Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Terpaksa Menikahi Tuan Muda
129. Pengakuan Cinta


__ADS_3

Ruang tunggu VVIP stasiun TV.


Tempat Saga akan tampil secara live melakukan wawancara eksklusif. Sangat jarang


peristiwa semacam ini terjadi. Dia sangat jarang muncul di publik untuk


mewakili Antarna Group. Tapi entah kenapa permohonan yang sudah beberapa bulan


diajukan pihak stasiun TV untuk mendatangkan perwakilan Antarna Group di


sambut oleh perusahaan. Bahkan mereka mengatakan kalau Presdir Antarna Group


akan tampil sendiri.


Stasiun TV mempersiapkan semua hal


untuk hari bersejarah ini. Bahkan ruan tunggu VVIP ini di buat khusus untuk


menyambut Presdir Antarna Group. Pertanyaan yang sudah disetujui untuk ditanyakan juga telah siap. Walaupun mereka agak sedikit kecewa, karena tetap


saja Tuan Saga menolak pertanyaan yang sifatnya kehidupan pribadinya.


Masih di ruang tunggu. Saga berdiri


menatap dirinya di depan cermin.


“Bagaimana?” Saga  menepuk lengannya sendiri. Meminta pendapat


Han. Sekretaris Han mendekat dan merapikan dasi serta menepuk bahu Saga.


“Anda terlihat sempurna seperti


biasanya Tuan Muda.”


Apa Anda sedang gelisah sekarang,  lucu sekali.


Dia tidak pernah terlihat cemas


dalam situasi apa pun. Dia selalu percaya diri berhadapan dengan siapa pun. Tapi


hari ini Han seperti bisa melihat gurat kepanikan di wajah Tuan Saga.


“Mana hpku?” Duduk di sofa setelah menerima


hp. Han memilih duduk di kursi di depan kaca. Memperhatikan Saga. Entah kenapa


dia merasa sangat terhibur melihat suasana di ruangan ini.


Menunggu panggilan diangkat.


“Hallo sayang.” Suara di sana


dalam dering pertama langsung terdengar. Agak terdengar berisik, di belakang


suara Daniah. Suara TV dan suasana anak-anak karyawan.


“Lagi apa?”


“Sedang makan, tidak sedang


menonton TV sambil menunggumu muncul sambil makan siang sama karyawan di ruko.”


Di sana Daniah mengganti susunan kata dalam jawabannya. Biar terdengar kalau dia


sedang menantikan live suaminya di TV.


“Baguslah. Lihat dengan jelas apa


yang aku katakan nanti. Kalau kau melewatkan satu kata saja yang aku katakan,


habis kau.”


Menutup telepon tanpa mendengar


jawaban protes Daniah di sana.


Han mengambil hp yang dipegang


Saga.


“Katakan saja apa yang ingin Anda


katakan Tuan Muda.” Jangan cemaskan apa pun, semua pasti berjalan dengan baik. Begitu


pikir Han. Karena dia  pun tahu bagaimana


hati nona mudanya. Jadi sejauh ini dia merasa tenang dengan rencana yang dia


buat dan akan terealisasi sebentar lagi.


“Aku ingin semuanya terlihat keren


dan penuh kesan, bahkan sampai dia jantungan kalau perlu.” Tersenyum tipis. Membayangkan


reaksi wajah Daniah saja sudah membuatnya senang.


“ mKalau nona benar-benar pingsan


bagaimana.” Seperti biasa, selalu bisa meladeni kegilaan tuannya.


“Apa! benar juga, kalau dia saking


terkejutnya dan pingsan bagaimana. Han, siapkan ambulan dan hubungi Harun.” Berkata


dengan serius. Bahkan sudah terlihat panik.


“Saya cuma bercanda tuan muda.”


Ketukan di pintu. Wajah Saga sama sekali belum terlihat mencair. Masih terbawa


suasana dengan pikirannya sendiri.  Han


berjalan menuju pintu. Seorang staf wanita sudah berdiri di depan pintu


mengangguk dengan sopan.


“Sudah waktunya Tuan Saga bersiap


untuk masuk Tuan.”


“Baiklah.”


Saga berjalan di belakang Han yang


mendengarkan instruksi staf wanita.  Wanita itu menganggukkan kepalanya sopan kepada


Han dan Saga lalu pergi berlalu.


***


Saga sudah duduk di depan sorot


kamera, dengan pembawa acara yang masih menyelesaikan kalimatnya terakhirnya.

__ADS_1


Setelahnya tentu saja senyum elegannya muncul saat memperkenalkan tamu penting


di hadapannya.


“Hari ini di studio kami telah


kedatangan tamu istimewa Presdir Antarna Group. Saga Rahardian. Terimakasih


sudah menyempatkan diri memenuhi undangan kami. ” Kamera utama menyorot Saga.


Laki-laki itu Menganggukkan kepala dan sedikit tersenyum menyapa pemirsa. Dia


terlihat sangat tampan dan percaya diri. Ya, tentu saja. Semua hal yang dia


miliki sudah membuatnya cukup untuk merasa percaya diri dalam segala situasi.


Wawancara utama dimulai. Pertanyaan-pertanyaan


yang sebelumnya telah di setujui untuk di tanyakan bergulir satu persatu. Saga


bisa tenang dan terlihat sigap menjawab dengan bahasanya yang elegan.


Pertanyaan penting  seputar perkembangan bisnis Antarna Group yang


sudah merambah ke semua lini kehidupan. Bahkan sampai pasar luar negri juga.


Saga menjelaskan beberapa program besar yang akan dibuat oleh Antarna Group.


Sebagai pebisnis yang memiliki segalanya cara bicara Saga terbilang sangat


tidak sombong. Kerap beberapa kali dia memuji kinerja para pekerja dan karyawan


Antarna Group yang sudah mendedikasikan hidup mereka untuk perusahaan.


Ketika pembawa berita menanyakan


persoalan gaji, bagaimana Antarna Group bisa memberi gaji dua sampai tiga kali


lipat dari standar gaji biasanya. Saga hanya menjawab dengan ringan. Karena


mereka pun harus bekerja dua atau tiga kali lipat lebih keras daripada di


tempat lain.


Pertanyaan seputar Danau Hijau pun


dilontarkan. Bahkan ada jeda pemutaran vidio, bagaimana keadaan Danau Hijau


sekarang. Suasana ramai yang dihiasi gelak tawa pengunjungnya. Pujian tidak


hentinya menghujani Antarna Grup khususnya untuk presdirnya. Disampaikan


dengan tutur kata sangat elegan. Walaupun sebenarnya berlebihan, namun karena


diucapkan dengan bahasa yang tersusun dengan apik membuat yang mendengar


merasa terwakili. Para pemirsa seperti berteriak. Ia betul nona, katakan seperti


itu. Terimakasih sudah mewakili kami. Begitu teriakan orang yang sedang menonton di TV


mereka masih-masing.


Akhirnya sampailah pada sesi final


pertanyaan. Terlihat wajah pembawa berita terkejut. Dia terlihat sedikit


tegang, apa benar yang baru saja dia dengan di telinganya. Dia terlihat melirik


PD acara, yang Menganggukkan kepalanya kuat. Di sampingnya Sekretaris Han hanya


“Pertanyaan terakhir Tuan Saga,


apa kami boleh menanyakan perihal yang pribadi.” Masih tidak percaya kalau dia


boleh menanyakan pertanyaan ini.


Briefing terakhir masih tetap


mengatakan kalau tidak akan ada pertanyaaan seputar kehidupan pribadi Tuan


Saga. Jadi dia merasa khawatir. Acara ini sangat penting artinya baginya. Kalau


dia sukses membawakannya jalan ke depannya  untuk naik karir akan semakin terbuka. Tapi


kalau dia gagal dalam acara ini, bisa saja dia akan kehilangan pekerjaan yang


sudah dia jalani bertahun-tahun ini. Hanya karena satu pertanyaan.


“Silahkan, tanyakan saja apa yang


ingin kalian tahu.” Jawaban Saga pun masih terdengar bukan sebuah jaminan. Tapi


bagaimana pun dia tetap harus menanyakannya.


“Anda sudah menikah kan, benar


begitu kan tuan Saga?” Jelas sekali keraguan dalam susunan kalimat yang


ditanyakannya.


“Ia benar.” Singkat.


Apa! dia menjawab. Dia menjawab


pertanyaan seputar kehidupan pribadinya.


Pembawa berita langsung berwajah


ceria, seperti baru saja mendapat transfusi tenaga. Bayangan acara ini akan


menjadi trending juga segera berkelebat di kepalanya.


“Tapi, kami dengar Anda tidak


memperkenalkan istri Anda ke publik. Apa ada alasan khusus untuk itu.” Pembawa


acara wanita itu menggenggam tangannya kuat. Berdoa dalam hati agar diselamatkan


dari kemungkinan terburuk. Ketakutannya sedikit memudar ketika melihat wajah


laki-laki tampan di hadapannya.


Dia tersenyum, ya Tuhan. Tuan Saga


ini manusia bukan si. Bagaimana istrinya masih bisa bernafas melihat wajah ini


setiap hari.


“Sebenarnya...” Kalimat Saga


menggantung. Semua orang dalam studio menunggu. “Karena aku sedikit cemburuan.


Haha.” Tawanya menyusul diikuti semua orang yang bernafas lega karena Saga

__ADS_1


menjawab, sekaligus terkejut mendengar alasan yang di berikan Saga. Tapi tidak


tahu mau protes ke mana. Jadi mereka tetap diam terpaku.


*Sedikit, cih, kalau seperti Anda di*sebut sedikit lantas cemburu buta itu yang seperti apa. Han.


“Maksudnya Tuan?” Lagi-lagi


pertanyaan pembawa acara mewakili pertanyaan pemirsa di rumah.


“Aku jadi tidak ingin orang lain


melihat istriku.” Tersenyum. Ada rona malu dalam jawabannya. Saga terlihat


sangat jujur mengatakannya. Membuat seisi studio menunjukan reaksinya


masing-masing. Ada yang berdecak iri, apalagi para wanita. Mereka jadi ingin di


perlakukan seperti itu oleh pasangannya. Dicemburui pasangannya yang sudah


halal.


“Ahhh manis sekali, saya jadi


iri.” Pembawa acara terlihat terkejut dengan kalimatnya sendiri. Dia mulai


terlihat panik. “Maafkan saya Tuan, saya terbawa suasana romantis ini.”


"Haha, tidak apa-apa. sebenarnya bukan hanya itu. Karena Daniah memiliki kehidupannya yang lain, jadi aku tidak mau statusnya sebagai istriku membebaninya. Kalian mungkin tidak akan percaya kalau kalian kebetulan bertemu dengan istriku" Menarik nafas dalam. "Tapi ya sepertinya kalian  akan mengenalinya juga, yang paling cantik itulah istriku."


Seisi studio kehilangan kata-kata. Han pun demikian, dia menepuk kepalanya sendiri. Dia membisikan sesuatu di telinga PD acara. meminta menyudahi wawancara ini. Kalau terpancing sedikit lagi, mungkin jawaban Saga akan sama sekali tidak berwibawa.


"Terimakasih sudah berbagi kebahagiaan dengan kami semua Tuan Saga. pemirsa pasti juga sangat terkejut."


“ Apa boleh aku


mengatakan sesuatu untuk istriku di sini.” Terlihat sedikit canggung, namun


Saga segera menutupinya dengan senyuman.


“Tentu saja Tuan. Silahkan, Anda


bisa mengatakan apa pun.”


Terimakasih Tuhan, aku akan menjadi


orang baik dalam hidup ini.  Karena aku sudah diberi kesempatan wawancara ini. Bagaimana aku bisa mendapatkan jakpot wawancara


penting ini.Terimakasih Tuhan.


Saat ini trending di internet


adalah tentang #AntarnaGroup #Istripresdirantarna #Wanitanyasagarahardian


#Pembawaberitawanita #TVXX


Saga menatap kamera utama. Ini lah


saatnya dunia tahu isi hatinya.


“Terimakasih sudah berada di


sampingku sampai hari ini. Kedepannya hanya lihatlah aku dan cintai aku.


Karena aku akan melakukan hal yang sama untukmu. Daniah, aku mencintaimu


dengan seluruh hidupku.”


Seisi studio ingin berteriak dan


bertepuk tangan. Tapi karena sedang live mereka bertepuk tangan tanpa suara.


Sementara itu ramai sudah jagad


internet. Tagar nama Daniah muncul di mana-mana. Semua lini sosial media sedang


berusaha mencari tahu siapa itu sosok Daniah yang dimaksud Presdir Antarna


Group. Orang-orang bernama Daniah muncul ke permukaan. Ribuan akun baru bernama


Daniah bermunculan. Selamat datang di dunia yang serba cepat ini.


“Nona Daniah, di mana pun Anda


berada Anda pasti bahagia sekali. Anda telah membuat wanita di penjuru negri


ini iri.”


Aku juga sangat iri, iri sekali. Setiap


hari kau bisa melihat wajah ini. Ya Tuhan kebaikan apa yang sudah dilakukan


wanita bernama Daniah ini, hingga memiliki suami yang mencintainya seperti Tuan


Saga.


***


Daniah menjatuhkan cilok yang sudah


hampir masuk ke mulutnya saat Saga di layar TV terdengar menyebut namanya.


Seluruh orang yang ada di dalam


toko bersorak tanpa ada mengkomando.


“Cieeeeee, Mbak Niah.”


“Tuan Saga keren sekali.”


“Aku iri-aku iri.”


“Mbak Niah beruntungnya.”


“Aku iri-aku iri.”


Daniah duduk diam menatap TV. Saga


masih ada di sana untuk memberi salam terakhir bagi semua pemirsa.


Dia mengakuinya, dia benar-benar


mengakuinya pada dunia kan. Itu aku kan yang di sebut oleh nya. Itu benar


namaku kan.


Gadis itu belum sepenuhnya sadar. Sampai


Leela menyentuh tangannya. “Selamat ya Nona.”


Jadi dia benar-benar menyatakan


perasaannya padaku. Tapi tolong, seharusnya yang paling cantik itu tidak perlu kau sebutkan. memalukan sekali. Aku bahkan malu pada semut yang berlarian di dinding ruko ini.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2