
Saga sedang menyelesaikan pekerjaan di ruang kerjanya, Presdir Antarna Group walaupun sakit tetap harus bekerja kan. Apalagi sakit yang dibuat-buat. Bersama Sekretaris Han yang aneh itu. Sementara Daniah tetap berada di kamarnya. Dia sedang tiduran di sofa. Berfikir dan mencoba menemukan titik terang masalahnya.
Kenapa Han itu tidak senang kalau aku bertanya tentang Helena. Gadis itu kan wanita yang disukai Tuan Saga. Seharusnya dia juga suka dong kalau gadis itu kembali dan membuat Tuan Saga bahagia. Ah, karena memikirkan masalah ini aku nyaris lupa lagi menghubungi Tika. Urusan toko dulu, mumpung raja zalim itu sedang tidak ada.
Hubungan tersambung.
“Hallo Tika” Daniah senang, akhirnya bicara dengan manusia normal.
“Mbak Niah nggak ke toko hari ini?”
“Ia, kamu bisa handle semua kan? Maaf ya aku nggak bisa ke toko hari ini.”
“Kenapa Mbak?”
“Suamiku sakit.”
“Apa? Tuan Saga sakit, kok bisa.”
Lihat kan, lihat, manusia normal pasti akan bicara begini.
“Dia kan manusia Tika,” kata Daniah sok-sokan begitu bijak, padahal pikirannya juga sama. “Konveksi sudah menghubungi belum, soal PO baju anak yang terakhir.”
“Sudah Mbak, aku kirim via chat ya jumlah yang musti ditransfer. Nanti Mbak Niah konfirmasi kalau sudah.”
“Oke Tika, makasih ya. Maaf membuatmu mengerjakan semuanya.”
Daniah sudah ingin menyudahi panggilan.
“Apa?” Terkejut dengan info yang diberikan Tika barusan.
“Ia Mbak, ini semua barangnya sudah masuk ke dalam toko. Katanya kiriman dari suami Mbak Niah.”
Kegilaan apalagi si yang mau kau buat.
“Ya udah biar aja ya Tika, nanti kalau Mbak sudah ke toko baru diatur. Kalian jangan lupa makan siang ya.”
Ketukan di pintu membuat Daniah segera mengakhiri panggilan. Sekretaris Han muncul. Masih dengan wajah yang sulit ditebak suasana hatinya.
“Nona, tuan muda ingin makan buah.” Langsung memberikan info jelas.
“Sekretaris Han, apa kamu yang mengirim semua barang-barang itu ke toko.” Daniah tidak menjawab perkataan Han, malah balik bertanya dengan nada kesal.
“Ia.”
Apa! Hanya menjawab dengan satu kata.
“Memang aku memintanya?” Rasanya kali ini dia benar-benar kesal, situasi ini sungguh diluar dugaannya. Karena dia pikir Tuan Saga tidak akan ikut campur sama sekali dengan pekerjaannya. Ya, ini pekerjaan tidak penting, omsetnya juga tidaklah terlalu besar. Bahkan Daniah tahu, dia bisa menggunakan kartu yang diberikan Saga lebih besar dari omset bulanannya. Tapi toko ini adalah hidupnya. Satu-satunya pegangannya kalau dia harus terusir dari rumah ini nanti.
“Itu perintah dari tuan muda, saya hanya menjalankan perintahnya.”
__ADS_1
“Baik, baik, aku tahu Anda hanya menjalankan perintah, tapi bukankah Anda bisa bicara dengan Tuan Saga. Toko saya itu sudah sempit dan banyak stok barang. Tidak akan bisa muat untuk ditambah benda-benda seperti itu”
“Apa Anda mau saya pindahkan ke tempat yang lebih luas.”
“Tidak! Bukan seperti itu. Ini adalah pekerjaanku, Tuan Saga sudah mengatakan kalau dia tidak perduli dengan pekerjaan atau apa pun yang aku lakukan. Jadi bisakah tolong jangan mengusik pekerjaanku. Biarkan aku menjalankan pekerjaanku tanpa campur tangan kalian.”
“Kenapa?”
“Kenapa apanya?” Daniah gusar bertanya.
Han diam tidak menjawab. Dia hanya melihat Daniah lekat.
Kenapa? Anda ingin lari dari Tuan Saga suatu hari nanti.
“Silahkan turun Nona, tuan muda menunggu Anda.” Karena Daniah tidak memberikan pertanyaan lagi, Han meminta Daniah segera turun.
“Minggir.” Daniah mendorong tubuh Han yang tidak bergeming dengan tenaganya. “Kau tidak punya hati nurani ya, selain berurusan dengan Tuan Saga.” Mendengar ucapan Daniah, Han tetap tidak bergeming.
...***...
“Apa yang kau lakukan? Kenapa lama sekali.” Sudah selesai menandatangani dokumen. Sudah merasa kesal menunggu.
“Maaf Tuan.”
Daniah membawa nampan berisi buah. Mendekat. Sementara Han juga mengikutinya masuk ke dalam ruangan kerja.
“Kau kesal sekali sepertinya, Han bicara apa padamu?” Saga seperti bisa membaca aura di wajah Daniah, apalagi gadis itu melengos ketika Han masuk ke dalam ruangan.
“Kau suka?” Malah Saga yang merasa antusias.
“ Ia.”
Suka kepalamu! Memang tokoku mega ruko, tokoku itu cuma ruko kecil dua lantai.
“Kenapa bengong, suapi aku.” Menunjuk buah di tangan Daniah.
“Baik Tuan.”
Selesai makan buah masih minta disuapi makan siang juga. Setelah melayani Saga Daniah pergi ke dapur untuk makan. Dia harus mengumpulkan tenaga ekstra untuk dikerjai kan. Apalagi pria gila yang pura-pura sakit itu semakin menjadi.
Di dapur dia bertemu ibu mertua. Wajahnya masih terlihat khawatir.
“Apa Saga sudah baik-baik saja?”
“Ia bu, dia sudah sehat walafiat, sudah makan siang banyak.”
“Apa kamu merawatnya dengan baik?”
“Ia bu, saya merawatnya dengan baik.”
__ADS_1
Memang apalagi yang bisa kulakukan, aku merawatnya dengan sangat baik sekali.
Di saat itu muncul Jenika turun dari tangga, dia menyodorkan hp di tangannya untuk dilihat ibunya.
“Ibu Kak Helena pulang hari ini ke tanah air.”
“Benarkan!” Ibu mertua juga sangat antusias. Dia melirik Daniah, tersenyum kecut, lalu berjalan duduk di ruang keluarga.
“Ia bu, dia mau hadir di pembukaan galery.” Jenika berteriak lagi.
Itu kan acara besok ya, aku disuruh datang bersama Tuan Saga.
“Jen,” memanggil adik ipar dengan lembut.
“Apa?” menjawab kesal.
“Helena itu seperti apa?”
“Kenapa? kau iri karena dia wanita yang dicintai Kak Saga.”
“Hehe, ia. Apa kamu tahu kenapa dulu dia pergi dan meninggalkan kakakmu?”
“Karena dia ingin mengejar mimpinya sebagai pelukis. Dia ingin dikenal sebagai dirinya bukan sebagai kekasih Kak Saga.”
“Wahh dia gadis yang luar biasa ya.”
“Apanya yang luar biasa, gadis itu sudah meninggalkan tuan muda tanpa izin, bukankah saya sudah berpesan kepada Nona Jenika untuk tidak membahas masalah Nona Helena secara terbuka di rumah ini.”
Han muncul seperti hantu mengagetkan semua.
“Maaf, maafkan aku. Soalnya kakak ipar yang bertanya.”
Jenika lari meninggalkan Han dan Daniah, menyelamatkan diri.
“Kenapa? Aku kan hanya bertanya, aku tidak bertanya padamu karena kamu tidak mau menjawab kan.”
“Kenapa Anda ingin tahu tentang Nona Helena.”
“Tidak apa-apa, aku hanya penasaran tentang wanita yang dicintai Tuan Saga.”
Han menyeringai.
“Sekretaris Han, kenapa sepertinya Anda tidak menyukai Helena. Bukankah dia wanita yang dicintai Tuan Saga.”
“Kenapa saya harus menyukai wanita yang sudah membuat Tuan Saga terluka.”
Daniah merinding dengan jawaban Han. Apa ini, apa ini sejenis penyakit seperti brother compleks, ini kan namanya sekretaris compleks.
Apa Anda pikir setelah mempertemukan Nona Helena, Anda bisa lari dari Tuan Saga. Maafkan saya Nona Daniah, karena sepertinya nama Anda sudah mulai terukir di hati Tuan Saga. Jadi kali ini, saya akan memastikan Anda tidak bisamelukai Tuan Saga untuk kedua kalinya. Han
__ADS_1
BERSAMBUNG