
“Yang Mulia tidak boleh mati. Yang Mulia harus tetap hidup disisi saya” Felix menyambut dengan senyuman hangat dibibirnya. Ia mengerti bahwa Cat tidak ingin kehilangannya meski pun ia tahu, sepertinya wanita ini baru saja mimpi buruk dan mimpi itu pasti berisi tentangnya. Disanalah rasa bangga, haru dan bahagia menyelimuti dirinya. Ia baru saja dimimpikan oleh seorang wanita yang ia cintai.
---
Setelah Kejadian itu, Cat sangat-sangat malu. Ia tak menyadari kondisinya yang hanya memakai piyama tanpa alas kaki yang melindungi kakinya dari dinginnya lantai marmer yang ia pijaki. Ditambah Putera Mahkota Felix yang mnggendongnya menuju kamar ala bridal style. Belum lama ia melakukannya saat Cat tertidur bersama Putri Rani diruang baca milik adik kembarnya.
“M-mafkan saya Yang Mulia” Ujar Cat malu, memalingkan wajahnya sambil mencengkram erat baju didada bidang Felix hingga ia membuat Felix terkekeh gemesh dengan tingkahnya.
Semenjak kejadian itu. Cat malu bertemu Putera Mahkota Felix.
“Kau digendong oleh kakakku?? Wahh” Ujar Puteri Rani yang saat ini sedang bergabung bersama Cat dan saudara kembarnya di Istana utara sambil meneguk Teh kesukaannya, tempat kediaman Putri Rani berada.
“I-ia. Saat itu saya benar-benar tidak sadar Yang Mulia Puteri”
“Hmmm aku tidak apa-apa, aku malah senang mendengarnya dari pada ia menggendong wanita itu” Liriknya yang diikuti oleh Pangeran Ran dan Cat kemudian. Mereka melirik ke satu wanita dengan beberapa pelayan dibelakangnya serta 1 orang prajurit yang mengikutinya dari belakang.
“Siapa dia Putri??” Tanya Cat tak kenal.
“Dia adalah Nona Sovea der Cloun. Anak dari Viscount Daniel der Cloun. Dia yang akan menjadi Selir kakak nanti” Ujar Pangeran Ren.
“Ha??” Teriak Cat terkejut.
“S-selir??” Tanya Cat gugup.
“Ya tentu saja. Kan memang harus ada selir sesudah permaisuri atau pun ratu. Keluarga kerajaan pasti tidak hanya memiliki istri 1 saja tapi lebih untuk menguatkan posisi istana.” Tambah Putri Rani.
Untuk posisi selir memang tak selalu dibutuhkan tapi jika perlu adanya, maka akan ditunjuk dari salah satu bangsawan berpengaruh. Yang pasti ada beberapa alasan kenapa hal itu dilakukan. Bisa karna keturunan, bisa saja menyangkut kekuatan didalam posisi Raja, Putera mahkota dan Pangeran dalam ruang lingkup istana.
__ADS_1
Lalu apakah istana Imperial ini memliki seorang Selir??
“Yang Mulia, apakah diistana ini ada seorang Selir??” Tanya Cat mulai menyelidik.
“Baginda memiliki 12 Selir dan 1 Ratu.” Ucap Rani dengan meneguk Teh ditangannya.
Cat terpaku mendengar jumlah selir yang dimiliki Kaisar. Lalu bagaimana dengan Putera Mahkota Felix. “Lalu bagaimana Putera Mahkota Felix?? Bukankah harusnya beliau sudah memiliki Permaisuri??” Tanya Cat lagi.
“Yang Mulia sangat sensitive jika ditanya soal pendamping. Tapi sepertinya tidak lagi” Jawab Rani sambil melirik kearah Cat. Tentu saja Cat bingung dengan tatapan Rani.
“Kenapa begitu Yang Mulia??”
“Memangnya kau tidak merasa kalau kakakku itu sedikit perhatian terhadapmu?” Tanya Pangeran Ren.
“Perhatian?? Bukankah Putera Mahkota melakukannya karna saling tolong menolong?” Jawaban konyol itu langsung dibalas tatapan kecewa dari kedua kembar tersebut.
---
Felix menyadari semenjak kedatangan Cat diIstanannya, ia tak pernah berjalan-jalan keluar istana dan terkurung tanpa kegiatan yang tidak jelas. Ia pun menyempatkan waktu mengajaknya jalan-jalan keluar istana sekaligus melakukan kunjungan ke sebuah desa terpencil perbatasan Imperial dan Skanea. Desa yang dikelilingi pegunungan ini dimanfaatkan warganya menanam sayur-sayuran sebagai mata pencaharian.
Disaat Pangeran Ren dan Putri Rani merengek kepadanya untuk membawanya bersama Cat ke desa itu, Felix pun menyetujuinya dan tibalah dimana hari mereka berangkat menggunakan kereta kuda.
“Aku akan menaiki kudaku sendiri untuk melindungi kalian dan kalian bisa tinggal didalam kereta” Ujar Felix sebelum keberangkatan.
“Tapi Yang Mulia, diluar pasti tidak aman” Ujar Cat khawatir.
“Hahaha Cat kau tidak perlu khawatir. Hal seperti ini sudah biasa bagiku. Lagian, kita juga ditemani beberapa prajurit istana. Perjalanan kita pasti aman” Ujarnya agar Cat menghilangkan rasa khawatirnya.
__ADS_1
“Cat yang perlu kau khawatir kan itu jika kakak melawan Singa. Bukan kakak yang harus kau khawatirkan, tapi Singanya. Karna nyawa Singa itu pasti tidak akan aman jika lawannya kakakku” Ujar Putri Rani menyombongkan.
“Hahaha aku tidak sehebat itu sobat kecil” Ujar Felix mengelus kasar rambut adik perempuannya.
“Jangan menyentuh rambutku. Dayangku lama merapikannya” Ujarnya terlihat jengkel.
Perjalanan dilakukan selama 6 jam dan berangkat dipagi hari. Saat semuanya tiba. Mereka pun mendirikan tenda ditepi hutan. Sementara Cat berdiri berhadapan memperhatikan tepi Hutan yang membuatnya mulai teringat
akan sesuatu.
“Cat. Apa kau tidak apa-apa??” Tanya Putera Mahkota Felix mendekati Cat dan Cat pun melihat kearah sumber suara tersebut.
“Ah saya tidak apa-apa Yang Mulia. Saya hanya merasa aneh dengan tempat ini”
“Apakah kau mengingat sesuatu?” Sambung Felix kembali.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2
__ADS_1