
“Apa kau tidak tahu??. Kalen sekarang sudah berangsur berubah. Aliran Sungai Qannes dialirkan ke wilayah Kalen. Meski pun jarak mereka amat jauh tapi itu terbukti membantu mereka menghentikan kekeringan diwilayah mereka. Setidaknya pohon yang kita bawa dari Golio bisa mengaliri tanah itu agar pohon-pohonnya tetap hidup. Dan kau tahu??, akhirnya yang ditunggu-tunggu pun terjadi. Selama kau pergi curah hujan mereka cukup bagus meski pun tidak deras. Itu membuktikan bahwa kau lah pahlawan si pencetus pohon tersebut” Ujar Andrea sedikit tersenyum.
Cat mendengar cerita antuasias dai mulut Andrea. “Kau tahu betapa bangganya aku saat tahu ternyata idemu cukup berhasil disana???” Ujar Andrea bangga.
“Anda terlalu memuji Yang Mulia. Saya masih perlu belajar banyak lagi tentang segalanya. Saya masih banyak memiliki kekurangan” Tutur Cat rendah hati. Jika bukan karna ia pernah hidup dahulunya, tentu saja ia tidak akan terfikirkan hal tersebut. “Barones terlalu banyak memberi saya hadiah. Saya sempat menolaknya karna terlalu berlebihan, tapi beliau tampak sedih saat saya ingin mengembalikannya”
“Terima sajalah, itu adalah hadiah atas jasa yang telah kau berikan untuk wilayahnya.” Ujar Andrea mengarahkan.
“Saya memang akhirnya menerima hadiahnya Yang Mulia. Hadiah itu akan saya jual dan akan saya belikan beberapa baju, beras, gandum dan hewan ternak untuk rakyat miskin” Kebijaksanaan Cat membuat Andrea terpukau termasuk para orang-orang yang mendengarnya disana. “Yang Mulia Tuan Putri. Pilihan Baginda Raja dan Yang Mulia Putera Mahkota Andrea memang tidak salah lagi. Anda akan menjadi Ibu Negara yang akan disayangi oleh Rakyat kekaisaran ini” Ujar kepala Dayang memuji.
Cat yang mendengarnya pun gugup dan memerah sesaat.
“Ahhh itu adalah pujian yang berlebihan. Aku masih belum layak untuk menjadi Ibu Negara yang disayangi Rakyat.”
“Hhmm itu benar Yang Mulia Putri. Yang dikatakan kepala dayang sangat tepat” Balas salah satu dayang yang lain.
Saat Cat kembali kekediamannya, ia memerintahkan Bibi Rose untuk menjual semua perhiasan yang diberikan Baroness Milen. “Bibi tolong jual semua perhiasan ini dan belilah sebanyak mungkin pakaian layak untuk anak-anak, ibu atau pria dewasa. Dan beli juga beras beserta gandum terbaik. Ohh ya jangan lupa beli beberapa ekor domba”
“Baik Tuan Putri” Balas Bibi Rose tenang dan sopan.
__ADS_1
“Alexa, tugasmu kirim semua itu keseluruh rakyat miskin. Terutama wilayah Kalen. Wilayah itu harus lebih banyak ketimbang wilayah lain. Utamakan wilayah itu beras, gandum dan pakaian. Untuk domba jangan, karna tanah mereka belum cukup untuk menumbuhkan rerumputan. Kirim saja ke wilayah yang lain” Alexa tampak menulis dengan cepat apa yang diperintahkan Cat agar ia tidak kelupaan.
“Sembari kalian melakukannya, aku akan menulis surat untuk Baron dan Baroness agar mereka tidak salah paham dengan yang aku lakukan”
“Baik Yang Mulia Puteri” Balas Bibi Rose dan Alexa bersamaan.
Alexa dan Bibi Rose mulai bergerak sesuai dengan yang diperintahkan Cat. Semua barang telah dibeli dan jumlahnya luar biasa banyak.
“Tolong pilah semuanya sesuai daftar ini ya?” Alexa tampak sibuk dengan beberapa pekerja yang sibuk mengemasi barang-barang. Sementara Bibi Rose membantu melihat kesiapan para kusir yang akan membawa domba kebagian wilayah Kalen.
Saat semua orang sibuk dengan aksi peduli amal yang dilakukan Cat tiba-tiba diistana, Cat sibuk menulis surat permintaan maaf kepada Baron Jeil dan Baroness Milen. Ia tidak ingin mereka salah aham atas perbuatannya sekarang. Karna rasanya ia belum pantas mendapatkan hadiah sebanyak dan semewah itu. Agar tidak melukai perasaan mereka ia juga mengirimkan hadiah yakni Novel yang terkenal dikekaisaran Imperial.
“S-sayang” Teriak Baroness tiba-tiba yang membuat seisi kastilnya heboh dengan teriakannya yang mendominasi sekitar. “Apa sayang??. Kenapa kau berteriak-teriak seperti itu??” Tanya Baron kewalahan dan tergesa-gesa. “Lihat ini!!” Ia menunjukan sebuah buku yang tida dipahami oleh Baron.
“memangnya itu apa???” Tanya Baron bingung.
“Ini adalah Novel langka dan terkenal itu sayang. Novel dari kerajaan Imperial. Putri bangsawan penjaga istana” Baroness Milan tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya saat mendapatkan hadiah itu dari Tuan Putri Catrin. Baginya ini lebih berharga ketimbang batu berlian yang diberikan oleh suaminya.
Karna Novel itulah yang membuat para bangsawan wanita terlihat iri dengan Baroness Milen. Disaat para bangsawan lain harus menunggu sampai Novel masuk pasar Skanea, sementara Baroness sudah mendapatkannya langsung dari Catrin.
__ADS_1
“Tuan Putri. Baroness Milen sudah menerima hadiah yang anda kirimkan. Kabarnya karna buku tersebut, para bangsawan wanita melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Baroness Milen” Ujar Bibi Rose terlihat
murung dan tidak baik-baik saja.
“Apa maksudmu mu bibi??” Tanya Cat yang sedang membaca buku sebelum ia beristirahat malam. “Tuan Putri. Dimanakah ini harus saya letakkan??” Seorang pengawal istana datang dengan sebuah patung yang terbungkus gaun cantik. Bukan hanya satu tapi beberapa pengawal pun tiba setelahnya dengan membawa beberapa hadiah ditangan mereka, kiriman dari para putri-putri bangsawan seperti gaun, sepatu dan perhiasan.
Cat pun menutup kedua maniknya jengkel dengan membuang nafas gusar “Tuan Putri. Dimana tumpukan surat ini saya letakkan??” Tanya Alexa yang baru saja masuk dengan sekeranjang kecil yang berisi tumpukan surat permintaan untuk bisa memberikan mereka hal yang sama seperti yang dimiliki Baroness Milen.
“Aaargghhh” Cat pun akhirnya sulit tidur nyenyak karna banyaknya barang yang tersesak dikamarnya. Saat pagi ia terbangun dan bersiap-siap untuk menjenguk Putera Mahkota Andrea. Ia memutuskan untuk membiarkannya saja dan akan ia fikirkn nanti apa yang harus ia lakukan kepada para putri-putri bangsawan tersebut beserta hadiah yang mereka berikan.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.