The Future Princess

The Future Princess
Episode 85 / Kesatria Johny.


__ADS_3

“Nona tenang saja. Saya akan meminta izin kepada Yang Mulia Putera Mahkota Felix. Beliau pasti mengizinkannya. Meski pun perawakkan beliau seperti itu dan kekanakkan, beliau tidak akan euhhh” Johny bingung melanjutkan kalimatnya. Entahlah itu kalimat ejekkan atau pujian.


“Yahh pokoknya beliau pasti memberi izin” Sambung Johny. Sementara diseberang sana seseorang menggaruk-garuk telinganya tanda ada yang membicarakannya.


“Siapa yang menjelek-jelekkanku” Gumam Felix sambil tetap tertidur.


“Hihihi” Ekspresi Johny yang kebingungan berhasil membuat Ela tertawa ringan. Bagaimana tidak, itu terlihat imut dimatanya. Padahal perawakkan kesatria yang kebanyakan ia lihat pasti sangar dan menakutkan, tapi ketika ia mengenal Johny yang baru beberapa kali ia temui, beliau adalah kesatria yang berbeda dan bisa juga membuat orang senang.


Apakah kesatria disini tidak perlu memilih tampang menakutkan asal bisa menjaga majikan dan memiliki keahlian bela diri sekaligus mahir menggunakan senjata atau pedang?, entahlah pikir Ela yang moodnya berhasil happy oleh Johny.


Johny yang melihat wajah tersenyum Ela pun ikut tersenyum disana. Ternyata wajah Ela yang ia pandang saat tertawa sungguh manis. Apa wanita dikerajaan Skanea memiliki standar kecantikan bak dewi seperti ini pikirnya. Saat ia melihat sosok Catrin saja sudah membuat beberapa laki-laki kagum padanya termasuk Putera Mahkota Felix yang jadi gila.


“Baiklah tuan kesatria Johny. Besok kita akan ke hutan untuk mencari beberapa tanaman obat. Mungkin saja ada beberapa tanaman obat lain yang bisa saya gunakan nanti” Ujar Ela.


“Baik Nona Ela. Besok pagi jam 7 saya akan menjemput nona disini dengan kuda saya.”Maksudnya naik kuda bersamanya. Alias bukan kuda-kuda masing-masing.


“Ya ya.!!!”


“Apa???” Ela awalnya oke-oke saja hingga ia langsung menyadari maksud Johny sebenarnya yang membuat ia deg-degan seketika.


“B-baiklah tuan kesatria Johny” Sambil menggaruk-garuk ringan tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal juga.


Pagi itu Pangeran Ren dan Putri Rani datang berkunjung ke kediaman Marquess Franklin tiba-tiba tanpa ada aba-aba sebelumnya dari istana.


“Catrin” Teriak Pangeran Ren yang langsung memeluk catrin dikamarnya.


“Pangeran, kau harus menjaga sikapmu” Ungkap Rani kesal dan cemburu sambil melipat kedua tangannya didada.

__ADS_1


Catrin tentu saja membalas pelukan itu karna ia sudah sangat rindu dengan kedua bocah kecil itu.


“Ahh tahukah kau Cat. Seberapa menakutkannya aku mendengar ceritamu dari dayang-dayangku??. Kenapa itu bisa terjadi??” Rupanya tragedy kemarin sudah sampai diistana kerajaan dan bahkan lebih cepat dari dugaannya.


“Menakutkan atau khawatir??” Tanya Pangeran Ren yang masih belum melepaskan pelukannya bersama Cat.


“Bukankah kau blang khawatir sebelumnya?? Kenapa jadi menakutkan yang keluar dari mulutmu?” Tanya Pangeran Ren yang membuat saudara kembarnya kesal. Memang sih ia benar.


“Ya anggaplah begitu” Balas Putri Rani. Harga dirinya harus tetap tinggi dari apa pun.


“Hihihi” Cat tersenyum saat melihat tingkah kedua bocil dihadapannya.


Felix yang melihatnya pun ikut senang karna sepertinya Catrin sudah mulai membaik berkat kedatangan dua bocah ingusan tersebut.


“Ehemmmm” Felix berdeham disana memberi kode bahwa masih ada dia disitu dan itu membuat sikembar langsung terkaget-kaget dan langsung mengucapkan salam yang langsung diikuti beberapa dayang yang ikut


“Salam kami kepada kakak Putera Mahkota Felix.” Sekian, cukup seperti ini saja karna ini bukan istana pikir mereka jadi tidak perlu salam yang panjang lebar.


“Kenapa kakak Baginda ada disini??” Tanya Putri Rani terlihat kesal. Bukankah harusnya pria itu diistana dan menyelesaikan tugas-tugas kenegaraan??. Mereka pun memperhatikan bantal dan selimut didekatnya.


“Kenapa ada selimut dan bantal disitu?? Apa kakak Baginda menginap disini tadi malam??” Tanya Pangeran Ren mulai syok.


 “ehemm” Felix kembali berdaham.


“Ya itu karna aku harus menemani Catrin yang sedang sakit” Alibi Felix.


“Aha” Seringai ledek yang tajam terpancar dari Putri Rani.

__ADS_1


“Bilang saja kakak Baginda tidak bisa jauh-jauh dari Catrin. Benar kan??” Ledek berani Putri Rani yang membuatnya mendapat teguran dari dayangnya.


“Yang Mulia Putri mohon jaga bicara anda. Beliau adalah Putera Mahkota”


 “Iuhhh ini kan bukan diistana. Ini kediaman Marquess Franklin. Tata krama istana tidak diperlukan disini” Kesal Putri Rani yang balik menegur dayangnya dan itu membuat siempunya pusing tujuh keliling menghadapi tabiat sikembar.


“Haa mau bagaimana lagi. Mereka rupanya adikku yang paling kusayangi didunia ini” Ledek Felix kembali. Ia juga tidak mau kalah ambil bagian.


Cat yang mulai tidak nyaman lalu ia duduk menyesuaikan tinggi ukuran tubuh Pangeran Ren walau pun pangeran tersebut masih belum melepaskan pelukannya.


“Pangeran dan Putri datang pagi-pagi kesini apa karna merindukanku??” Tanya Cat senang.


“Tentu saja. Terakhir kita bertemu saat pesta diistana. Saat itu kami tidak bisa mendekatimu karna banyak bangsawan yang melihat. Terlebih ada Ibunda Ratu, beliau pasti mengomel kalau kami bergerak dari kursi sedikit saja” Ungkap Pangeran Ren dengan ekspresi sedih.


“Mana mungkin kami merindukanmu??. Kau tahu kenapa kami disini, itu karna kita adalah teman. Teman harus saling menjenguk satu sama lain” Ungkap Putri Rani sambil membuang muka. Memang lain dimulut, lain pula dihati pikir Catrin tidak tahan melihat betapa menggemaskannya mereka berdua ini.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga.


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.

__ADS_1


__ADS_2