The Future Princess

The Future Princess
Episode 114 / Memulai perang.


__ADS_3

“Marquess Franklin. Ia adalah kaki tangan Yang Mulia Raja dan terkenal dengan kejujurannya. Dan anak yang diadopsinya bernama CATRINN”


“Ahh” Ela terdiam seribu bahasa. Kedua maniknya terbelalak sempurna seakan ingin keluar dari tempatnya. Ini terdengar sangat jelas sekali dikedua indera pendengarannya. Tidak salah lagi itu adalah wanita yang selama ini ia cari. “Wahh ada cerita menarik rupanya” Ujar wanita tersebut menambahkan lagi dan itu membuat Ela kembali penasaran. “Apa itu??”


“Katanya dia ditemukan pertama kali oleh Putera Mahkota Felix disebuah sungai yang tidak jauh didalam hutan, wahh ini cerita yang sangat romantic. Jika ditulis didalam sebuah Novel pasti akan laku” Ela dibuat terguncang hebat mendengar hal itu.


“Anda tahu tidak, baru-baru ini ada novel yang belum lama ini laku pesat dipasaran. Bahkan sekali peluncuran langsung habis total. Duh untung saja saya sudah membelinya terlebih dahulu sebelum habis” Ela tidak


mendengarkan cerita wanita itu karna ia terburu gelisah dan terkejut mendengar apa yang ia dengar tadi. Ela pun memberikan sisa koin 40 keping emas kedalam sebuah saku dan meletakannya dihadapan wanita tersebut.


‘”Terima kasih atas infonya” Ela pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan tergesa-gesa. Jika yang disebut dengan wanita tadi Catrin ditemukan oleh Putera Mahkota Felix, tentu sudah tidak asing lagi. Karna mereka


menjalin cinta yang terlihat didepan matanya sendiri. Mungkin disaat itu lah mereka mulai menaruh perasaan masing-masing.


Ah kenapa hal ini mesti terjadi. “Yang Mulia Putri, anda tidak boleh seperti ini. Keluarga dan Putera


Mahkota Andrea sangat-sangat sedih kehilangan anda. Bagaimana anda tega melakukan hal seperti ini” Ela berlarian diantara kerumunan orang untuk kembali ke penginapan. Rasanya dadanya begitu sesak sekarang. Sesak tidak tertahankan.


Dan Ela kembali ke penginapan dengan kelelahan karna belarian sepanjang jalan tanpa jeda. Ia berbaring diatas ranjangnya dan mengistirahatkan tubuhnya. Ia mengkondisikan kembali alur ritme jantungnya yang berdetak berpacu seperti perlombaan didadanya.

__ADS_1


Pada malam hari yang tenang, Lewis didalam kediamannya atau lebih tepatnya diruang kerjanya membaca secarik kertas dari Angela yang saat ini berada dikerajaan Imperial. Sudut hatinya membara terbakar. Ia mencengkram kertas yang berisikan laporan dari Ela tersebut. Saat ini detak Jantungnya berdetak lebih kencang. Kini perasaannya bukan lagi tentang kesedihan, tapi kemarahan yang melanda. Rasanya ia ingin melampiaskannya


kedalam bentuk apa pun. Tapi ia tahan sekuat tenaga.


Malam ini pun terlalu larut baginya. Besok pagi ia harus ke istana untuk menyampaikan berita mengejutkan ini.


Keesokan harinya Andrea telah menunjukkan sedikit perubahan. Kondisi kamarnya tidak lagi berantakan dipenuhi minuman miras. Ini adalah hal yang mengjeutkan bagi beberapa pelayan, kesatria termasuk tuan Cleyton sendiri. Andrea juga tidak diikat seperti sebelumnya. Alasan kuat yang membuat lelaki ini cepat sekali menunjukan perubahan karna ia belum lama mendapat surat kecil dari Angela, yang tidak lain adalah anak tuan Cleyton sendiri.


Ia sudah gagah dengan baju kerajaan kebesarannya dan berdiri didepan jendela kamarnya “Yang Mulia” Panggil Lewis memasuki kamar Andrea dengan menundukkan pandangannya. “Segera kirim surat balasan kepada Angela


dan tanyakan dimana keberadaan Catrin saat ini” Saat ini Andrea berbicara dengan pancaran kedua manik yang sangat menakutkan. Kedua matanya seperti Elang yang baru saja menandai target mangsanya dari atas langit.


tapi yang lebih membuatku tidak habis pikir, ******** itu ternyata menyembunyikan tunanganku disuatu tempat.” Hati dan pikiran Andrea terbakar membara oleh kebencian.


Ia tidak akan tinggal diam dengan apa yang dilakukan Putera Mahkota Imperial tersebut. “Kau terbukti menyembunyikan kekasihku Felix, aku akan menyatakan perang dengan kerajaanmu” seringai dan gumam Andrea licik. Felix sudah mulai bermain-main dengan kepemilikannya yang jelas-jelas itu wanita itu adalah tunangannya. Hingga kabar kebenaran tersebut sampai ditelinga Baginda Kaisar.


“ini tidak bisa dibiarkan, mereka terang-terangan menyembunyikan calon Puteri Mahkota Skanea disana” Ungkap marah Kaisar tersebut. Meski pun kondisi tubuhnya sedang tidak sehat, tapi seketika api kemarahannya bergejolak. Ia bahkan setuju jikalau mengirim pasukan ke kerajaan tersebut dan memulai perang. Untuk apalagi berbaik hati kepada pencuri pikir Kaisar.


Ela pun menerima surat balasan sehari setelahnya. Seperti yang ia bayangkan, mereka meminta informasi lebih lanjut. Untung saja Ela sudah mencari tambahan informasi yang akurat. Setelah ia mendapat informasi tersebut. Ia segera pindah ke penginapan lain tanpa sepengetahuan kesatria Johny. Ia segera membalas surat tersebut secepat mungkin dan mengirimnya kembali menggunakan seekor merpati kerajaan milik Skanea. Dengan ini ia berhasil mengungkap jati diri Catrin yang masih hidup.

__ADS_1


Ia berharap masalah antara kedua belah pihak kerajaan bisa terselesaikan segera. Entah dalam bentuk apa pun, yang penting berakhir secara damai. Namun itu hanya fikiran sesaat Ela. Berbeda dengan yang difikirkan Andrea beserta keluarga Catrin. Tidak ada kata baik-baik dalam kamus mereka. Ini adalah pencurian bagi mereka. Sesuatu yang dicuri harus dikembalikan dan dihukum.


Dapat dipastikan kalau saat ini Kerajaan Skanea memanas dengan hal ini. Surat balasan Ela pun sampai dan disanalah Andrea lebih gila lagi. Ia memecahkan sebuah vas bunga kaca mahal pemberian dari kerajaan timur kesegala arah dan bertebarlah pecahan-pecahan tersebut terurai diatas lantai. Lewis yang kebetulan menyaksikan kejadian tersebut hanya terdiam. Baginya yang dilakukan Andrea sudah seperti dirinya sendiri saat ini.


Ia juga ingin melemparkan apa pun yang ada dihadapannya tapi itu bukanlah tempat kekuasaannya sehingga tidak bisa sembarangan ia menyentuh barang milik orang lain meski pun Andrea adalah calon menantunya.


Ela berharap Putera Mahkota Andrea dan keluarga Catrin dapat menjemput Catrin disini tanpa ada embel-embel lain yang dapat memicu kebencian atau bahkan peperangan antara kedua belah kerajaan besar ini pikirnya, namun pikiran dan keinginannya berbanding terbalik dengan yang akan dilakukan pihak Skanea.


“Siapkan pasukan tentara sebanyak-banyaknya. Kita akan pergi menuju perbatasan Skanea-Imperial. Dan sampaikan surat kepada Baginda Kaisar mereka kalau kita datang memulai peperangan” Titah Putera Mahkota Andrea.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2