
“Ini adalah Teh yang sulit dicari. Aku bahkan harus menunggu beberapa bulan bahkan tahun untuk membelinya. Nona Selena sangat beruntung sekali” Gumam Nona Monik dengan jilatannnya.
“Ya karna memang asal Teh ini sangat jauh tempatnya dan sangat wajar jika butuh waktu lama untuk membelinya. Untunglah Bangsawan Lee selalu mengirimkan teh ini kepada keluargaku karna memang mereka secara khusus membawakannya untuk kami” Ujarnya yang mulai terdengar nada-nada kesombongan.
Sementara Cat dengan sikap anggunnya menegup tiap-tiap kenikmatan setiap seruputannya. Ia tak memikirkan apa yang mereka katakan karna memang semua perkataan mereka hanyalah makna kesombongan diri yang tak
henti-hentinya mereka umbarkan ke setiap orang.
Selena pun melirik Cat yang tampak asyik sendiri menyeruput teh ditangannya “Tuan Putri, apakah hubunganmu dengan Putra Mahkota baik-baik saja?. Ku dengar kalian jarang bersama semenjak Tuan Putri di istana” Gumamnya menyindir Cat secara halus. Cat pun meletakkan teh ditangannya diatas meja dengan anggun, tak tampak wajah kesal diraut wajahnya
“Hubunganku dengan Putra Mahkota sangat baik. Beliau lelaki yang sangat sibuk mengurusi Negara ini, kadang aku berpikir bagaimana mungkin pria setampan dan luar biasa itu malah memilihku dari pada memilih putri-putri bangsawan lainnya” Secara terang-terangan Cat menyerang balik perkataan Selena. Disamping memang Selena menaruh hati kepada Andrea dan memang kandidat calon istri selain Cat adalah Selena dari keluarga Baron dan Putri Angela dari keluarga Cleyton.
Angela yang berada diantara mereka pun tersenyum ketika mendengar sindiran Cat kepada Selena. Bahkan ia ingat saat Selena terang-terangan mengajak Putra Mahkota berdansa namun ditolak dihadapan khalayak ramai. Padahal status Putra Mahkota sendiri telah bertunangan dengan Cat dan itu menjadi buah bibir dikalangan kelas atas. Berbeda dengan Angela yang memang tidak ingin memasuki istana dan lebih memilih karir menjadi dokter.
Angela segera berbisik disamping Cat yang kebetulan berada disebelahnya “Anda luar biasa Putri” Cat membalasnya dengan senyuman smirk ala kemenangan.
Setelah acara minum teh bersama usai. Para nona-nona bangsawan pun segera berangsur meninggalkan kediaman sipemilik acara yakni keluarga Baron. Cat berjalan beriringan bersama Angela sambil berbisik dan bergosip ria “Putri, aku sangat senang sindiranmu tadi. Aku hampir saja tak bisa menahan tawaku disana. Maafkan aku Putri” Bisiknya sambil tertawa renyah.
“Tidak masalah nona Angela. Tapi untung saja anda tidak tertawa didepannya. Atau tidak anda pasti akan dihina habis-habisan.” Ujar Cat
__ADS_1
“Apa dia berani menghinaku?? Aku akan menghajarnya nanti. Kalau perlu ku masukan obat-obatan pencuci perut dimakanannya” Geramnya dengan mimik muka kesal diwajah Angela yang dibalas tawa oleh Cat.
“Putri, aku dengar kau sempat sakit. Apakah sekarang kau sudah baikkan?? Jika kau tidak enak badan, hubungi aku. Aku yang akan mengobatimu” Pintanya kepada Cat.
Angela adalah dokter berbakat dan pintar. Setelah ia menjadi dokter untuk membantu dibarak kesatria perang, kini ia dipindahkan dirumah sakit Blimrios milik kerajaan yang berada di Ibu Kota Skanea. Ayahnya adalah seorang Profesor yang banyak meneliti penyakit serius dan berhasil mengembangkan beberapa obat paten di Skanea. Mengikuti jejak Ayahnya, Angela atau akrab disapa Ela ini pun memilih untuk mengikuti Ayahnya yang juga berprofesi sebagai dokter.
Diingatin Cat dahulu. Ela dipindahkan ke Istana sebagai dokter penanggung jawab di Istana bersama Ayahnya. Namun Entah kenapa Ayahnya mati terbunuh disaat yang sama dengan kematian Yang Mulia Raja Julian
saat ini. Cat terperanjak dan berhenti tiba-tiba ketika mengingat kematian Ayah Ela yang ia juga tidak tahu penyebabnya. Cat melihat wajah Ela dengan intens dan serius hingga Ela merasa aneh.
“Ada apa Tuan Putri?” Tanya nya yang mulai kebingungan.
( Penyakit jantung coroner. Ia aku ingat Yang Mulia memiliki riwayat penyakit ini. Tapi bagaimana cara memberi tahu kepada Ela tentang penyakit Yang Mulia agar ia bisa menyembuhkan penyakit Raja tersebut sejak dini) Pikir Cat.
“Ela, saat ini kondisi Yang Mulia Raja sedang tidak baik. Bisakah kau dan Ayahmu menjadi dokter penanggung jawab untuk kesehatan Yang Mulia?” Ela terkejut bukan main. Bola matanya membulat sempurna mendengar
perkataan Cat.
“T,tuan Putri serius?” Tanya Ela tak percaya.
__ADS_1
“Aku akan memohon kepada Yang Mulia Raja untuk membiarkan Ayahmu dan kau untuk menjaga kesehatan Yang Mulia Raja”
( Dan aku tidak akan membiarkan ayahmu mati sia-sia dan akan kupastikan untuk mencari pelaku sesungguhnya siapa yang membunuh Ayahmu) Pikir Cat kembali.
---
Cat mondar-mandir dikamarnya setelah pulang dari kediaman Baron. Ia memikirkan bagaimana caranya ia bertemu dengan Yang Mulia Raja. Karna bertemu dengan beliau tidak bisa dengan semudah kita mengupas buah apel. Ia serius memikirkan bagaimana dan apa yang akan ia sampaikan nanti dengan terus berpurat-putar dikamarnya tanpa henti hingga kedua pelayannya pun lelah mengikuti langkahnya.
“Tuan Putri ada apa??” Tanya Alexa yang langsung terpental disofa karna lelah mengikuti gaya Cat yang mondar-mandir seperti setrikaan.
“Putra Mahkota, ia benar Andrea. Aku minta tolong lewat dia saja” Gumamnya dan langsung meluncur keluar kamar begitu tiba-tiba dan segera kedua pelayannya mengikuti jejak Cat yang membuat mereka bingung dan
frustasi sendiri. Setelah berjalan jauh menuju kediaman Putra Mahkota dan tiba didepan kamarnya, Cat meminta pengawal untuk memberi tahu Putra Mahkota atas kedatangannya.
“Yang Mulia, Tuan Putri datang menghadap anda” Ujar si pengawal yang langsung dibalas oleh Andrea dari dalam kamarnya “Masuklah” Cat pun segera masuk, sementara kedua pelayannya menunggunya diluar.
Jangan lupa tekan tombol love dan komennya ya. Thor butuh asupan energy dari readers. Terima kasih.
Bersambung.
__ADS_1