The Future Princess

The Future Princess
Episode 76 / Mulai bergerak.


__ADS_3

“Kau tahukan selama pencaharian ini beliau jarang tidur dan selalu terjaga. Jangan sampai beliau jatuh sakit. Beliau tetap harus kuat dan sehat untuk mencari calon Puteri Mahkota.”


“Terima kasih atas perhatian dan kemurahan hati anda tuan Lewis.” Ujar Shane.


Setelah selesai berkata-kata. Shane pun pamit kembali ke kamar Putera Mahkota Andrea. Ia masih harus berjaga untuk  keamanan Andrea yang sedang tertidur lelap.


Ela tidak dapat tidur barang sekejap pun. Mungkin ia merasa asing dengan tempat ini.


“hufft kenapa aku seperti ini??” Gumamnya.


“Pasti para lady bangsawan disana yang tidak menyukai Putri bahagia atas kehilangan beliau. Diantara mereka mungkin saja berniat mengajukan diri kepada istana”


Ela tidak dapat membayangkan jika tunangan Andrea akhirnya digantikan oleh putri bangsawan lain. Mereka belum tentu layak. Cat begitu sempurna tanpa cacat.  Kecerdasannya saja sudah kita bayangkan bagaimana ia bisa mengatur keadaan suatu daerah yang terisolir dan kering. Berkat idenya lah secara berangsur-angsur daerah tandus dan kering tersebut mulai menampakkan perubahan yang bagus.


Ela pun sumpek dan akhirnya keluar kamar untuk menghirup udara segar. Dengan menggunakan piyama dan dibaluti selendang merah menutupi punggung dan terapit oleh kedua lengannya agar tidak masuk angin berlebihan. Rambut ikal ringan yang menutupi hampir seluruh punggungnya yang sesekali mulai tersibak kearah wajahnya yang elok. Ela melewati lorong yang ia ingat saat memasuki mansion ini.


Ia pun berhasil keluar dari mansion itu dan berjalan menuju sebuah pohon rindang yang dipenuhi oleh bunga. Pohon yang bunganya dapat ia jangkau karna tidak terlalu tinggi. Bunga kuning seperti emas ini mengingatkan Ela pada rambut yang dimiliki Catrin. Ela pun tersenyum ringan mengingatnya sambil menatap bunga tersebut. Baru kali ini ia melihat bunga pohon yang aneh.


Ditempat ia asal belum pernah ia melihat bentuk pohon seperti ini. Mungkin ini pohon asli yang berasal dari kerajaan ini pikirnya.


“Ehemm” Sebuah dehaman berhasil menghalau kosentrasi Ela.


“S-siapa itu??” Teriak pelan Ela mencari arah sumber suara dan ia melihat sosok pengawal yang ia temui tadi pagi saat disambut oleh Baginda Kaisar dan Putera Mahkota Felix.


“Apakah anda tidak bisa tidur nona??” Tanya Johnymemberanikan diri.

__ADS_1


Ela terdiam masih kikuk melihat sosok Johny yang ia tidak tahu siapa namanya.


“Maaf mengganggu anda. Saya sedang berpatroli disekitar istana ini. Perkenalkan nama saya Johny. Saya adalah pengawal khusus Yang Mulia Putera Mahkota Felix.” Ela masih menatap bingung pria bertubuh tegap kekar dengan garis rahang sempurna. Ela terlena dengan warna mata yang dimiliki pengawal tersebut. Biru seperti warna laut tenang.


“A nama saya, ah maaf perkenalkan nama saya Angela Cleyton.” Ela hampir lupa etiket cara memberi salam yang benar karna terperanga dengan warna bola mata Johny.


“Ah nona Angela. Apakah anda tidak bisa tidur??. Maaf karna mengganggu waktu anda” Ujar Johny yang membuat Ela risih dengan kata maafnya yang berulang-ulang meski pun baru dua kali tepatnya.


“Anda tidak perlu minta maaf tuan. Saya memang kesulitan tidur makanya saya keluar kamar untuk mencari udara segar. Apakah tuan juga berpatroli karna tidak bisa tidur?” Balasnya kepada Johny.


“Ini memang sudah tugas saya untuk berpatroli disekitar istana demi keamanan kerajaan ini. Apalagi utusan dari kerajaan tetangga juga datang, tentunya saya tidak boleh lengah sedikit pun jika ada marabaha mengintai”


“Oh saya fikir karna tuan tidak bisa tidur makanya berpatroli di jam segini” Ujar Ela.


“Sebenarnya itu juga termasuk alasan saya berpatroli nona Ela. Saya jarang sekali bisa tertidur lelap dimalam hari. Makanya hal itu saya gunakan untuk berjaga-jaga ditempat sekitar, terutama dikamar Yang Mulia Putera Mahkota”


“Apakah tuan bersedia jika saya periksa kondisi tuan. Kebetulan saya adalah Dokter dikerajaan Skanea. Itu pun kalau tuan bersedia”


“Benarkah?? Ah suatu kehormatan bagi saya jika nona mau memeriksakan saya” Sambut Johny.


Ela akhirnya memeriksa denyut nadi Johny didalam kamarnya. Mereka duduk disebuah sofa memanjang yang terletak dekat sudut kamar yang ditempati Ela. Setelah yakin ia pun melepas pegangan pergelangan tangan


pria kekar itu.


“Sepertinya ini karna anda kelelahan dan stress tuan. Saya akan memberikan obat kepada anda.” El bangun dari duduknya dan berjalan kearah lemari. Ia membuka lemari tersebut dan merogoh sebuah botol kecil didalamnya.

__ADS_1


Ia pun lalu memberikannya kepada Johny.


“Minumlah ini dua kali dalam sehari tuan. Obat ini saya racik dengan ramuan herbal, jadi tidak memiliki efek samping.” Johny menerima obat tersebut dari tangan Ela.


“Terima kasih nona Ela. Saya akan meminumnya dengan rutin”


“Sama-sama tuan. Semoga anda pulih kembali” Ungkap Ela.


Keesokan paginya Putera Mahkota Andrea bersama rombongan inti melakukan rapat untuk menentukan arah lokasi untuk pencaharian Catrin. Duke Lewis, Cleon, Casnav, Shane dan Ela hadir disana sebagai ketua pasukan. Setelah melakukan diskusi dan penetuan tempat selama dilokasi. Rapat pun bubar dan mereka pun mulai bergerak menuju arah tujuan. Pencaharian tidak hanya focus pada sekitaran sungai dan hutan, tapi juga dipusat keramaian.


Karna bisa saja ada petunjuk tertentu ditempat pemukiman warga yang padat penduduk atau pun bukan. Ada beberapa kelompok yang telah dibagi oleh Andrea yakni menjadi 3 kelompok, kelompok Andrea-Shane, Duke


Lewis, Cleon-Casnav-Ela. Andrea dan pengikutnya akan focus dipadat penduduk sedangkan Duke bersama kedua anaknya dipercayakan untuk mengitari sungai dan hutan.


“Yang Mulia, sebaiknya nona Ela ikut dengan Yang Mulia saja karna Yang Mulia adalah pilar kekaisaran. Nona Ela harus berada disisi Yang Mulia saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.” Ungkap Lewis memberi saran.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2