Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
49. Makan Malam (Part 2)


__ADS_3

Formasi makan malam hari ini berubah. Ibu menggeser tempat duduknya supaya Helena bisa berdekatan dengan kursi Saga. Selepas keluar dari ruangan kerja, Saga tidak bicara apa pun, Helena hanya mengikutinya dari belakang. Juga tidak bicara kecuali dengan ibu dan adik ipar. Daniah berusaha menebak lewat sorot mata laki-laki itu, tapi sial, dia benar-benar susah dicari tahu isi hatinya.


Daniah yang sudah mau mengambilkan lauk, menggantung sendoknya tepat di depan piring Saga. Helena sudah lebih cepat, dia sudah meletakan lauk dan sayur ke dalam piring Saga. Ibu tersenyum senang dan menepuk bahunya.


“Ayo Helen juga makan yang banyak.” Tersenyum seperti memenangkan hadiah lotre undian pertama. Begitu juga Helena, tersenyum malu-malu.


Daniah meletakan lauk yang tadi akan ia letakan di piring Saga ke piringnya sendiri. Lalu mulai makan.


Kenapa aku sekarang berfikir Helena agak sedikit jahat ya. Baiklah, dia memang wanita yang dicintai Tuan Saga. Tapi bukankah aku ini istrinya, ya, istri yang cuma seperti pembantu si. Tapi paling tidak bukankah dia seharusnya sedikit saja berempati padaku. Aku ada di hadapannya lho.


“Hei.”


“Ia suamiku.” Terkejut karena sedang memikirkan banyak hal.


“Ambilkan ikan pedas.” Saga menunjuk piring ikan pedas yang ada di depannya.


“Biar aku yang ambilkan.” Helen sudah menyentuh sendok di piring ikan pedas. Tangannya terhenti ketika Saga bicara lagi.


“Tidak dengar aku menyuruhmu apa?” Saga menatap Daniah.


“Eh, ia.”


Helena melepaskan sendok di piring ikan pedas. Lalu dengan tertunduk ia menghabiskan makanannya lagi. Ibu dan adik ipar saling lirik, tapi menahan diri untuk bicara. Mereka tentu mencari keselamatan diri masing-masing. Daniah mengambilkan lauk yang diminta. Perasaannya sedikit merasa tidak enak.


Aku bukannya mau mengambil kesempatan Helena, tapi dia yang menyuruh, kalau aku tidak menurutinya aku yang mati. Maafkan aku ya.


Mereka sejenak makan dalam pikiran masing-masing.


Sial! Lihat dia masih bisa tersenyum. Padahal aku membawa wanita lain masuk ke ruang kerjaku. Jangankan cemburu sepertinya dia sama sekali tidak sedih. Sialnya kenapa ini membuatku semakin kesal saja. Saga


Kenapa tuan Saga begitu ya Apa dia sedang membalas kepergian Helena. Cih, pendendam sekali. Seharusnya kau memperlakukannya dengan baik, jelas-jelas masih suka. Apa dia ingin Helena berlutut dan memohon. Benar-benar, waktu itu aku kan berlutut sambil mencengkram kakinya. Apa perlu beritahu Helena. Walaupun sepertinya dia bukan gadis seperti malaikat hatinya, tapi aku kan harus baikin dia untuk menjalankan misi. Daniah

__ADS_1


Saga aku akan kembali merebutmu. Coba lihat gadis ini, benar-benar bukan seleramu kan, kamu menikahinya memang hanya untuk membalasku. Helena


Ibu memecah kesunyian.


“Saga, Helen boleh menginap kan?”


“Ibu saya pulang.” Helena menyentuh lengan ibu. Karena sepertinya akan memalukan kalau sampai Saga menolak.


“Terserah.” Saga meletakan sendoknya, menatap Daniah yang masih mengunyah dan belum selesai makan. “Ikut aku!”


Daniah sudah panik sendiri, dia melihat semua orang yang ada di meja makan. Sambil mengangkat bahu. “Hehe, maaf saya permisi dulu. Selamat malam semuanya.” Dia bangun lalu menyusul Saga yang sudah menaiki tangga. “Padahal aku belum selesai makan.”


...*** ...


Di meja makan, Helena menitikkan airmata setelah Saga pergi meninggalkannya.


“Maaf ya Bu, aku membuat semua jadi canggung.” Gadis itu mengusap airmatanya.


“Benar Kak, Kak Saga masih sangat mencintai Kak Helen.” Sofia menimpali.


“Kalau tidak , nggak mungkin kan Danau Hijau dibangun seperti sekarang.” Jenika juga mencoba menghibur.


“Kak Helen lihat beritanya kan, gimana Danau Hijau sekarang.”


“Benar Helen. Berusahalah, mohonlahlah padanya. Kalau perlu berlututlah di kakinya supaya dia mau memaafkanmu.”


Helena meremas jemarinya di bawah meja. Benarkah dia memang masih punya kesempatan untuk kembali merebut hati Saga.


Dengan wajah kemenangan dia masuk ke dalam ruangan kerja Saga, tadi dia sempat melihat wajah terkejut Daniah. “Apa kau pikir dengan wajah seperti itu bisa mengalahkanku.“ Dia membawa nampan berisi buah. Saga duduk di sofa yang ada di dekat rak buku. Terdiam.


“Saga.” Helena meletakan nampan di meja lalu duduk di samping Saga, dia melingkarkan tangannya di lengan laki-laki itu.

__ADS_1


“Apa hanya ini cara yang bisa kau pikirkan untuk dekat denganku lagi.” Sebenarnya dari cara bicaranya Saga masih masuk kategori lembut.


“Saga.” Gadis itu cukup tahu diri, dia melepaskan tangannya. “Tidak bisakah kamu memaafkanku. Aku akan memohon padamu.”


Saga mengambil sepotong buah lalu memakannya. Mengambil lagi, lagi dan lagi. Dia hanya fokus makan belum bicara. Sekarang dia sudah meletakan sendok.


“Kau tahu apa kesalahanmu dua tahun lalu?” Helena menundukkan kepalanya. “Kau pergi tanpa izin dariku.” Lanjutan kalimatnya.


“Kalau aku izin padamu, apa kamu akan mengizinkan?” Helena meremas jemarinya.


“Tidak!”


“Karena itu aku pergi tanpa mengatakannya padamu, kalau aku mengatakanya pun kamu tidak akan mengizinkan.” Menyentuh lengan Saga.


“Itulah kesalahanmu, walaupun tahu aku tidak mengizinkan, setidaknya cobalah memohon padaku.  Memohon padaku agar aku mengizinkanmu. Kamu tahu kan, kalau dua tahun lalu aku adalah laki-laki yang akan melakukan apa pun untukmu. Aku akan memberikan apa pun yang kamu mau, bahkan seluruh isi dunia ini.”


“Saga.” Helena mulai berlinang, tahu titik kesalahannya di mana. Kebodohannya.


“Sekarang pun kamu tidak menyesalinya kan?” Saga melanjutkan kalimatnya, suaranya sudah terdengar dingin.


“Saga, aku menyesalinya. Aku masih mencintaimu, sangat mencintaimu.”


“Benarkah? Lalu cuma ini caramu untuk memohon pengampunanku. Sepertinya kamu masih terlalu percaya diri ya. Bahwa waktu dua tahun tidak mengubahku.”


Saga bangun dari duduk, namun segera Helena meraih tangannya.


“Saga.”


“Memohonlah yang benar.”


Seperti terjatuh dari ketinggian Helena mengepalkan tangannya, terguncang dengan kata-kata Saga. Kenapa dua tahun lalu dia begitu bodoh. Bodoh sekali dirinya yang berfikir kalau dia kembali Saga akan menyambutnya dengan hangat. Karena dulu dia tahu, bagaimana Saga mencintainya.

__ADS_1


BERSAMBUNG..........


__ADS_2