The Future Princess

The Future Princess
Episode 36 / Khawatir.


__ADS_3

Saat ini Cat sedang menemani Ratu Louisa minum teh bersama setelah melepas para lelaki pergi untuk berburu. Tentu saja orang yang ingin Ratu ajak bicara tidak lain pasti Putri Catrinel.


“Ahh teh hitam ini sangat nikmat” Ujar Ratu Louisa saat menikmati teh hitam seduh kesukaannya. Cat tersenyum memaksa mendengar cuitan Ratu. Disisi lain pikirannya berkecamuk (Ahh bagaimana caranya keluar dari situasi ini?) Henry yang menjaga dari luar tenda pun dipaksa Cat untuk mencari ide sebelumnya agar bisa keluar dari tenda Ratu.


“Yang Mulia Putri Ambelina datang berkunjung” Ujar pelayan masuk memberi laporan. Tampaknya adik kandung Raja itu juga kesepian karna anak dan suaminya kini ikut berburu ke hutan dan ia pun tidak memiliki teman untuk diajak berbincang. Cat pun tampak mendapatkan celah dengan kedatangan Putri Ambelina.


“Suruh masuk. Sudah lama juga aku tidak bertemu dengannya” Titah Ratu yang langsung dilaksanakan oleh pelayan tersebut. “Baik Yang Mulia”


“Salam kepada Yang Mulia Ratu Louisa.”


“Putri Ambe jika hanya ada kita, tidak perlu memberi salam. Mari kita minum teh bersama”


“Salam saya kepada Tuan Putri Ambellina, saya Catrinel Maldovan Dominique” Cat harus memberi salam dan memperkenalkan diri karna ia baru pertama kali bertemu dengan adik kandung Raja sekaligus Ibunda Pangeran Phillip. Namun yang ia herankan, dikehidupannya dulu. Ia bertemu dengan Putri Ambelina saat ia melangsungkan pernikahan dengan Andrea, bukan saat perburuan.


Pertemuan itu pun lebih cepat dari dugaannya saat ini. “Benar kata orang-orang, kau memang cantik Putri. Tak salah jika Baginda Raja ingin menikahkanmu dengan Putra Mahkota” Ujar Putri Ambelina terkesan.


“Tidak Putri. Cantik saja tidak cukup untuk menjadi calon Permaisuri, tapi harus cerdas dan pintar. Putri Cat sangat cerdas. Penanaman pohon diwilayah Qannes dan Kalen itu adalah ide darinya. Luar biasa bukan??”


“Ya aku mendengarnya dari anakku. Ia sangat menggebu-gebu saat menjelaskan tentang Putri Cat saat berpidato dihadapan para pejabat istana”


“Terima kasih atas pujiannya Yang Mulia.” Gumam Cat tersenyum.


Cat kembali bergumam dalam pikirannya (Bagaimana caranya keluar dari situasi ini??? Kedatangan Putri Ambellina bahkan lebih menyusahkanku untuk keluar dari tempat ini ) Teriak Cat dalam pikirannya.


“Maaf Yang Mulia, diluar Putri Morissa datang berkunjung. Apakah Yang Mulia menerimanya??”

__ADS_1


“Putri Morissa??” Tanya Ambellina bingung, sebab ia tak mengenal nama wanita tersebut.


“Ia adalah Putri dari Kerajaan Persia. Ia datang bersama kakaknya Pangeran Ernest.” Jawab Ratu Louisa.


“Suruh ia masuk. Semakin ramai akan semakin hangat perbincangan kita” Sambung Ratu mempersilahkan wanita tersebut masuk.


“Salam saya Baginda Ratu. Saya Putri Morissa De Valdmir dari kerajaan Persia” Putri Momo memberi salam, saat ia melirik Cat yang lebih dulu datang darinya dan berkumpul dengan Ratu, tatapan matanya pun mulai berubah.


“Silahkan Putri” Ujar Ratu mempersilahkan.


“Ada apa gerangan Putri datang ke tenda saya??” Tanya Ratu.


“Saya membawa kudapan khas dari negeri saya untuk Baginda Ratu. Kudapan ini adalah buah Jambu yang telah difermentasi dan sangat berkhasiat untuk kesehatan tubuh. Saya juga membawa seduhan Jahe merah yang sangat bagus untuk tenggorokan” Saat Putri Momo mengenalkan seduhan Jahe, wanginya langsung terasa, rasa penasaran dikeduanya pun semakin terlihat.


Cat semakin frustasi dengan kehadiran Putri Momo. Ia makin bingung untuk bisa keluar dari tempat ini.


“Yang Mulia, hamba ingin pamit. ada beberapa hal yang harus hamba kerjakan diluar.”


“Apa aku baru saja mengganggu waktumu Tuan Putri?? Seharusnya aku tidak memanggilmu” Ratu merasa bersalah.


“Tidak Yang Mulia. Justru hamba ingin sekali menemani Yang Mulia disini bersama Tuan Putri Ambelina. Namun ada beberapa hal yang harus hamba kerjakan. Mengingat Putri Momo telah disini tentunya Yang Mulia bisa kenal lebih dekat. Putri Momo sangat pintar dalam bernyanyi, tentunya bisa menghibur Yang Mulia disini”


(Dari mana dia tahu kalau aku bisa bernyanyi??) Momo menduga-duga dalam pikirannya karna Putri Cat yang tahu tentang kepiawaiannya bernyanyi.


“Benarkah?? Wah saya ingin sekali mendengar Putri Momo bernyanyi”

__ADS_1


“Ahh itu adalah pujian yang berlebihan Tuan Putri.” Ujar Morisa sedikit gugup.


“Benar, saya juga penasaran. Bisakah Putri menyanyikan lagu untuk kami???” Tambah Putri Ambelina yang terlihat penasaran.


(Sialan. Aku kan belum menyiapkan lagu apa yang harus aku nyanyikan dihadapan Yang Mulia dan Putri Ambelina. Putri Cat sialan. Tapi biarlah setidaknya aku bisa lebih lama dengan Yang Mulia Ratu dan mengambil hatinya) Momo meronta-ronta dalam pikirannya.


“Kalau begitu saya pamit undur diri Yang Mulia Ratu, Tuan Putri Ambelina dan juga Putri Momo”.


Cat pun akhirnya berhasil keluar dari tenda Ratu. Untung saja Ratu tidak bertanya lebih detail apa yang akan ia lakukan. Ia pun tergesa-gesa berjalan menuju tendanya yang berjarak lumayan jauh dari tenda Ratu Louisa. Henry pun juga menyamakan langkahnya dari belakang Cat “Cepat, kita harus segera menuju dalam hutan. Hari akan semakin gelap” Henry terkejut  “Apa putri akan ikut masuk kedalam hutan??” Tanya Henry curiga.


“Kita akan masuk kedalam hutan. Bawakan keperluanku dan siapkan kuda. Kita akan bermalam disana, ada hal yang harus kita selamatkan” henry segera mencegat dan menghadang Cat kedepan.


“Tidak Putri. Terlalu berbahaya jika Putri masuk kedalam hutan”


“Lalu apa gunanya dirimu?? Aku akan lebih aman jika aku membawamu” Henry pun terdiam.


“Baiklah Putri, saya akan melindungi Putri dengan nyawa saya”


“Bagus” sambil memukul bahu kanan Henry dan kembali menuju tendanya.


Cat segera berganti pakaian kesatria miliknya setelah masuk ke dalam tendanya, kedua pelayannya pun harap-harap cemas akan keselamatan majikannya nanti. Tapi dengan adanya Henry setidaknya rasa kekhawatiran mereka berkurang.


Bersambung.


@yulia.fernanda__

__ADS_1


__ADS_2