
Ela berjalan tidak tentu arah disekitar pelabuhan itu dan ia masih belum menemukan batang hidung lelaki tersebut. “Salam saya kepada Nona Angela” Suara khas itu sukses membuatnya trhenjak kaget dan segera memutar
badannya kearah sumber suara tersebut yang berada dibelakangnya.
“S-salam saya juga tuan kesatria Johny” Jantung Ela dibuat tidak karuan saat melihat sosok pria itu dihadapannya, kaget, grogi dan sangat tampan pikirnya. Begitu pula dengan Johny yang telah menyapa Ela. Kelelahan tampak dari deru nafasnya memburu dan rasa penatnya terbayar lunas dengan cantiknya wajah wanita itu dihadapannya.
Kelelahan yang sama-sama mereka rasakan terbayar sudah setelah mereka bertemu saling pandang dalam kerinduan yang amat terasa berat. Kini sudah terbayarkan. Rasanya sungguh amat lega. Johny akhirnya membawa Ela kesebuah penginapan terbaik di Imperial. Disana keamanannya terjamin dan penginapan itu juga dimiliki oleh seorang bangsawan terkenal dan baik.
“Terima kasih karna tuan kesatria sudah mau mengantar saya kepenginapan ini. Tuan kesatria pasti sangat sibuk” Ujar Ela saat mereka tiba dikamar yang akan Ela tumpangi beberapa hari.
“Tidak nona. Justru saya merasa terhormat karna bisa menemani nona selama dikekaisaran ini. Saya sudah mengatur jadwal untuk anda bertemu dengan Yang Mulia Putera Mahkota. Kebetulan jadwal beliau setelah tiga
hari kedepan bisa diatur untuk anda nona.”
“Benarkah??” Selain karna ingin bertemu kembali dengan kesatria Johny, tujuan Ela datang ke Imperial lainnya adalah untuk kembali mencari tanaman obat sekaligus mengajari kesatria Johny mana-mana saja contoh tanaman yang bisa dijadikan obat.
Momen-momen manis dan jarang ini akan mereka gunakan sebaik mungkin. Selama kedatangan Ela kenegeri ini, Johny meminta izin kepada Felix untuk bisa memberinya cuti dengan alasan ingin beristirahat total. Johny
mengajak Ela untuk berburu kuliner khas kekaisaran tersebut dan bermain-main sepuasnya.
Ela beberapa kali takjub dengan rasa masakan yang ada dikekaisaran tersebut. Ada yang terlihat aneh bentuknya dan ia sedikit tidak yakin untuk mencobanya, namun saat ia melihat kesatria Johny memakannya dengan lahap dan penuh keyakinan, Ela pun mencobanya diawal dengan ujung lidahnya. Saat ujung lidahnya mengecap rasa makanan tersebut membuatnya penasaran dan ia semakin menjilatinya dan memasukannya kemulut.
__ADS_1
“Wahhh” Ujarnya takjub. Ia mencoba beberapa kali lagi makanan tersebut dan ia melupakan bentuknya yang awalnya aneh tersebut. Dan itu terlihat menggemaskan bagi kesatria Johny. Tidak hanya sampai disana saja. Johny mengajaknya ketempat jajanan lainnya yang baginya masih banyak list yang harus dijajal oleh Ela.
Dan reaksi Ela tetap sama bahkan lebih sedikit lucu dan imut. Ia suka semua makanan yang dikenalkan kesatria Johny. Rasanya ia ingin sekali membeli semuanya dan membawanya ke Skanea untuk ia makan disana sampai bosan. “Ahh semua rasa makanan disini sangat enak-enak” Ujarnya puas.
Mereka terkadang menonton beberapa pentas seni kecil ditepi pasar. Ada yang terlihat lucu hingga mereka tertawa terkekeh-kekeh ada juga yang tampak memprihatinkan, tergantung jalan cerita yang dibawakan. Dan itu membuat semua orang yang menontonnya terhibur.
Mereka juga mengunjungi beberapa balai pengobatan tradisional untuk mempelajari sedikit ilmu pengobatan mereka dan medisnya. Ternyata tidak berbeda jauh dengan ilmu pengobatan seperti di Skanea sendiri. Ela pun membeli beberapa contoh tanaman tersebut sebagai contohh untuk kesatria Johny. Dan Johny kebingungan kenapa Ela membeli hanya sedikit-sedikit tanaman obat.
“Kenapa nona membelinya sangat sedikit??” Tanya Johny bingung.
“Ini hanya contoh saja tuan kesatria Johny. Saya akan mengajari anda nama-nama tanaman obat ini dan apa saja khasiatnya. Jadi, pada saat kita kehutan mencari bahan baku, tuan kesatria tidak perlu susah-susah dan bingung lagi karna saya sudah mengajarkan tuan kesatria sebelumnya.
Kesatria Johny tersenyum mendengar penjelasan Ela. Berarti waktu cuti yang ambil tidak akan sia-sia nantinya. Banyak hal nantinya yang akan ia lakukan dengan wanita itu.
balik ke penginapan dengan perasaan bahagia.
“Apakah nona senang??” Tanya kesatria Johny saat mereka tiba dipenginapan tersebut, tepatnya dikamat Ela sendiri.
“Tentu saja tuan kesatria Johny. Saya sangat-sangat senang bisa berkeliling melihat situasi kekaisaran ini bersama tuan kesatria Johny.” Jawab Ela sumringah.
Dan mereka pun harus berpisah untuk mengistirahatkan lelahnya tubuh mereka yang sama-sama berjalan dan bergerak seharian penuh tanpa jeda. Mereka berpisah dengan hati bahagia dan tentu saja esok masih ada dan panjang. Esok mereka akan bertemu lagi untuk menyalurkan rasa rindu yang tertahan selama ini.
__ADS_1
Keesokan harinya, pagi-pagi Johny telah standby menjemput Ela dipenginapannya. Ia bahkan kesulitan tertidur karna sankin bahagia dan lamanya ia menunggu pagi untuk segera bertemu Ela kembali.
“Selamat pagi tuan kesatria Johny” Sapa Ela saat melihat sosok kesatria Johny dari belakang yang tampak setia menunggunya dipagi hari ini. Dan itu adalah pemandangan indah buatnya.
“Selamat pagi juga nona Ela. Apakah nona sudah siap untuk mengembala dengan saya ke hutan??” Ela mengernyit bingung. Apakah hari ini ia akan kehutan bersama kesatria Johny pikirnya. “Bukankah hari ini saya
mau mengajarkan tuan kesatria beberapa macam nama tanaman obat??” Ujar Ela terlihat bingung.
“Ah benarkah??” Balas kesatria Johny sambil menggaruk-garuk ringan kepalanya yang sebenarnya tidak terlalu gatal. “Tentu, mari tuan kesatria kekamar saya” Ajak Ela yang langsung memutar tubuhnya kearah pintu masuk dan itu membuat kesatria Johny ketakutan, kebingungan dan deg-degan.
“Ke kamar??” Gumamnya sendiri dan wajahnya terlihat merah merona seperti kepiting rebus. Saat mereka tiba didalam kamar Ela, kesatria masih terlihat gugup luar biasa. Pikiran mesumnya mulai memenuhi isi kepalanya.
Ia bahkan belum memantapkan mentalnya untuk bisa melakukan itu dengan Ela. Apakah kesuciannya akan berakhir ditempat ini dan hari ini pikirnya.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.