The Future Princess

The Future Princess
Episode 10 / Bosan.


__ADS_3

Putra Mahkota berjalan yang diikuti Shane dari belakang menuruni anak tangga menuju lantai bawah dimana Raja, Ratu dan Cat telah menantinya. Tatapan dingin langsung tersirat di balik kedua manik-maniknya.


“Putra Mahkota, kenapa kau tidak memakai baju yang aku berikan?” Ujar Ratu. Beliau tampak kecewa. Apalagi Cat yang terlihat agak kesal dengannya.


“Aku tidak suka bajunya” Jawabnya sambil menuruni sisa anak tangga lalu berjalan mendekati kedua orang tuanya.


“Putra Mahkota Skanea menghadap Yang Mulia Raja dan Ratu Skanea, semoga kalian berumur panjang dan sehat selalu” Ujarnya memberi salam kepada kedua orang tuanya,


“Saya Catrinel maldovan Dominique menyambut kedatangan Putra Mahkota Andrea, Semoga anda sehat selalu dan berumur panjang” Andrea tidak mengindahkan salam yang diberikan Cat, justru ia acuh tak acuh.


Lancang, kau terlalu menganggap rendah aku yang memberi salam kepadamu.


Cat sungguh marah dan emosi, namun luapan emosinya hanya mampu ia tahan saat ini. Saat keluarga itu berjalan menuju kearah Aula diiringi beberapa pasukan keamanan dibelakangnya. Raja dan Ratu berada dibarisan paling depan, dibelakangnya yakni Putra Mahkota dan Cat, lalu pelayan, lalu pengawal Cat dan Andrea, barulah setelah itu beberapa pasukan istana yang mengikuti.


Ketika Raja, Ratu dan yang lainnya memasuki ruangan, tampak tamu dari Persia langsung berdiri dari duduknya di sebuah jamuan makan dan memberi salam kepada Sang raja dan Ratu Skanea beserta Putra Mahkota dan


Catrin.

__ADS_1


“Salam kepada Yang Mulia Raja Agung Skanea dan ratu, salam kepada Putra Mahkota dan Putri Catrin. Saya Ernest De Valdmir dan adik saya Putri Morissa De Valdmir dari Kerajaan Persia memberi salam. Semoga kedua kerajaan ini bisa menjadi satu dan bekerja sama.


“Hohohoo silahkan duduk Pangeran Ernest” Ucap Raja yang begitu terkesan dengan sikap gentle dari Pangeran Ernest.


Ernest De Valdmir adalah Pangeran kedua dikerajaan Persia. Kakaknya Putra Mahkota, sedangkan Ayahnya sakit keras, Kakaknya masih sibuk dengan jadwal kerajaan sehingga Ernest lah yang menggantikan kakaknya


untuk mengikuti jamuan makan bersama kerajaan Skanea bersama dengan sang Adik. Ernest telah berumur 17 Tahun, berbeda 2 tahun dengan Andrea. Sedangkan Morissa berumur 11 Tahun. Meskipun begitu, Pangeran Persia ini masih berstatus single. Belum ada satu wanita mana pun yang berhasil memikat hati Pangeran Ernest.


Sedangkan Morissa De Valmir. Putri bungsu dari kerajaan Persia. Wajah yang seperti boneka hidup itu telah dikenal diberbagai penjuru negri. Antara Cat dan Momo yang akrab dipanggil kecantikan mereka bagai harta tak ternilai dimasing-masing kerajaan. Namun siapa sangka, jika Pangeran Ernest menaruh harapan kepada Cat saat ia pertama kali melihat Cat.


Semua telah berkumpul dimeja makan. Berbincang mengenai politik yang tidak ada habisnya. Momo begitu terpesona melihat Andrea. Ia telah jatuh hati pada pemuda dingin itu. Matanya tak henti melirik Andrea,


Utusan dari kerajaan Persia ternyata tinggal beberapa hari di Istana Skanea. Dan beberapa hari itu pula Cat harus ikut tinggal di Istana. Memuakkan pikirnya.


Putra Mahkota Andrea sedang menjamu Pangeran Ernest dan Putri Momo di ruangannya. Sementara Cat lebih memilih jalan-jalan ke taman Lavender yang ia sukai. Ditemani dua pelayan dan Henry, Cat asyik melihat seluruh hamparan Lavender yang menyejukkan matanya. Padahal dikediamannya juga kini telah ditanami beberapa bunga Lavender yang hampir sama banyaknya seperti di Istana.


Cat terdiam memandanginya, sama seperti Cat, Alexa, Bibi Rose dan Henry pun ikut merasakan melihat hamparan cantik dihadapan mereka. Hingga mereka tidak menyadari bahwa ada beberapa pasang manik yang tidak sengaja melihat Putri Cat berdiri anggun dihadapan taman Lavender dari atas bangunan istana, tepatnya di balkon salah satu ruangan perjamuan.

__ADS_1


“Bukankah dia Putri Catrin?” Tanya Pangeran Ernest kepada Andrea.


“ Iia dia Catrin, biasa dipanggil Cat.” Ujar Putra Mahkota Andrea yang ikut melihat sesosok gadis kecil yang juga dilihat oleh Ernest.


Ernest tampak antusias saat melihat gadis cantik nan imut yang sedang berdiri disebuah taman.


“Yang Mulia, hamba merasa iri karna Yang Mulia memiliki tunangan yang sangat cantik. Saya juga pernah mendengar bahwa ia cerdas dan pintar” Gumam Ernest yang dengan senyuman khasnya memuji Andrea. Tapi percayalah, Andrea sama sekali tidak merasa tersanjung akan pujian Ernest.


Beberapa saat, Cat masih setia berjalan-jalan menyitari taman, lalu langkahnya terhenti saat mendengar suara hentakan kuda dan suara orang yang mengusik ditelinganya. Ternyata Cat telah jauh berjalan-jalan hingga akhirnya ia mendekati lapangan berkuda di area Istana. Disana Putra Mahkota Andrea, Pangeran Ernest dan Putri Momo sedang menunggangi kuda pacuan dan mengelilingi area lapangan dengan penuh kegembiraan.


“Putri, sebaiknya kita kembali ke istana” Ujar Henry saat tahu kalau pemandangan itu tidak seharusnya Cat lihat, justru akan membuatnya sakit hati. Seharusnya saat ini Cat ikut diantara mereka menunggangi kuda pacuan, walau pun memang ia tak pernah mempelajari itu, setidaknya ada basa basi yang diharapkan untuk dirinya seorang agar ia merasa tak diacuhkan.


“Baiklah” Jawabnya sambil memutarkan badannya kearah sebaliknya.


Cat pun menuju istana dan pergi ke kamarnya, ia inginberistirahat sejenak, melepaskan kegaduhan hatinya yang kesepian diantara para pangeran dan putri yang tidak menganggapnya saat ini. Lalu untuk apa ia dibawa kesini jika hanya untuk sebagai pajangan saja. Setelah sampai dikamar ia pun beristirahat.


Diatas ranjangnya yang begitu megah, cat telah menarik selimutnya hingga leher. Berputar ke kiri dan ke kanan agar ia bisa tertidur, saat di rasa ia lelah selalu berputar kesamping akhirnya ia bangun dan duduk. Matanya tidak bisa terpejam. Memang ini masih terik siang, tapi di istana ini ia tidak tahu harus melakukan apa. Sudah 2 jam ia terus begini.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2