
Hari semakin berlalu, begitu mungkin kata orang yang menjalaninya, termasuk dengan Cat. Baginya kenapa waktu begitu cepat. Semakin cepat rasanya maka semakin cepat pula waktu ke lubang nerakanya. Besok adalah hari perburuan dan Cat akan ikut diacara tersebut bersama para wanita-wanita bangsawan lainnya. Ia pun bahkan mengurungkan diri untuk menyelamatkan Andrea karna perilaku tidak menyenangkan yang ia terima sebelumnya.
“Huftt” Cat menghembuskan nafas gusar saat berada dikamarnya. Ia masih selalu mengurungkan diri dikamarnya selama seminggu tanpa keluar kamar sekalipun.
---
Ruang kerja pribadi Putra Mahkota Andrea.
“Apa dia masih mengurungkan diri dikamarnya??” Tanya Andrea kepada Shane sambil memperhatikan beberapa tumpukan kertas yang menggunung dan tentu sjaa mengganggu bagi pemandangan diatas meja kerjanya.
“Masih Yang Mulia” Jawab Shane.
“Setelah ini apa jadwalku?” Tambah Andrea.
“Setelah ini Yang Mulia akan bertemu Perdana mentri John West membahas anggaran tahunan.”
“Cihh masalah itu pun harus aku yang ikut” Andrea berdesih, menampakkan kekesalannya kepada menteri John yang tampak tak becus bekerja.
Perdana menteri John West Lerman adalah Ayah kandung Pangeran Phillip. Istrinya adalah adik kandung Kaisar Julian saat ini. John agak sedikit tamak dalam karir. Ia masih bermimpi untuk bisa menduduki singgahsana Raja. Tapi perlu beberapa usaha jika harus menurunkan Raja saat ini. Selain Julian, yang lebih ia khawatirkan adalah
Putra Mahkota Andrea. Jika mengandalkan anaknya, baginya itu sia-sia belaka, karna sifat tamaknya ternyata tidak menurun kepada anaknya sendiri. Ia lebih memiliki sifat Ibunya yang rendah hati dan tidak tamak akan kekuasaan.
John juga memiliki kekurangan, ia tak terlalu pandai. Jabatannya saat ini ia dapatkan karna nasibnya yang berhasil menikahi Putri Ambelina adik kandung dari Raja Julian dan mau tak mau karna ia adalah suami dari adik raja, maka ia diberi wewenang untuk menjabat sebagai perdana mentri Skanea tak lain agar John memiliki muka dikhalayak para bangsawan.
__ADS_1
John West telah tiba diruang kerja pribadi Andrea ditemani Shane yang selalu berdiri setia dibelakang Andrea.
“Yang Mulia, ini adalah daftar beberapa anggaran yang saya buat untuk tahun depan. Anggarannya saya buat berdasarkan kondisi beberapa provinsi dan menurut saya ini sudah seimbang dan cocok.” John memberikan buku tipis yang langsung diperiksa Andrea dengan teliti, dan seketika keningnya langsung mengkerut.
“ Provinsi Kalen berada dititik paling ujung Negara kita dan daerah tersebut dalam setahun hanya beberapa kali terjadi curah hujan yang artinya setiap tahun mereka selalu mengalami kekeringan dan gagal panen. Tahun lalu aku sengaja menaikkan anggarannya agar rakyat disana tidak mengalami kekurangan dan anggaran itu selalu digunakan untuk bahan-bahan pangan. Kenapa kali ini anda membuat anggaran terbilang lebih kecil dari sebelumnya??”
John mulai sedikit panik.
“Lalu Provinsi Golio rata-rata pendapatan rakyatnya terbilang makmur karna mereka jarang mengalami kekeringan dan selalu mendapat hasil panen terbaik. Anda justru menaikannya dua kali lipat. Apa aku yang salah??” Andrea langsung mengarahkan pandangannya ke wajah John yang semakin panik tersebut.
“Yang Mulia. Saya berfikir jika Golio mendapatkan anggaran yang lebih banyak, maka kita harus memberi hasil yang 2x lipat lebih banyak dari hasil panen sebelumnya agar bisa mengirimkannya ke Provinsi Kalen dan Privinsi lainnya yang masih kekurangan bahan-bahan pertanian.
Andrea langsung menjawab maksud John yang ia tangkap.
“Benar Yang Mulia” Jawab John yakin, namun sedikit agak waspada.
Andrea memperhatikan raut wajah John yang mulai tak nyaman dan takut, Bibir Andrea pun mencetak seringai licik dan melempar buku tersebut diatas meja dari tangannya kearah John “Perbaiki lagi ini dan berikan aku alasan yang masuk akal setelah ini”
John segera menyambut buku tersebut lalu menjawab sopan titah Andrea “Baik Yang Mulia”
John pun pergi meninggalkan ruang kerja Andrea dengan wajah masam tak suka dan emosi, tentu saja ia melakukannya setelah keluar dari ruang kerja Andrea.
Provinsi Kalen adalah Provinsi paling terburuk reputasi daerahnya dibanding dengan Provinsi lain dikerajaan Skanea. Gubernurnya pun kadang kehabisan ide untuk bisa memajukan daerah terpencil yang semakin lama penduduknya semakin berkurang karna banyak yang bermigrasi ke daerah lain yang lebih menjanjikan untuk kehidupan mereka selanjutnya. Kondisi tanah yang selalu kering, tandus dan curah hujan yang tak begitu bagus selalu menjadi hambatan bagi daerah tersebut.
__ADS_1
Bahkan daerah tersebut tidak memiliki sungai untuk tempat bertahan hidup disana. Anggaran yang tak pernah kurang setiap tahunnya namun kurangnya konsep dan management yang dimiliki pejabatnya termasuk salah
satu kendala yang dimiliki Provinsi Kalen. Namun bukan karna Gubernurnya tak berupaya, tapi bawahannya lah yang tidak terlalu giat dalam mengupayakan karna mereka yakin akan seperti apa hasilnya.
Andrea selalu dibuat stress jika masalah yang ditimbulkan dari daerah tersebut.
---
Dikamar, Cat sedang kedatangan tamu. Tamu itu adalah yang ia nanti-nanti sebelumnya. Yakni Angela.
“Tuan Putri” Panggil Alexa mendadak. Untungnya Cat terbiasa dan tidak terlalu terkejut. Berbeda dengan Angela yang hampir tersedak saat seruput teh hampir sampai dikerongkongannya. “Uhukk uhukkk” Ela segera memukul dadanya agar batuknya segera hilang. “Ada apa Alexa. Bisa kah kau menghilangkan kebiasaanmu yang suka tiba-tiba itu?” Jawab Cat mulai kesal dan cemberut. Alexa pun langsung tak enak.
“Maafkan saya Putri. Saya hanya ingin menyampaikan sesuatu” Ucapnya yang dibaca Cat bahwa perempuan itu seperti mendengarkan sesuatu dan mungkin saja itu hal yang harus ia dengar. “Apa kau mendengar sesuatu diistana ?” Tanya Cat serius.
“Uhukkk” Batuk Ela pun berangsur-angsur pulih sambil serius ingin mendengar sesuatu yang mungkin panas untuk didengar. “Dengar-dengar Tuan John west diusir dari ruang kerja Yang Mulia Andrea karna membuat anggaran
yang tak masuk akal termasuk pengurangan anggaran Provinsi Kalen yang miskin itu”
* Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih.
Bersambung.
__ADS_1