini karena bekerja.” Kata-kata sarkas yang


telak menancap.


“Maaf.” Berharap kata maaf bisa


jadi kunci jawaban yang menyelamatkannya.


“Jawab saja Anda dari mana,


jangan membuat kurepot.” Han mulai terdengar kesal. Menatap Jenika. Jangan


merepotkan begitu yang tertulis di kening wajahnya yang dibaca Jen.


Sial! Kenapa dia masih di sini


selarut ini si. Kalau Pak Mun aku merengek dia pasti melepaskanku, karena  Pak Mun tidak


mau menimbulkan keributan. Kak Saga pasti ada di rumah kan sekarang. Cih.


“Aku baru putus dari pacarku!”


berteriak akhirnya.


“Pelankan suara Anda, tuan muda


baru saja naik ke kamarnya. Anda tidak mau kan dia tiba-tiba muncul dan


mendapati Nona pulang selarut ini.” Suaranya rendah, namun langsung telak


mengancam Jen, Gadis itu sampai menutup mulutnya dengan tas yang dia pegang.


“Maaf, jangan bilang pada Kak


Saga. Aku baru pulang bertemu pacarku. Mantan pacarku tepatnya. Aku baru saja


memutuskan hubungan dengannya.”


“Kasihan sekali, Anda pasti


melewati hari yang berat hari ini.” Entah kenapa Jen merasa sama sekali tidak


terhibur dengan kalimat penghiburan yang di berikan Sekretaris Han. Dia malah


jengkel mendengarnya.


“Hei aku yang memutuskannya tahu.”


“Bukankah sama saja, sama-sama


menyakitkan.” Telak.


Wajah Jenika berubah kecut.


“Ahhh, kenapa juga aku bicara pada


terlambat, jangan adukan pada Kak Saga ya. Minggir.” Mengibaskan tangan agar


Han memberinya jalan untuk lewat. Laki-laki itu menurut dan mundur dua langkah.


“Baiklah, karena Anda sedang putus


cinta saya akan melepaskan Anda. Tapi lain kali ingat waktu kapan Anda harus


kembali nona.  Mandilah air hangat dan


minum susu hangat supaya anda bisa tidur nyenyak nanti. “


Cih, Jenika hanya melengos pergi.


Lagi-lagi merasa tidak terhibur dengan kata-kata Sekretaris Han.


Aku sudah putus dengan pacarku


sekarang. Apa artinya aku boleh mulai mengejar teman magangku. Hehe.


Sepertinya perasaan orang yang


memutuskan duluan dari pada yang di putuskan itu berbeda sekali ya.


Han berlalu setelah memastikan


Jenika masuk ke dalam rumah utama.


***


Setelah berganti baju tidur Saga


keluar dari ruang ganti. Lampu sudah padam, saat dia masuk tadi Daniah sudah


ada di tempat tidur dengan baju tidurnya. Lampu masih menyala dan dia sedang


bermain dengan hpnya. Sekarang gadis itu sudah rebahan di bawah selimut.


Menutupi sampai pinggangnya.


“Sudah mau tidur?” Saga masuk ke


dalam selimut dan rebahan juga. Meluruskan kaki, dan menarik bantal di


kepalanya. “Kemarilah!” Tanpa diperintahkan kedua kalinya daniah langsung


mendekat. Memeluk Saga dan bersandar di dadanya. “Wahh, patuh sekali” Menepuk kepala Daniah beberapa kali.


Tergelak kemudian karena Daniah benar-benar tidak memberi reaksi penolakan. Saga memeluk dan mencium kepala Daniah.


“Sudah baikan dengan ibu?”


“Hemm.”


Huh! Jawaban keramatmu tidak


berubah sama sekali ya.


“Ibu membelikanku hadiah mahal


banyak sekali. Apa tidak apa-apa aku menerimanya tanpa membalasnya apa-apa.


Tapi aku juga bingung harus memberi ibu apa.” Daniah menepuk dada Saga dengan

__ADS_1


tangannya. Lalu tangannya berputar pelan, mengalirkan kehangatan.


“Kau tidak perlu memberi ibu


apa-apa. karena itu caranya minta maaf padamu.”  Saga menggeser posisi tubuhnya. Hingga Daniah bersandar di tangannya.


Sekarang wajah mereka berhadapan. “Hei, lihat aku. Kenapa kau memalingkan


wajahmu.”


Aku malu Tuan Muda, kenapa juga


kamu melorot begitu.


“Lihat aku!” Daniah langsung


memalingkan wajahnya. Pandangan mereka bertemu. “Nah begitu.” Tanpa perlu


menunggu lama tatapan itu semakin mendekat. Hingga mereka berbagi nafas dalam


ciuman yang lembut dan lama. Daniah mulai pandai mengatur nafasnya hingga dia


tidak perlu tersengal lagi. “Kau mulai pandai berciuman ya?” Mendengar Saga


mengatakan itu, Daniah langsung membenamkan wajah di dada Saga, malu menyeruak


ke mana-mana.


“Kau sudah menghitung berapa


hutangmu padaku. Mau mulai mencicilnya malam ini.” Tangan mulai tidak bisa di


kondisikan. Sudah melekat di area favoritnya.


“Aku tidak mau menghitung


utangku.” Menyentuh tangan Saga yang mulai mencengkram lembut.


“Wahh, wahh, kau mau mulai kurang


ajar lagi!” mengeraskan cengkraman tangannya sampai Daniah meringis.


“Bukan begitu sayang.” Memaksa


menarik tangan Saga agar menghentikan apa yang sedang dia lakukan. Dia mau


menyelesaikan kalimatnya dulu. “Aku tidak mau menghitung utangku dan


membayarnya. Aku mau melakukannya, sebanyak yang kamu inginkan.”


Apa aku sudah gila, sampai


mengatakan hal memalukan begini dengan riang gembira.


“Apa!” Saga tertawa mendengar


ucapan Daniah. “ Waahhh, wahhh, aku baru mengurungmu sehari kau sudah berubah


sepatuh ini. Kau makan malam apa tadi?”


Daniah diam tidak menjawab, hanya


mengusapkan wajahnya ke dada Saga berulang. Uyel-uyel gemas mengingat apa yang


dia katakan secara sadar tadi. Malunya bukan main. Bagaimana dia benar-benar tidak punya kendali menyerahkan dirinya seutuhnya pada Saga.


“Naiklah!”


“Apa? naik ke mana?” Daniah


bingung. dia sudah naik ke atas tempat tidur. bahkan ada dalam dekapannya. Dia mau aku naik ke mana, gumam Daniah berusaha berfikir lagi.


“Naik ke atasku!” Saga menarik


lengan Daniah. Gadis itu bangun, duduk melangkah di bawah perut Saga. Menahan


malu. “Pak Mun memberi mu makan malam apa tadi, kau benar-benar jadi anak yang


patuh ya.” Daniah hanya bisa membalas dengan senyum malu-malu. Tidak tahu musti menjawab apa. dan kenapa dia begitu penurut malam ini. Entahlah, tubuhnya bereaksi secara tidak sadar untuk melakukan semua yang di inginkan Saga. Tiba-tiba Saga menarik bajunya


dan melemparkannya ke lantai. Menepuk dadanya berulang kali. “Hadiah untukmu, kau boleh melakukan apa pun yang kau mau.”


Apa! kenapa dia tetap terlihat keren walaupun cuma melakukan hal begituan, menyebalkan sekali. Jenapa semua yang dilakukan orang ganteng selalu keren si.


Daniah menatap lekat tubuh Saga


yang sudah terbuka itu, dia menyentuh dadanya dengan tangan kiri. Lama tangan kirinya menempel. Dia bahkan memberi pijatan lembut di sana.


Apa aku benar-benar tidak terlalu


serakah, kalau aku memohon, benar-benar hanya aku yang bisa menyentuh tubuh


sempurna ini.


“Hei air liur mu sudah mulai


menetes itu.”


Terkejut mendengarnya.


Secepat kilat Daniah menarik


tangannya, mengusap mulutnya dengan kedua lengannya sekaligus. Beberapa kali. Lalu tersadar setelah mendengar tawa laki-laki yang ada di bawahnya.


“Buahaha,...”


Apa! aku kena lagi dikerjainya.


Saga terpingkal cukup keras  melihat ulah


Daniah. Gadis itu kesal cemberut memukul dada Saga keras. melampiaskan kekesalannya. sepertinya cukup keras sampai membuat Saga mengaduh. Laki-laki itu menarik tubuh


Daniah Jatuh di sampingnya. “Apa kau baru sadar kalau aku itu setampan ini. Kenapa? sudah mulai tergila-gila padaku?” senyum tipisnya penuh kemenangan.


Tidak bisa menjawab, kata-kata Daniah


kalah cepat dengan bibir Saga yang mulai beraksi. Malam yang semakin larut


tidak menyurutkan kobaran apa pun itu yang menyala di atas tempat tidur. Mereka


melakukannya dan menikmatinya dalam balutan perasaan yang sama. Walaupun


keduanya tidak mengatakan apa pun tentang perasaan mereka. Tapi sepertinya malam ini perlahan Daniah mulai kehilangan perasaan takut atau terancamnya. Hingga mereka selesai dengan urusan mereka dia tertidur dengan wajah yang sangat tenang.


BERSAMBUNG


catatan author LaSheira :


Hallo para pembaca semua, sebenarnya rencananya update terakhir akan akan aku lakukan hari selasa, sampai pada episode final. tapi sepertinya kolom komentar sudah mulai ramai ya. jadi aku putuskan update akan melalui dua tahap. Hari ini dan update sesuai jadwal insyaallah selasa.


Kenapa gak sekarang semua tor sekalian tamatnya?


Karena belum selesai di tulis, jadi memang belum bisa di up semua. Harap bisa memaklumi semuanya ya...


Jadwal update final episode insya allah akan sesuai jadwal hari selasa ya, jam berapa tor?

__ADS_1


Gak pasti, tergantung review juga.....


Terimakasih untuk yang sabar menunggu dan senantiasa berkomentar positif.


__ADS_2