The Future Princess

The Future Princess
Episode 83 / Aku siapa.


__ADS_3

“A-aku S-si-apa” gumamnya sambil terus menerus berjalan dengan tatapan kosong dan hampa.


Pikiran Cat benar-benar melayang saat melihat kolam buatan cukup besar dihadapannya.


“S-sungai!!!” Gumamnya lagi. Tatapannya nanar dan intens melihat ke satu arah yakni air kolam yang dianggapnya sebuah sungai. Hingga ia mendekat kearah kolam tersebut dan menyeburkan diri kedalamnya.


Byuuurrrrrr…


Air begitu dingin dan mulai menusuk-nusuk seluruh tubuhnya. Dingin dan memuakkan baginya. Cat menikmati air dingin itu tanpa memperdulikan situasi yang bisa saja merenggut nyawanya kemudian. Banyak sekali kenangan yang masuk bertubi-tubi dipikirannya. Bagaimana mungkin seorang pria dingin yang pernah membunuhnya sebelum reinkarnasi menjadi tunangannya.


Apa benar ia pernah bereinkarnasi dan ia ingin mengubah kisah hidupnya dulu?. Jika benar, berarti sebagian jalan hidupnya ada yang berubah. Kini tubuhnya sudah disini, ditempat ini yang mungkin tidak diketahui tunangannya Andrea. Itu berarti jika ia bisa melepas belenggu dari Andrea dengan menikah bersama Felix. Maka seratus persen ia bebas. Maka ia tidak akan terbunuh dimasa depan.


Tapi, tapi justru ini dapat membunuh keluarganya. Karna dianggap pengkhianat. Maka keluarganya disana dalam marabahaya. Ia harus bagaimana??. Ia tidak mungkin dapat mengubah pria bejat itu menjadi pria luluh yang penuh perhatian, itu tidak mungkin pikirnya.


Byurrrrrrr…


Seorang pria turun ikut menyeburkan dirinya berenang mendekati tubuh elok wanita itu. Untung saja dia memiliki keahlian berenang kedalaman apa pun. Barulah ia sadari bahwa kolam buatan ini sangat dalam dan memanjang. Ia berusaha meraih tangan sigadis itu hingga ia berhasil memegangnya dan memaksa tubuh kecil itu mendekap pada tubuhnya. Setelah ia berhasil mendapatkan tubuh gadis itu. Ia pun naik menuju permukaan dengan segera.


“Ahhhh”


“Yang Muliaaa” Teriak Marquess ditengah malam saat ia melihat Putera Mahkota tersebut menolong Catrin. Pertolongan Putera Mahkota Felix dan menghilangnya Cat dikamarnya berhasil membuat seisi mansion kelabakan


hingga mereka berkumpul dibelakang aula yang terdapat kolam besar buatan.

__ADS_1


Felix berhasil menyelamatkan Catrin dan naik menuju bibir kolam. Dan seluruh keluarga Marquess mulai berbondong-bondong mendekati keduanya dengan beberapa jarak.


“Cat, Catrin” panggil Felix sambil menepuk-nepuk pelan kedua pipi catrin.


“Bangunlah” Pintanya.


Felix pun memberikan CPR didada Catrin dengan beberapa tekanan setelah berulang-ulang tidak mendapat respon saat ia memanggilnya.


“uhukkkk” Cat memuntahkan sebagian air yang terminum olehnya saat berada didalam kolam. “uhukk”.


“Cat” Felix reflek memeluk Cat dalam dekapannya karna wanita itu berhasil ia selamatkan lagi. “Uhukk” cat merasakan sakit dibagian ulu dadanya karna tekanan dari Felix barusan dan ia pun membuka kedua matanya. Ia melihat disekitarnya telah dipenuhi orang-orang berkumpul dengan tampang penuh cemas.


“Catrin sayang” Panggil Marchioness Liliana dengan masih menggunakan piyama dan selendang yang melilit tubuhnya menghampiri kedua sejoli itu.


Sementara Marquess menghembuskan nafas gusar karna kesal. Ada-ada saja kejadian aneh yang terjadi dirumah ini. Dan ini semenjak hadirnya Catrin datang kerumah ini.


“Yang Mulia” Panggil Catrin lirih masih dengan sisa-sisa tenaga yang ada. Apa ia ditolong lagi?? Pikirnya.


Setelah Felix mendengar dengan jelas panggilan dari Catrin, tanpa babibu Felix memeluknya, memastikan bahwa wanita dihadapannya ini masih hidup dan tidak meninggalkannya. Rasanya ia sudah cukup bahagia mendengarnya.


Cat pun digendong oleh Felix ala bridal style menuju kamarnya dengan keadaan sama-sama basah kuyup.


“Bagaimana keadaannya??” Tanya Felix kepada tuan Ragil yang sengaja dipanggil oleh Felix untuk datang mengecek kondisi Catrin ditengah malam ini. Ya beginilah pekerjaannya yang harus tetap stay saat dibutuhkan meski pun tengah malam seperti ini.

__ADS_1


Tuan Ragil yang sedang mengecek denyut nadi Cat pun mulai melepaskan sentuhan ujung jarinya yang menempel dikulit pergelangan tangan kecil Cat “Tubuh nona sudah menunjukkan tahap pemulihan Yang Mulia. Dengan beristirahat yang cukup, nona akan segera sembuh kembali” Ungkap tuan Ragil.


“Apa nona sudah merasa baikkan nona??” Tanya ragil kearah Cat. Cat sempat termenung sesaat dan langsung buyar ketika Ragil menanyakannya. “Aa, ya saya baik-baik saja tuan Ragil” Balas Catrin.


“Baiklah kalau begitu saya permisi dulu Yang Mulia. Jika ada apa-apa Yang Mulia bisa memanggil hamba kembali” Ujar Ragil berpamitan, sesungguhnya ia masih lelah dan sangat mengantuk. Hanya saja harus ia tahan didepan Putera Mahkota.


Cat telah mengganti piyamanya yang basah dengan piyama yang baru dan tebal. Ditambah lagi corong api yang sengaja dinaikkan agar ia cepat merasa hangat setelah tadi ia berbasah-basah ria dan kedinginan. Begitu juga Felix yang juga sudah mengganti pakaian kekaisarannya yang basah dengan yang baru saat menolong Cat didalam kolam.


“Catrin, apa kau sudah merasa baikkan sekarang??” Tanya Liliana yang masih berada disana. Begitu pula dengan kedua anak laki-lakinya.


“Sebaiknya kau istirahatlah Cat. Ini masih tengah malam. Dokter baru saja mengatakan kalau kau harus banyak-banyak istirahat” Ujar Banny


“Ia benar. Kau harus tidur kembali.”


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2