
John mulai kesal dan emosi. Pasalnya ia tak percaya dengan secepat ini masalahnya mengenai kekeringan Kalen tiba-tiba bisa didengar tunangan Andrea. Padahal pagi itu ia baru saja diusir dari ruang kerja Andrea karna menjabarkan anggaran yang tak masuk akal bagi Andrea dan ia menjadi kesulitan dan harus merevisi kembali anggaran dan laporan tersebut. Ia curiga ada yang memata-matainya dan mendengar hal yang baru saja ia lakukan sehingga Cat bisa langsung tahu dan langsung membuat Raja membuka rapat diskusi mengenai kekeringan di Kalen.
Apa ia tak salah jika ia menaruh curiga terhadap Cat. Wanita itu pasti menaruh mata-mata didekatnya hingga hal ini terjadi. Lantas kenapa Raja tiba-tiba ingin membahas masalah Kalen kalau bukan ada mata-mata yang menginformasikan ini kepada Cat, pikirnya.
Sepanjang perjalanan menuju istana, John West tak henti-hentinya berperang dialog dalam pikirannya mengenai Cat. Entah apa yang akan diutarakan gadis itu nanti dalam rapat dewan. Yang jelas hal ini tak akan mungkin mencoreng reputasinya karna salah melakukan laporan anggaran Negara. Sama halnya dengan Khail Ismat. Ia juga takut jikalau lelaki jilatannya ini akan memiliki masalah dan akan menjadi penghambatnya nanti untuk menaiki
jabatan. Ia mulai berfikir mencari jilatan baru untuk memuluskan karirnya nanti. Tapi itu mungkin hanya dugaan saja pikirnya.
---
Ruang aula kerajaan sebagian telah dipenuhi para pejabat yang telah duduk dikursi kebanggaan masing-masing. Mereka tampak saling berdiskusi dan berdialog tentang rapat apa yang akan dilakukan hingga Raja mengundang semua para pejabat untuk hadir dalam rapat ini. Tampak riuh suara seperti disebuah pasar yang sangat berisik. Karna sang Raja, ratu, Putra Mahkota, Putri Cat dan Pangeran Phillip belum memasuki Aula, maka para pejabat masih berdiskusi dengan rasa kebingungan mereka.
Sebagian dari mereka tidak tahu bahwa tujuan rapat ini adalah mendengarkan usulan Putri Catrinel Maldovan Dominique mengenai kekeringan di wilayah Kalen, namun beberapa orang tahu maksud dari rapat tersebut mengenai apa.
“Yang Mulia Raja tiba” Begitu seruan tanda Kaisar memasuki aula bersama yang lain, semua pejabat pun diam dan berdiri menyambut kedatangan orang terpenting nomor 1 di Skanea tersebut. “Salam kepada Yang Mulia Agung Raja Skanea.” Ucap serentak para pejabat termasuk Ratu, Andrea, Cat dan Phillip.
“Silahkan kembali ke tempat masing-masing” Titah Raja yang langsung serentak semuanya kembali duduk. Semua pejabat langsung terkejut melihat tunangan Andrea yang berada disamping Andrea datang bersama rombongan
Raja. Mereka mulai berbisik kesamping rekan-rekan mereka kenapa gadis itu ikut terlibat dalam rapat ini.
Lewis pun dari tempat duduknya memperhatikan anaknya yang sedikit gugup dihadapan para pejabat tertinggi. Ia sesekali menelan salivanya karna takut dan gemetar.
__ADS_1
(Aku sangat takut) Keringat kecil mulai membutir di keningnya. Andrea pun menyadari hal itu dan segera memegang tangan Cat yang saling menyatu itu. Cat terkejut dan reflek melihat kearah Andrea yang
membuatnya kebingungan tak percaya.
(Ada apa ini?)
“Tenanglah” Gumam Andrea memberi energy untuk Cat. Cat tak habis fikir. Apakah Andrea salah makan ?
Andrea pun langsung melepaskan tangannya dan berdiri menuju podium. Ialah yang akan membuka rapat tersebut.
“Selamat sore semuanya. Saya yakin semua yang hadir disini pasti bingung dan terkejut kenapa ada rapat dadakan dan harus dihadiri oleh seluruh pejabat. Seperti yang kita tahu Qannes sering mengalami bencana banjir dalam 5 tahun terakhir. Meskipun tahun ini telah berlalu dan telah berhasil kita lewati, tapi tidak menutup kemungkinan untuk kedepannya tidak akan terjadi lagi. Karna sampai saat ini kita masih belum mendapatkan jalan keluar dari titik masalah tersebut.
sangat rentan. Dan ini sama halnya dengan daerah Qannes yang belum mendapatkan jalan keluar. Maka dari itu Kaisar sengaja mengundang kalian semua untuk hadir dalam rapat dewan ini untuk mendengarkan secara langsung usulan seseorang untuk memberi kita jalan dan solusi mengenai permasalahan ini Yakni Putri Catrinel Maldovan Dominique” Ketika Andrea menyebut nama Cat, ia langsung melihat kearah Cat.
Deg Deg Deg…
Jantung Cat berdetak tak karuan. Tatapan Andrea membuat jantungnya berisik dan bergejolak. (Oh tuhan kenapa ia menatapku seperti itu)
Ketika nama Cat disebut, semua tampak riuh.
“Apakah Putri Catrin bisa memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di Kalen dan Qannes?”
__ADS_1
“Yang Mulia, maaf atas kelancangan saya, tapi Putri Cat belum pernah terjun didunia politik. Ini adalah rapat dewan dan bukan rapat mainan” Ujar Khail. Beberapa pejabat yang mengkritik secara tak langsung membuat Andrea dan Phillip emosi.
“Anda fikir Raja kurang kerjaan mengumpulkan kita semua kalau kita hanya bermain-main??” Ucapan Andrea langsung dibuat mati kutu oleh menteri Khail. Ia keceplosan memberi arahan yang membuatnya malu.
“Yang Mulia. Kita sama-sama tahu bahwa bencana yang dilanda oleh kedua daerah tersebut sangat sulit kita hadapi. Dan bahkan kita pun telah melakukan anggaran yang tidak sedikit demi memperbaiki kerusakan yang
ada. Apakah tidak sia-sia jika kita melakukan rapat ini?” Tanya salah satu menteri.
“Kalian akan paham nantinya ketika Putri Cat mengutarakan ide dan usulannya nanti. Bagaimana ia akan memberi kita ide bagaimana langkah yang tepat untuk menghindari kekeringan dan banjir. Untuk itu Raja meminta kesediaan waktu kalian untuk mendengarkan perihal itu” Ujar Andrea yang tampak geram. Bahkan disaat ia menaiki podium dan cara bicaranya yang tegas membuat Cat terpesona seketika.
Cat langsung menaiki podium ketika Andrea mempersilahkannya untuk maju dan berdiri ditengah-tengah khalayak pejabat. Ia gugup setengah mati. Tapi ia tak akan gentar. Ia mencoba memantapkan posisi dan hatinya. Ia tahu bahwa usulannya akan diterima “Selamat sore para pejabat istana Skanea. Saya tahu kalian memiliki waktu yang cukup sulit dan pastinya sangat sibuk mengenai urusan kenegaraan ini, namun izinkan dan biarkan saya mengutarakan suatu pendapat untuk mencapai jalan keluar permasalahan yang kita hadapai selama bertahun-tahun.
“Tuan Putri, kira-kira apa usulan yang akan Putri berikan?” Tanya salah satu menteri
“Usulan saya sederhana saja, yakni menanam pohon”
* Jangan lupa like dan komennya.
Bersambung.
__ADS_1