The Future Princess

The Future Princess
Episode 130 / tangan yang terluka.


__ADS_3

“Kesehatannya akhir-akhir ini kurang begitu bagus. Tapi kau tenang saja. Cleyton pasti bisa menyembuhkan Ayahku” Balasnya tenang. Jika memang demikian yang dikatakan Andrea, maka Cat tidak perlu khawatir. Tapi


biar pun begitu, tetap saja hatinya tidak tenang. Walau pun ia menyadari bahwa sebagian besar terselip begitu banyak tragedy yang dulu tidak pernah ada dalam hidupnya sebelum ia bereinkarnasi. Tapi mungkin saja takdirnya bersama Andrea tetap akan terjadi seperti dulu.


Perjalanan yang terlihat berbeda ini baginya sedikit mengesankan bagi Cat. Berpegangan tangan dan berjalan bersama beriringan, seolah-oleh Andrea mengingatkan bahwa jangan jauh-jauh darinya dan agar wanita itu tidak lepas dari sisinya.


“Karna kita akan melakukan perjalanan lagi, ada baiknya kita menunggangi Kuda.”


“Baik Rael”


Mereka kembali ke sisi kuda yang mereka tinggalkan sebelumnya dan mereka pun meninggalkan lokasi tersebut. Seperti hal nya tadi, mereka berdua saling canggung dengan detak Jantung yang super kuat.


Karna lokasi yang tidak begitu jauh, akhirnya mereka tiba. Cat turun dan dipapah oleh Andrea seperti sebelumnya. Mereka mulai menghimpiri lokasi sekitar yang tampak begitu ramah dikunjungi pembeli dan riuhnya suara antara penjual dan pembeli lainnya. Inilah kesan pertama Cat saat ia melihat langsung situasi dipasar tradisional. “Wahh” gumamnya tanpa suara. Andrea yang melihatnya pun hanya berdesih ringan.


Bahkan pengemis pun duduk disudut-sudut tertentu meminta belas kasihan orang-orang sekitar yang melewati mereka. Ternyata negeri ini pun tidak luput dari rakyatnya yang miskin dan kelaparan. “Bukankah kita harus memberi mereka uang atau makanan B, Rael ?” Tanya Cat kepada Andrea yang hampir saja spontan Cat memanggilnya dengan gelar kerajaan.


“Kau bawa uang diperjalanan kemari??” Tanya Andrea. Dan itu seketika membuat Cat baru tersadar bahwa ia selama ini tidak pernah membawa uang kecuali saat bersama Alexa dan Bibi Rose. “A-aku lupa” Ujarnya malu.


“Huuftttt” Andrea menghela nafas panjang dan ia pun mengeluarkan saku kain sutra berisi uang kepada Cat “Ini, berikanlah kepada mereka” Ujarnya dan kemudian Cat memeriksa isi kain tersebut yang berisi beberapa keping perak. “Perak???. Ini belum tentu cukup untuk beberapa minggu kedepan. Bukankah anda terkesan pelit??” ejek Cat yang membuat Andrea ternganga.

__ADS_1


“P-pelit???” Sudut bibir sebelahnya terangkat karna merasa sedikit terhina oleh kata-kata Cat, lebih tepatnya ia malu.


“Baiklah ini” Ia pun memberikan sat kain berbeda ditangan Cat dan kemudian Cat pun memeriksanya lagi “Nah ini pasti mereka akan kenyang sekeluarga. Ini bisa cukup beberapa minggu kedepan, setidaknya mereka tidak kelaparan selama saat itu” Balas Cat sedikit tersenyum. Ia pun mulai memberikan satu persatu pengemis 2koin emas perkepala. Sontak mereka yang selama ini tidak pernah mendapatkan koin emas terkejut hebat, takjub dan


bahagia.


“Terima kasih Nyonya dan tuan” Tidak henti-hentinya dari mereka berucap syukur dan menyembah Cat dan Andrea yang sedikit jauh karna masih sibuk memberikan beberapa pengemis koin emas. Namun tetap Cat dari jauh memberi senyuman balasan kepada mereka.


“Tap” Seorang pengemis yang juga diberi koin oleh Cat tiba-tiba menyentuh tangan Cat secara membabi buta dan Cat pun sontak melihat kearah sumber dengan pandangan terkejut “Aura mu sungguh kuat, kau dapat membuat benua hampir tenggelam karna peperangan, namun kau juga dapat menyatukan dan merubah benua kemudian. Jalan nasib dan takdir mu telah diatur. Kau juga akan mengalami kemalangan dan kehilangan.”


Seorang pengemis kakek-kakek tua renta yang menghampiri Cat dengan secara gamblang membaca garis hidup Cat, seolah-olah yang dikatakan kakek tersebut sebagian benar. Dan Cat terkesima dengan apa yang beliau ucapkan “Meski pun waktu mengubah takdirmu kembali, tetap saja banyak jalan berduri yang tetap kau jalani dengan kaki telanjang”


“Maaf kami harus pergi” Ujar Andrea meninggalkan kakek tersebut, Cat juga akhirnya mengikuti langkah Andrea meninggalkan orang tua tersebut dengan perasaan berat “Jangan pulang melewati arah utara, carilah arah selain itu. Kalian akan mengalami kesialan jika melewati tempat itu” Teriak Kakek tersebut yang cukup didengar oleh keduanya.


“Kakek itu bilang kita harus melewati arah lain selain utara, bukankah itu yang kita lewati barusan sebelum ketempat ini??” Tanya Cat, ia mulai sedikit takut dengan perkataan kakek tersebut. Takut-takutnya itu bisa


saja terjadi, namun Andrea tidak menghiraukannya. “Semuanya akan baik-baik saja, kita sudah melakukan penyamaran. Selama ada aku, kau tenang saja Cat” Tapi pada kenyataannya Cat sedikit percaya dan mulai tidak tenang dengan perkataan Andrea yang terlihat meyakinkan.


“Lagi pula, hanya jalan itu yang paling dekat menuju istana. Jika kita melewati arah barat, setidaknya kita harus melewati hutan dan jembatan gantung. Jam segini biasanya arus akan naik dan hampir menyentuh bibir jembatan, itu akan lebih berbahaya jika melewati tempat itu. Sedangkan arah Selatan lebih tidak mungkin lagi, itu menuju arah Golio.” Perkataan Andrea yang memang masuk akal, tapi tetap saja Cat tidak tenang. Apa ia harus percaya karna lelaki ini pada dasarnya kuat.

__ADS_1


Cat hanya bisa menuruti kata-kata Andrea. Katakanlah ia percaya karna Andrea adalah master pedang dan senjata. Setidaknya hanya itu yang dapat ia pegang dari Andrea. Karna puas berjalan-jalan dan berbelaja, mereka pun pulang. Cat melihat situasi yang sudah terlihat gelap. Kuda pun melaju sedikit cepat agar bisa lebih dahulu sampai ke istana. Cat pun diserang penyakit takut karna gelapnya sekitar.


Dalam hati Cat berdoa agar ia dan Andrea baik-baik saja dan selamat sampai istana.


“Tap” Sebuah lemparan anak panah tepat didepan mreka menghentikan seketika Kuda yang sedang melaju dan spontan sang Kuda menaikkan kedua kaki depannya ke udara dan terjatuhlah mereka seketika ketanah secara


bersamaan.


“Aaahhh” Teriak Cat menggema seketika saat tubuhnya menghempas diatas tanah dan itu cukup menyakitkan bagi tubuhnya. Hal pertama yang Cat khawatirkan ketika ia sadar adalah Andrea. Ia lekas beranjak dan menghampiri Andrea yang melihat sebelah tangannya. Sepertinya lelaki itu terluka karna ia terlihat mengiris kesakitan “Yang Mulia” cat segera menghampiri Andrea. “Anda baik-baik saja??” Tentu saja tidak. Tangannya terluka ketika mencoba menyelamatkan Cat.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2