
“Oh ya saya lupa menanyakan satu hal kepada anda. Siapakah nama Putri yang hilang tersebut. Felix akan mengkerahkan beberapa kesatria Imperial untuk ikut membantu” Ujar Kaisar.
“Cat”
“Catrin Maldovan Dominique” Sambung Andrea setelah beberapa detik kemudian.
Kaisar dan Putera Mahkota terkejut hebat. Petir disiang bolong baru saja menyadarkan mereka akan satu hal yang spontanitas membuat mereka bergidik ngilu. Yang ditakutkan oleh Kaisar pun ternyata menjadi kenyataan. Felix pun sudah terlanjur menyebarkan kabar pertunangannya dengan Cat yang rupanya wanita tersebut adalah tunangan dari Putera Mahkota kerajaan lain.
Mereka hanya bisa terdiam berpura-pura tidak mengetahui siapa perempuan yang dimaksud. Sebelum hal yang akan terlaksana terjadi, Baginda Kaisar akan menyelesaikan kejadian ini secara singkat dan segera. Putera Mahkota Andrea pun kemudian memperkenalkan Ayah Catrin dan kedua kakaknya setelah itu.
“Yang Mulia perkenalkan beliau adalah Ayah dari calon Puteri Mahkota Skanea beserta kedua kakak kandungnya”
“Salam saya kepada Baginda Kaisar Imperial. Perkenalkan saya Lewis Dovan Dominique dan mereka adalah kedua anak laki-laki hamba” Tutur Lewis kemudian sebelum memperkenalkan kedua kakak laki-laki Catrin.
“Salam saya kepada Baginda Kaisar agung kekaisaran Imperial. Nama saya Cleon Maldovan Dominique. Saya putera pertama belai dan ini adalah adik laki-laki saya” Cleon menunjuk adik yang berada disampingnya.
“Salam saya kepada Baginda Raja Imperial. Nama saya Casnav Maldovan Domique”
“Seperti yang Baginda kaisar lihat. Mereka adalah orang tua dan saudara laki-laki tunangan saya.” Ujar Andrea menerangkan. Kaisar dan Felix hampir terpana. Mereka memang mirip dengan Catrin. Tidak salah lagi kalau Catrin adalah yang mereka cari selama ini. Hati Felix berdebar tidak karuan dan seperti tertusuk mata besi yang panas. Lebih sakit ketimbang ujung pedang yang tajam.
Bagaimana ini?? Ia ingin menyembunyikan Catrin disuatu tempat agar tidak ditemukan oleh siapa pun. Tapi dibalik itu hati kecilnya menolak. Catrin hampir menjadi milik orang lain. Orang lain itu adalah pewaris satu-satunya kerajaan sebelah. Bukanlah seorang bangsawan apalagi rakyat biasa. Calonnya adalah orang penting dan berpengaruh.
__ADS_1
Setelah perbincangan dan sambutan singkat. Andrea dan rombongan dibawa ke tempat peristirahatan. Tugas ini selanjutnya diberikan kepada Johny selaku perwakilan Imperial. Selain Baginda Kaisar dan Putera Mahkota Felix, ia juga orang selanjutnya yang tahu siapa sosok tunangan Putera Mahkota Andrea yang mereka cari. Karna saat memberi sambutan, ia juga ada ditempat.
Kali ini ia mengaku kasihan kepada majikannya karna ternyata wanita yang ia cintai hampir menjadi milik orang lain. Padahal seluruh kekaisaran sudah tahu kalau ia akan bertunangan, namun rupanya takdir berkata lain. Meski pun belum menikah, Putera Mahkota Felix bisa saja melangsungkan pernikahan segera mungkin. Tapi itu tidak mungkin, bisa saja kekaisaran sebelah mulai mengangkat pedang dan senjata sebagai bentuk rasa kecewa.
Hampir saja ia ingin mengatakan ide gila itu untuk majikannya. Tapi tidak, lebih baik ia diam dan biarkan takdir berjalan sesuai urutan dan waktu yang berjalan.
Mereka pun tiba disebuah Kastil. Kastil yang masih berada dilingkungan istana Kekaisaran Imperial. Kastil yang diperuntukan untuk tamu undangan dari kerajaan lain kini ditempati sementara oleh Kerajaan Skanea. Kasil yang sangat megah, mewah dan indah. Mereka pun telah berada dikamar masing-masing termasuk para kesatria.
“Shane” Panggil Andrea kepada pengawalnya yang masih berada didalam kamarnya.
“Ya Yang Mulia” Balas Shane saat itu dengan menyilangkan sebelah tangannya ke bahu kirinya.
“Panggilkan tuan Lewis ke kamarku. Ada hal yang harus aku diskusikan dengannya” Perintahnya yang langsung segera ia lakukan. “Baik Yang Mulia. Segera saya laksanakan” Shane pun pergi meninggalkan kamar Andrea. Ia juga harus mengenal dan belajar tiap ujung kastil ini. Kamar Lewis tidak begitu jauh. Hanya berada satu lantai dibawah kamar Andrea.
“Masuklah” Balas Lewis dari dalam kamarnya.
Shane pun membuka knop pintu dan menampakkan dirinya dihadapan Lewis yang saat itu memasang punggungnya. Lewis sedang menatap diluar jendela. Sambil menatap sosok Lewis yang sedang memunggunginya, Shane langsung memberi pesan kepada Lewis.
“Saya membawa pesan bahwa Yang Mulia Putera Mahkota Andrea memanggil anda tuan”
“Baiklah aku akan segera kesana” Balas Lewis tanpa memutar tubuhnya kearah Shane.
__ADS_1
“Baik tuan, kalau begitu saya undur pamit” Shane pun berlalu dan menutup kembali pintu tersebut. Sementara Lewis masih berada ditempatnya. Menatap nanar ke satu arah diluar jendela. Ada rasa perasaan yang
tertinggal disana.
“Putriku” Ia menyelipkan satu kata yang teramat lirih. Harta yang berharga telah hilang dari sisinya. Harta yang selalu menjaga senyumnya tetap terukir dibibirnya. Kini senyum itu seakan hilang dan ia tidak tahu lagi bagaimana cara tersenyum itu. Apakah seperti ini, atau seperti yang lain??. Apakah harus ada sesuatu barulah senyum itu bisa terukir dikedua sudut bibirnya? Sesuatu itu haruslah mengenai kabar dari Putri kecilnya. Kabar yang
bisa menciptakan seutas senyum bahagia di bibirnya, bukan sebaliknya. Semoga saja.
“Jamia, saat ini kau pasti kecewa kepadaku diatas sana. Aku tidak berhasil melindungi putri kecil kita. Amanah yang engkau tinggalkan tidak bisa ku genggam erat. Aku telah mengkhianati pesan terakhir yang kau tinggalkan. Aku telah gagal menjadi orang tua. Maafkan aku. Tuntunlah aku untuk mencarinya” Gumamnya dalam hati.
Lewis mulai melangkahkan kakinya perlahan berputar kearah pintu. Ia harus menemui Putera Mahkota Andrea yang baru saja memanggilnya. Ia berjalan melewati lorong. Baju yang ia kenakan masih sama seperti saat disambut oleh Baginda Kaisar dan Putera Mahkotanya. Mungkin ia lelah. Memang, rasa lelah lelaki yang akan menginjak 40 tahun ini terukir jelas diwajahnya yang sayu.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.