
Rasanya ia sudah menggali dua liang kubur secara bersamaan, satu untuk wanita itu dan satunya lagi untuknya. Tapi jauh beberapa meter kedalam lagi jiwanya sudah seperti lama terkubur pergi lebih dulu. Kini kedepannya ia akan merasakan kesepian, kehilangan dan rasa bersalah berkepanjangan. Ketakutan yang membara dan malam-malam panjang dengan insomnia. Seperti layaknya hari-hari dalam kuburan.
---
Cat masih tersesak dan terdiam mendengar cerita pelayan yang bergosip dibalik dinding itu. Ternyata mereka mencarinya sampai kesini pikirnya.
“Sayang sekali, Putri itu mati katanya dan hanya menemukan potongan-potongan tubuhnya didalam perut Buaya” Bisik pelayan tersebut yang cukup terdengar ditelinga Catrin dan itu membuat ia terhenjak keget. Cat Hampir dibuat tidak percaya dengan kata-kata sipelayan tersebut.
“Kasihan sekali” Ujar pelayan satunya yang selaku pendengar setia gosip.
“Benar. Saat ini katanya dikerajaan itu sedang berkabung. Rakyatnya dilarang beraktifitas sampai masa berkabung selesai”
“Pasti keluarganya sedih saat ini”
“Deg” Cat mulai tak kuasa mendengar kalimat terakhir. Hatinya mulai luluh lantak. Ia pun melarikan diri menuju kamarnya. Benar, pasti keluarganya saat ini kehilangan atas dirinya. Padahal ia masih baik-baik saja disini dan
masih hidup. Tapi malah sebaliknya yang terjadi disana. Ia dianggap mati oleh orang-orang disana.
Cat masuk tergesa-gesa kedalam kamarnya dan menutupnya rapat-rapat pintu tersebut lalu menyandarkan punggungnya disana. Ia mulai menyeret tubuhnya turun perlahan-lahan, membayangkan apa yang mungkin terjadi
disana. Perih, sesak dan terluka. Ia mulai merindukan keluarganya disana.
__ADS_1
“Ahh huhuhuuu hiks. Ayaahhhhh” Tangisnya perlahan sambil memangku kedua lututnya ditepi pintu.
Ia mulai mempertanyakan dirinya untuk apa ia disini. Ia ingin berada didekat keluarganya. Ia sudah tidak melupakan mereka. Ia sudah ingat segala tentang dirinya. Tuhan mohon ampunilah dirinya yang sudah tidak menjadi anak yang berbakti kepada keluarganya. Ia hanya ingin melepas diri dari orang yang ia benci yang suatu saat akan membunuhnya dan keluarganya.
---
Suasana berkabung masih menyelimuti keluarga Cat dan istana. Upacara pemakaman pun dilakukan saat itu juga mengingat kondisi mayat yang tidak mungkin untuk menunggu lebih lama. Upacara yang berlangsung disalah
satu pemakaman kerajaan ini dihadiri oleh semua bangsawan dari berbagai kalangan termasuk Raja, Ratu dan Putera Mahkota Andrea sendiri sebagai orang yang ditinggal selamanya.
Pangeran Philip juga ikut terluka disana. Sebagai seseorang yang juga mengagumi sosok Catrin, hatinya memanas dan merindu. Jika tahu Andrea tidak becus menjaga Catrin. Lebih baik Catrin bersama dirinya. Meski pun sekali lagi Philip sadar bahwa ia hanyalah Pangeran tidak diakui dinegeri ini disbanding Putera Mahkota sendiri. Ia mencengkram kedua tangannya erat saat prosesi pemakaman Catrin.
Suatu ketika saat dulu ia bisa melihat senyum Cat, Phillip menyadari Kebahagiaan khayalan sering kali lebih bernilai dari pada kesedihan yang nyata.Tapi kesedihan yang nyata itu malah membunuh jiwanya yang telah lama kering untuk gadis lain dan seolah-olah membakar dirinya yang begitu lemah mudah terbakar bagaikan hutan dimusim kemarau panjang.
Phillip menangis dalam diam tanpa suara. Bahkan tangisannya belum tentu menyiratkan rasa sedihnya yang mendalam. Ia hanya akan menangis dan sedih berkepanjangan dalam kesepian seorang diri.
Seorang penulis dari asia pernah membuat kata bijak, kejadian besar selalu bisa membuat orang cepat
dewasa. Mereka tidak bisa menghindar, tidak bisa melawan. Mereka hanya bisa memeluk semua kesedihan, memeluknya erat-erat.
Kesedihan yang dialami Phillip mungkin memiliki cerita berbeda dan tersendiri dengan Putera Mahkota Andrea. Lelaki yang pernah menyimpan kenangan bersama tuan Putri bermata grey tersebut. Semua kenangan miliknya sesungguhnya hanya berisikan kepedihan, membalas suratan takdir yang kejam. Bahkan menyelamatkan penduduk satu kekaisaran belum tentu dapat terpuaskan. Tidak sekali pun ia berlaku manis. Ia menjalaninya karna keegoisan yang tidak memiliki unsur apa-apa. Dan menjalaninya seperti air mengalir.
__ADS_1
Dan didalam air mengalir tersebut, rupanya menjadi air tertenang yang dalam tanpa dasar. Menenggalamkan seseorang dimabuk benci yang mendalam. Hinga mampu menewaskan sasaran target polos tanpa tahu cara untuk
berenang menyelamatkan diri. Ialah yang membuat air dalam tanpa dasar tersebut.
Kini, bisakah ia melepaskan segalanya tanpa penyesalan?, bisakah ia merelakan dengan hati yang ikhlas??, bisakah ia menerima semuanya dengan lapang dada?, agar ia tidak berkubang dalam kesedihan!. Andrea menarik satu sudut bibirnya dan menciptakan seringai yang membuatnya seperti ditelan kepahitan.
Cat masih berkutat sendiri didalam kamarnya. Menangisi pahitnya fakta yang ia terima. Jika ia ingin kembali, maka bersiap-siaplah ia akan menjalani hidup yang penuh dengan kepahitan dan tertekan. Jika ia seolah-olah mati dan memulai hidup baru disini, maka ia harus merelakan segalanya termasuk keluarga yang ia cintai. Manakah yang ia harus ia pilih saat ini.
Begitu ia memulai hidup baru disini, maka ia harus merelakan dan melupakan semua jati dirinya sebelumnya. Dan hiduplah sebagai Catrin yang baru. Memiliki keluarga baru dan akan menjadi bagian dari keluarga Kaisar yang baru. Serta dicintai seseorang yang lebih amat mencintainya dan lebih peduli terhadapnya.
Keheningan itu makin berasa sepintas mulai memporak-porandakan hatinya.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.