
Setelah kedatangan Pangeran Ernest. Ia mulai mengajari Catrin beberapa latihan seperti memanah, berkuda dan cara menggunakan pedang dengan baik. Sebelum datang ke Skanea, Ernest telah mengirimkan surat kepada Ayahanda Catrin untuk meminta izin menemui anaknya dan bermaksud untuk mengajari Catrin beberapa latihan. Setelah mendapat balasan dan persetujuan. Ia pun segera berangkat dari negerinya menuju Skanea.
Pangeran Ernest datang bersama pengawal kesatrianya bernama Chris.
---
Di Istana kerajaan Skanea.
Putra Mahkota Andrea sedang berada dikamarnya. Memperhatikan beberapa pasukan kesatria yang sedang mondar-mandir diistana kebesaran milik Skanea dari balik jendela kamarnya.“Yang Mulia, Pangeran Ernest telah
tiba di Skanea, dan beliau menjadi teman sekaligus guru pribadi Tuan Putri Catrin dikediamannya” Ujar Shane setelah menyampaikan laporan kepada Andrea yang membelakanginya.
“Pangeran Ernest disini?” Tanyanya tanpa membalikan badannya kearah Shane.
“Benar Yang Mulia” Jawab Shane sambil menundukan pandangannya.
“Dia berani datang kesini tanpa menemuiku dan malah bertemu dengan tunanganku?”
Andrea menghembuskan nafas gusar beberapa saat “Baiklah, biarkan saja” Sambungnya tak peduli, tapi lihatlah, matanya mulai berbicara sebaliknya.
---
Selain mendapat pembelajaran rutin dikediamannya bersama Will, Cat juga akan berlatih beberapa alat kesatria bersama Pangeran Ernest. Saat ini Cat mulai belajar menaiki kuda terlebih dahulu. Karna Cat telah bertumbuh tinggi, maka Cat sudah bisa menaiki kuda dewasa. Cat masih grogi menaiki kuda, ia masih harus dipapah Pangeran Ernest dengan hati-hati dari bawah. Ia ingat terakhir kali ia menaiki kuda sudah lama sekali dan itu
bersama Pangeran Ernest 6 tahun yang lalu saat bersama Putra Mahkota dan Putri Momo.
Hari berganti hari, minggu pun berganti minggu selanjutnya, dan bulan pun semakin berjalan. Cat telah berani memacukan kudanya dengan baik. Kuda putih pemberian Ayahnya sungguh membuat Cat bahagia dan semakin ingin belajar menaikinya.
__ADS_1
Pangeran Ernest sangat tahu membuat Putri bahagia belajar dengannya. Beberapa waktu itulah Lewis mempehatikan Pangeran Ernest diam-diam yang mengajari anak bungsunya. Ia mulai menyadari bahwa Putri
bungsunya telah bisa tersenyum bahagia semenjak bersama Pangeran Ernest. Tapi disisi lain ia harus mengawasi Ernest. Semakin lama ia menyadari bahwa Pangeran Ernest memiliki maksud tertentu kepada anaknya.
Ia baru saja memutuskan hal yang salah kepada anaknya. Ia takut hubungan anaknya dengan Pangeran Ernest berujung buruk. Catrin adalah tunangan Putra Mahkota. Jika Raja mendengar bahwa Cat dekat dengan Pangeran
Ernest justru akan membuatnya dalam bahaya. Ia harus mengambil langkah tegas untuk anaknya dan memanggil Pangeran Ernest diruangannya.
---
Cat dan Pangeran Ernest keluar diam-diam dari kediamannya untuk pergi ke pasar. Dengan ala-ala penyamaran. Cat dan Ernest berhasil melewati beberapa penjaga kediaman. “Tuan Putri, apa kita tidak akan ketahuan??” Tanyanya yang mulai tidak nyaman.
“Waktu itu aku pernah sekali pergi diam-diam dan aku berhasil. Jadi aku ingin mencobanya lagi” Ujar Cat yang tampak tenang. Dengan melewati beberapa jalan dan hutan kecil. Mereka pun berhasil ke sebuah pasar
tradisional. Cat yang tidak pernah pergi ke tempat seperti ini pun bahagia bukan main. Ia membeli makanan dan aksesoris cantik yang ia temui di pasar. Walaupun baginya makanan yang ia temui sangat aneh, tapi ketika sudah memasuki mulutnya ia ketagihan. Begitu pula Pangeran Ernest.
“Terserah Tu…. Rin saja” Hampir saja Pangeran Ernest menyebutkan sebutan kerajaan ke Catrin.
Kedua bangsawan kerajaan ini menghabiskan waktu di pasar tradisional, dan menyempatkan menonton pertunjukan aneh yang belum pernah Cat lihat.
“Rin, ini adalah permen kapas, di negeriku, makanan ini paling diminati anak-anak” Ujarnya sambil menunjuk permen kapas didekatnya.
“Ini namanya permen kapas??” Cat mengambil dan membeli permen kapas tersebut lalu mencobanya.
“Langsung hilang didalam mulut dan manis” Ungkapnya sambil menikmati permen kapas itu.
Disela-sela keasyikan mereka, ternyata Putra Mahkota Andrea juga ikut menyamar dan mengikuti mereka berdua bersama kesatrianya Shane. Andrea hanya mengikuti mereka berdua dari jarak jauh. Shane pun tampak bingung
__ADS_1
dan kaget dengan Andrea yang tiba-tiba mengajaknya keluar istana dan malah mengikuti tunangannya dengan Pangeran Ernest.
Setelah puas bermain diluar, Putri Cat dan Pangeran Ernest pun kembali ke kediaman Dominique secara diam-diam.
“Ehemm…” Suara Henry membuyarkan langkah mereka yang diam-diam memasuki tempat rahasianya keluar dan sontak mereka terhenjak kaget.
“Henry?” Panggil Cat tak percaya. Akhirnya Cat terciduk keluar diam-diam bersama Pangeran Ernest.
“Tuan Putri, diluar sangat berbahaya. Saya sarankan Tuan Putri untuk tidak lagi keluar diam-diam. Jika Tuan besar mengetahuinya, maka Tuan Putri akan dihukum”
“Aku tahu” Jawab Cat ketus.
Pangeran Ernest merasa bersalah dan meminta maaf kepada Henry yang telah membuat Cat terkena masalah “Maafkan aku Tuan Henry, lain kali aku akan melarang Tuan Putri keluar”
“Terima kasih Pangeran atas perhatiannya. Saya harap ini yang terakhir kalinya” Ujar Henry.
---
Keesokan harinya Cat dan Pangeran Ernest kembali berlatih kuda. Cat telah bisa membawa kudanya berlari. Pangeran Ernest yang mengikutinya dari belakang pun senang melihat Cat yang telah piawai membawa kuda. Cat juga senang, wajah cerah bahagia terlukis diwajahnya. Namun tak lama setelah itu wajah garis bahagianya langsung berubah ketika melihat Putra Mahkota berjalan beriringan dengan Ayahnya disuatu lorong yang terlihat oleh kedua maniknya. Cat terkejut, tali yang seharusnya ia pegang tak sengaja ia lepas,
Krekk…
Kuda tiba-tiba berputar arah tak tentu karna hampir saja menabrak tiang pembatas dan Cat seharusnya mengarahkan kuda untuk berputar dengan teratur namun karna Cat melamun dan tali yang seharusnya ia pegang
terlepas, keseimbangan tubuh Cat pun tak terkendali hingga ia terjatuh.
Bersambung.
__ADS_1