Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
57. Perjuangan Helena (Part 1)


__ADS_3

Ada banyak bunga bermunculan di sekitar Saga, wajah tampan itu entah kenapa semakin hari terlihat manusiawi. Wajah dingin dan kaku yang berangsur memudar sedikit demi sedikit. Membuat dia selayaknya laki-laki yang pantas untuk disukai, dalam artian sebenarnya. Disukai sebagai seorang manusia, bukan hanya dipuja sebagai Presdir Antarna Group.


“Hahaha.” Saga benar-benar sudah tidak bisa menahan tawanya. Wajahnya sampai merah padam karena puas tertawa. Dia memukul kursi beberapa kali. Membayangkan wajah Daniah semalam, dia berharap hari tak pernah pagi.


“Apa yang membuat Anda tertawa Tuan Muda.” Iseng bertanya walaupun sudah bisa menduga apa yang membuat Saga sesenang itu kalau bukan tentang Daniah.


“Rahasia.”


Cih, bahkan Anda bertingkah seperti anak-anak yang sedang jatuh cinta.


Mobil sampai di area parkir, Saga turun masih dengan suasana hati yang sangat baik. Saat memasuki lift juga begitu. Masih terlihat senyum di bibirnya. Han merasa hari ini semua agenda akan berjalan dengan sangat baik. Semua agenda akan terselesaikan dengan lancar dan tanpa hambatan.


Tapi sepertinya kesenangannya berakhir dalam sekejap mata. Karena ada bom waktu yang kapan saja bisa membuat gedung ini meledak sedang menunggu mereka di ruangan presdir.


Tiga staf sekretaris sedang berdiri di depan pintu ruangan Presdir Antara Group. Mereka terlihat sangat tegang. Wajah mereka semakin pias saat melihat kedatangan Saga dan sekretarisnya. Tangan mereka sudah terlihat gemetar.


“Kenapa kalian berdiri di depan pintu?” tentu Han yang bicara, kedatangan mereka sudah mengintimidasi, apalagi saat Han membuka mulutnya.

__ADS_1


“Selamat pagi Tuan,” ucap mereka bersamaan, Han melihat bibir mereka bergetar. Ia menyadari mereka sudah melakukan kesalahan besar. Dan tahu, kesalahan bahkan sekecil apa pun di lantai gedung ini tidak akan mudah termaafkan.


“Nona Helena ada di dalam.” Salah satu staf bicara, walaupun takut tetap dia yang harus bicara karena dia yang paling senior di sini. Mendengar itu sambil  menahan geram Han segera berjalan di depan Saga dan membuka pintu. Benar, gadis cantik itu sedang duduk dengan elegan di sofa. Dia terkejut saat pintu terbuka, bangun dari duduknya.


Sementara Saga dan Han masuk, sekretaris itu mengisyaratkan ketiga staf sekretaris untuk mengikuti masuk ke dalam. Kaki ketiga wanita itu sudah seperti terkulai tidak berdaya. Namun mereka tidak punya pilihan selain mengikuti langkah pimpinan mereka.


Kejadian beberapa waktu lalu.


“Maaf Nona tapi Anda tidak diperbolehkan masuk, mari saya antar ke ruang tunggu sebelum Tuan Saga datang.” Staf sekretaris bicara dengan sangat sopan, dia mempersilahkan dengan tangannya. Mereka tahu siapa Helena, sehingga itu membuat nyali mereka menciut.


“Kamu tidak tahu siapa aku?” Staf sekretaris menundukkan kepalanya, meminta maaf. Dia tentu sangat tahu siapa gadis di hadapannya. Dua tahun lalu gadis ini bisa keluar masuk ke ruangan presdir, bahkan tanpa pemberitahuan atau membuat janji terlebih dahulu.


“Huh, dia masih saja sok berkuasa. Minggir.” Helena mendorong tubuh sekretaris wanita, akhirnya dia masuk ke dalam ruangan.


Seharusnya aku memilih bertengkar dengannya dari pada mati.


“Siapa yang mengizinkannya masuk?” Saga duduk di sofa. Bertanya tanpa melihat ke arah staf sekretaris.

__ADS_1


Helena mendekat, dia menyentuh lengan Saga. Walaupun saat ini dia merasa takut, tapi dia benar-benar mengumpulkan keberanian dan rasa tidak tahu malunya sebelum naik ke gedung ini. Hingga dia harus melakukan upaya maksimal untuk mendapat pengampunan dari Saga. Walaupun tidak tahu malu, tetap harus maju.


“Saga, aku yang memaksa masuk. Aku mohon jangan menyalahkan mereka.” Helena bicara dengan lembut dan penuh percaya diri.


“Siapa yang mengizinkan dia masuk.” Saga berteriak untuk kedua kalinya. “Han.” Satu kata itu sudah seperti instruksi khusus, Han menoleh pada ketiga staf sekretaris. Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan dilakukannya.


“Jawab pertanyaan Tuan Saga, selagi saya masih bicara dengan kata-kata.” Wajah mereka bertiga semakin pias. Dengan gemetar, salah satu dari mereka maju ke depan.


“Maafkan saya Tuan,” dia menjawab terbata karena bibir dan tangannya gemetar. Seluruh tubuhnya merasakan takut. Dia mulai menyadari, kalau gadis itu, Helena bukan lagi wanita spesial bagi Presdir Antarna Group. Seketika semua sesal menjalari tubuhnya.


“Saga, maafkan dia aku yang memaksanya masuk.” Helena memohon di samping Saga, sambil memegang tangan laki-laki di sampingnya.


“Kalau kau menghormati aturanku seharusnya kau tidak melakukannya. Kamu yang sudah menyusahkan mereka. Potong setengah gajinya bulan ini.” Saga melihat staf wanita yang tadi maju ke depan bicara.


“Baik Tuan muda.”


“Terimakasih Tuan Saga, terimakasih atas kebaikan Anda.” Dia berlutut dan mengucapkan terimakasih, dia tahu hukuman ini sangat ringan baginya. Biasanya sekecil apa pun kesalahan yang dilakukan karyawan di lantai ini bukan hanya hukuman fisik, tapi juga harus siap di tendang dari Antarna Group. Dan siapapun yang dipecat dari perusahaan ini, jangan harap bisa hidup dengan layak lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG..............


__ADS_2