
“Nona Sovea, Nona Milla memanggil anda disana” Salah satu pelayan Sovea berdiri dibalik terali besi, jaraknya tidak begitu jauh dari mereka hingga dapat didengar. “Ah Sebentar ya Lady Catrin. Lady Milla memanggil saya. Nanti saya akan datang menemani Lady disini” Ungkap Sovea dan ia pun langsung berjalan menjauhi Catrine dengan lagi-lagi seringai liciknya karna sebentar lagi akan ada pemandangan bagus disini.
Sovea berjalan dan menutup pintu teralis. Seolah-olah hanya menutupi pintu padahal ia juga diam-diam menguncinya dari luar. Cat tidak mengetahuinya hingga ia pun mendengar suara auman “RRroooaarrrrrr”
Lady Yosi yang kebetulan juga penasaran datang dan mendekati kandang tersebut, ia juga ingin masuk kedalam bersama Cat. Namun belum sempat ia masuk ke kandang ia langsung tersentak dan terhenti ketika mendengar suara auman.
“Aaarghhhh” Lady Yosi berteriak keras. Wanita itu tampak syok saat melihat munculnya Harimau dari balik pintu teralis kecil dinding yang ada didalam kandang tersebut. Tanpa memperdulikan teriakan Yosi. Harimau itu justru lebih tertarik dengan sosok Cat. Rasanya ia mendapat jackpot ketika ada manusia didalam kandangnya. Mungkin inilah makan malamnya hari ini pikirnya.
Saat mendengar suara teriakan Lady Yosi. Para Lady yang kebetulan duduk santai diatas rerumputan langsung terhenjak kaget dan segera bangun untuk melihat kearah sumber teriakan.
“Oh tidak”
“Lady Sovea cepat lakukan sesuatu” Pinta Lady Milla khawatir.
Kesatria yang bersama Cat pun segera mengeluarkan pedangnya. Seluruh darahnya seperti akan mendidih saat melihat majikannya akan dimangsa. Dia pun panic saat mengetahui bahwa pintu terkunci. Sayang sekali ia lupa membawa pistolnya saat datang kemari itu yang membuat ia murka, sial!.
Cat ketakutan dan panic. Rasa mual dan pusing mulai melanda dirinya. Ia hampir terhuyung dan akan sulit berdiri tegak. Posisinya yang tidak jauh dari Harimau itu membuat suaranya tercekat tak dapat berteriak. Bagaimana caranya ia bisa kabur dari hewan buas ini pikirnya. Seluruh tubuhnya begetar hebat. Air matanya hampir lolos. Siapa pun tolong selamatkan dia.
Para Lady terlihat sangat panic kecuali Sovea yang berpura-pura. “Kesatria Raul tolong selamatkan Lady Catrin” Titah Milla kepada pengawalnya.
“Baik Lady” Patuhnya dan segera menolong kesatria Cat untuk memaksa membuka kunci pintu yang terbuat dari besi tersebut.
__ADS_1
“Sial” teriak Robert frustasi karna pintu tidak dapat terbuka.
Jamilah ketakutan dan tak henti-hentinya menangis memanggil Cat “Nona” imbuhnya cemas. Ia tidak dapat membayangkan jika tubuh Cat dicabik-cabik dan dijadikan makanan oleh Harimau tersebut.
Robert mengambil sebuah batu yang tidak jauh dari sana. Ia mengambilnya lalu memukul dengan keras benda besi tersebut sekuat tenaga. Kesatria Milla pun juga mengambil batu dan melakukan hal yang sama secara bergantian dengan Robert hingga keringat mereka mengucur deras karna lelah.
“Oh tidak” Gumam Lady Milla tak percaya. Ketakutan dan kecemasan tercampur rata. Air liur asamnya mulai terasa dilidah Cat. Itu artinya sesuatu telah mengaduk-aduk perutnya dan harus segera dikeluarkan. Ia yakin teh yang diberikan Sovea lah penyebabnya. Tapi itu tidak lebih penting dari kondisinya yang hampir diujung tebing. Posisinya sudah hampir mendekat dari Harimau.
“Roarrrrr” Sekali lagi Harimau tersebut mengoam dan membuat kedua kesatria tersebut melirik kearah dauman hewan tersebut. Ia mulai memasang kuda-kuda untuk segera melahap Catrin.
Kepala Cat seketika sakit mendengar auman hewan berbulu belang tersebut. “Roarrrrrr”. Rasanya seluruh otaknya terkumpul beberapa ingatan aneh. Ia menahan sambil menutup kedua maniknya “Cat, cat”.
Cat lagi-lagi mendengar panggilan aneh.
“Argghhhhh”
“Roarrrr”
Cat berteriak frustasi yang membuat Harimau tersebut secara tiba-tiba mengaum murka dihadapannya. Harimau tersebut lalu bergerak akan menyerang Catrin dan “Dorr”.
Sebuah suara tembakan keras akhirnya terlepas. Suaranya cukup mendominasi area sekitar dan semuanya reflek melihat kearah dimana tembakan itu mengarah. Sebuah peluru kecil berhasil bersarang dipangkal depan kaki Harimau tersebut. “Roarrr” Sang Harimau pun merintih dan mengaum dengan keras. Darah mulai mengalir dari balik peluru.
__ADS_1
Sovea terhenjak kaget. Kedua maniknya membulat sempurna. Sepertinya balas dendamnya gagal. Entah siapa yang menyelamatkan Catrin saat ini, namun Cat mulai tidak bisa menguasai diri. Tubuhnya lemah karna rasa mual, sakit kepala dan ditambah lagi ia melihat bayangan-bayangan masa lalunya yang tidak terlihat jelas kecuali suara saja. Ia menjatuhkan diri ke tanah. Rasanya kedua kakinya tak dapat menopang tubuhnya.
Gaunnya terasa lebih berat. Korset yang menahan perutnya lebih membuatnya tersiksa.
“Ummm” Cat berusaha menahan rasa mual dan pusingnya.
“Catrin” Lagi-lagi suara itu memanggilnya.
“Siapa???” Tanya Catrin tersiksa. Ia terdiam sejenak mengambil nafas beberapa detik. “Siapaaaaaaaaa” Teriaknya sekali lagi dengan nada frustasi dan intonasi satu oktaf lebih besar. “Rroooaarrrr” Harimau pun murka. Dengan sisa-sisa kekuatannya ia akhirnya melawan dan kembali akan melompat dan menyerang Catrin. Cat yang melihat si Harimau hanya mampu tertunduk dan menangis.
“Hhuuuu heugh heugh” Cat bertumpu dengan kedua tangannya diatas tanah. Rasa sakit dikepalanya membuat ia tidak bisa memposisikan badannya berdiri tegak dan menurunkan pandangannya ke tanah sambil sesekali melihat kearah Harimau tersebut meski pun dengan penuh rasa takut dan was-was.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2