Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
137. Satu Persen


__ADS_3

Sehabis selesai meeting produk baru


di gedung Antarna Group. Saga dan Sekretaris Han kembali ke ruangannya. Sesaat


sebelum meninggalkan ruangan tadi Saga menatap deretan produk sampel di meja.


Semua orang yang ada di ruangan meeting terlihat gelisah dengan situasi semacam


itu. Siapa pun dari mereka tahu kalau Presdir Antarna Group sangat tidak


menyukai jenis makanan yang satu itu. Tapi, mau bagaimana lagi tuntutan pasar


serta peluang yang luar biasa besar di produk pangan instan membuat mereka


tidak mau melepaskan kesempatan mendapat keuntungan. Hanya satu kalimat yang


diucapkan Saga tapi akan membawa tanggung besar di pundak mereka. “Paling


tidak bukan hanya lidah kalian yang merasa enak, tapi tubuh kalian juga tidak


akan sakit kalau memakannya.” Artinya, buatlah makanan dengan gizi seimbang


walaupun itu adalah makanan instan.


“ Kenapa kebanyakan orang tergila-gila


dengan makanan instan?” Saga berdecak agak kesal sebenarnya. Sampailah mereka


di depan ruangannya. Staf sekretaris di depan ruangannya bangun saat mereka


mendekat. Menundukkan kepala mereka sopan.


“Karena praktis dan enak di lidah.”


Han menjawab sambil membukakan pintu ruangan. Saga masuk meninggalkan Han yang


masih berada di dekat pintu. Dia menggerakkan tangannya agar salah satu stafnya


mendekat. “Siapkan buah dan jus segar seperti biasa.” Perintahnya kepada staf


sekretaris yang sudah berdiri di depannya.


“Baik Tuan.”


Setelahnya Han langsung menarik


handle pintu. Dia mengedarkan pandangan menyapu ruangan mendapati Saga yang


sudah duduk di sofa. Menyandarkan kepalanya.


“Mereka bahkan bisa berfikir untuk


membuat bakso aci instan. Bukannya seharusnya bakso itu dari daging kan?”


benar-benar kehilangan kata-kata. Versi makanan low budget tapi kepopulerannya


bahkan mengalahkan produk aslinya.


“Di negara kita memang banyak


sekali makanan citarasa lokal yang bisa dibuat makanan instan Tuan.” Han


menyebutkan beberapa jenis jajanan populer yang sudah banyak beredar. Kalau


dulu mungkin hanya dikenal mi instan saja sebagai olahan pangan praktis, enak


di lidah dan mengenyangkan. Tapi sekarang, semua jenis makanan hampir sudah


memiliki versi instannya.


“Jauhkan Daniah, Jen dan Sofi dari


semua makanan itu. Apa itu yang sering dia makan. Cilok, tadi adakan cilok


instan.” Saga memberi penekanan dua kali agar Han benar-benar menegur pola


makan adik-adiknya. Jen dan Sofi masih sering kedapatan makan makanan


seenaknya, hanya memperdulikan lidah mereka saja. "Biarkan mereka makan sesekali, tapi jangan terlalu sering. Dan juga tetap beri label peringatan di kemasan produk untuk konsumen. Peringatan untuk tidak dikonsumsi setiap hari."


“Baik Tuan. Sepertinya budaya makan kita memang sudah perlahan bergeser.


Saat ini makanan pedas atau makanan instan memang sedang sangat populer,


apalagi di kalangan anak muda.”


Food vloger yang saat ini  populer di portal pemutar vidio juga membawa


banyak sekali peran dalam bergesernya pola konsumsi masyarakat. Para penggiat

__ADS_1


ekonomi sudah melihat pasar itu. Saat ini melakukan iklan melalui seleb media


sosial atau vloger jauh lebih menguntungkan dan menjangkau masyarakat. Efektif


membidik target market jualan.


Ketukan pintu menghentikan


pembicaraan mereka. Han bangun, menerima nampan berisi buah dan juga jus segar.


Dia membawanya dan meletakkannya di atas meja.


“Silahkan Tuan.”


“Han carikan pengganti Leela untuk


Daniah. Sepertinya sudah waktunya dia kembali ke perusahaan.” Saga menerima


gelas yang disodorkan Han. “Aku yang akan menentukan sendiri, kau pilih saja


orangnya dan bawa padaku.”


“Apa Anda punya kriteria tertentu


Tuan? ” Sejujurnya saat ini tidak ada satu nama pun yang masuk dalam daftar


seleksi Sekretaris Han. Membuatnya mendesah sendiri. Tapi membiarkan Leela


untuk tetap menjadi sopir Nona Daniah juga bukan pilihan tepat. Dia masuk


jajaran top 100 orang kepercayaan di Antarna Group. Kepemimpinannya sudah dia


buktikan. Dan yang pasti Han bisa mendelegasikan kebijakan penting pada Leela


menyangkut perusahaan.


Terlihat Saga berfikir sejenak.


Mungkin sedang menyusun kriteria khusus tentang asisten yang dia inginkan.


“Tidak ada.” Sambil memasukan


potongan buah ke mulutnya.


Cih, kenapa Anda malas berfikir


sekarang. Han bergumam sendiri dalam pikirannya.


hanya harus perempuan. Hemmm.” Diam sebentar. “ Bisa bela diri, paling tidak


selevel dengan Leela. Tidak banyak bicara, tapi tahu apa yang harus dia


kerjakan. Dan yang pasti dia bisa melindungi Daniah dalam situasi apa pun. Kalau


perlu cari yang bisa tinggal di rumah.”


Anda masih bilang tidak ada


kriteria khusus, lalu itu apa!


“Sebelum bulan madu, bawa dia


padaku.”


Apa! bulan madu bahkan sudah di


depan mata.


Han terlihat mulai memilah


nama-nama di kepalanya. Dia mendapati beberapa nama dalam jajaran pengawal


terlatih yang dulu pernah secara langsung ada di bawahnya. Semakin


mengerucutkan pilihan, tapi belum berhasil menemukan satu nama yang tepat.


“Dan juga, apa maksudnya ya, sampai


hari ini Daniah masih merengek tentang tema bulan madu ala rakyat biasa. Memang


maunya dia itu apa?” bertanya tapi hanya terdengar seperti protes. “ Tadi pagi


dia masih membicarakannya.”


Pikiran Han langsung tersadar


kembali.


“Sepertinya nona ingin bulan madu

__ADS_1


seperti kebanyakan orang Tuan. Jalan-jalan dan bersenang-senang di luar


ruangan. Nona bilang ingin bermain di laut, mungkin maksudnya dia ingin


seharian bermain di laut, menyelam dan berenang misalnya.”


Cih. Wajah Saga terlihat masam.


Apa! jadi Anda benar-benar hanya


ingin memeluk nona saat bulan madu. Kenapa harus jauh-jauh pergi bulan madu.  Peluk saja nona di dalam kamar sepuas Anda. Merepotkan


saja.


“Aku tahu apa yang kau pikirkan


Han! Kurang ajar.” Saga  Melemparkan


garpu yang habis dia pakai. Han tergelak menerimanya, lalu ikut makan buah yang


ada di atas meja. “Baiklah atur 51 % bermain di luar dan 49 % menghabiskan waktu


di kamar.”


Apa! hanya beda satu persen, apa


Anda pikir Nona Daniah sepintar itu sampai tahu bedanya.


“Tuan Muda, apa nona bisa melihat


bedanya?” Mengambil beberapa potongan buah sekaligus, memasukannya ke dalam


mulut dengan cepat. Lalu menyerahkan garpunya kembali ke tangan Saga.


“Apa! kamu sedang berfikir kalau


gadis bodoh itu tidak akan tahu bedanya kan?” Kesal sekaligus membenarkan


perkataannya sendiri. Dia pun ragu kalau istrinya bisa melihat perbedaan satu


persen itu.


“Saya tidak berfikir kalau nona


bodoh Tuan Muda. Saya hanya berfikir apa nona akan sepintar itu sampai tahu


bedanya yang hanya satu persen.” Bicara tanpa rasa bersalah sama sekali.


“Itu sama saja!” berteriak


akhirnya. “ Hanya beda pengucapannya kan.”


Han hanya menjawab dengan tertawa .


“Satu persen itu bisa jadi berbeda


tergantung padamu.” Menatap licik. “Aku percaya padamu Han.”


Apa-apaan ini sepasang manusia


bodoh yang saling jatuh cinta. Memberikan beban paling berat padaku. Nona, aku


harap anda benar-benar pintar kali ini.


“Kau lupa, kalau hanya dengan


saham 51 % aku bisa menutup pabrik ini.” Menunjuk proposal bisnis tentang


olahan makanan instan yang baru saja mereka bahas tadi. “Sekarang kau paham kan


bedanya satu persen itu?”


“Benar, Anda selalu benar Tuan


Muda. Saya akan mengatur semuanya.” Sudah tidak bisa membantah, ketika Saga


menginginkan sesuatu. Han seperti mewajibkan dirinya untuk melakukan yang


terbaik.


Tapi, bulan madu itu sebenarnya


ngapain aja? Jomblo abadi sedang bingung dengan jawaban dari pertanyaan yang


ditanyakannya sendiri.


Mereka menghabiskan buah yang ada


di piring, tenggelam dengan pikiran masing-masing.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2