The Future Princess

The Future Princess
Episode 132 / Katakanlah!!!.


__ADS_3

“matilah kau” Ujarnya saat pedang akan menghunus kearahnya “Dorr” Tembakan mengenai lengan kanannya. Cat kembali akan menembak pimpinan bandit tersebut “Bughh” Cat mendapat pukulan diatas punggung atasnya. “Akkhhhh” rintihnya kemudian yang dengan segera Andrea melayangkan pedangnya kearah lawan yang menyerang Cat. “Syattttt” bandit tersebut akhirnya mati. “Kau tidak apa-apa??”


“Syattttt” Sebuah pedang mengarah menyayat dan melukai kedua mata Andrea “Akhhhhh”


Andai saja pedang itu ditujukan untukku, bukan!!. Andai saja awalnya kami tidak berencana pergi, dan andai saja aku lebih gesit lagi mungkin tidak akan ada hal semengerikan ini. Lelaki itu terluka parah karnaku


Andrea segera dibawa ke Istana untuk dilakukan pengobatan darurat. Saat peristiwa serangan yang menimbulkan luka dikedua mata Andrea, para pasukan tiba dan mengamankan seluruh bandit. Mereka sengaja tidak dibunuh untuk dilakukan penyelidikan atas penyerangan Putra Mahkota kekaisaran beserta tunangannya. Kini, para bandit telah ditahan.


Angela dan Ayahnya langsung tiba saat mendengar kecelakaan ini, Cat menangis sejadi-jadinya. Raja dan Ratu juga tiba dan terlihat tidak kuasa menahan kesedihannya.


“tenanglah Putri, semua akan baik-baik saja” Ratu mencoba menenangkan Cat yang terlihat frustasi.


“M-maaf hhuuuu huuu hughh” Ucapnya bergetar dengan isak tangis yang membahana. Para suster dan pelayan yang lain sibuk keluar masuk dengan tergesa-gesa membawa kain dan air penuh bercak darah dan ada juga yang kembali mengambil kain dan air bersih. Situasi itulah yang membuat Cat dan kedua orang tua Andrea terkulai


lemas dan syock. Dengan melihat situasi itu pun dapat disimpulkan bahwa luka yang dialami Andrea sangat parah.


“Aku mohon semoga kau baik-baik saja” Cat melipat kedua tangannya dan menutup kedua matanya, memohon dengan isak tangis yang masih ada didalam hatinya. “Aku berjanji tidak lagi membuatmu susah, aku berjanji tidak lagi cuek kepadamu. Meski pun kedepannya kau tidak memperhatikanku, biarlah aku yang akan tetap menjaga dan memberi perhatian kepadamu. Aku mohon!!”


Cat memohon dengan penuh kusyuk hingga situasi kembali tenang lalu muncullah Angela berserta Ayahnya dengan kondisi kelelahan penuh keringat. Apakah sebegitu sulitnya hingga mereka tampak seperti tidak berdaya.


Kedua Ayah dan anak itu pun segera menghampiri Raja dan Ratu untuk memberi laporan hasil pemeriksaannya.

__ADS_1


“Salam saya kepada Yang Mulia Raja dan Baginda Ratu” Sapa salam Cleython yang diikuti serentak oleh Ela dibelakang Ayahnya. Kedua mimic wajah mereka bukan hanya terlihat letih, namun juga dibumbui dengan mimic wajah cemas dan menyesal.


“Katakanlah” Titah Baginda Raja yang tampak tidak sabar dengan jawaban Cleython.


“Luka yang dialami Yang Mulia Putra Mahkota cukup parah”


“Haa” Cat tersentak seketika seakan-akan dadanya ditekan begitu kuat mendengar penjelasan Cleython. Saat ia mengalihkan perhatiannya kewajah Ela yang terlihat sedih dibelakang Ayahnya sambil menundukan pandangannya, ia yakin Andrea dalam keadaan kritis.


“M-maafkan saya Yang Mulia Baginda Raja, k-kemungkinan besar kedua mata Yang Mulia Putera Mahkota… t-tidak dapat…. melihat lagi”


“hhaaa” Hati Cat tercabik-cabik mendengar penjelasan Cleython. Begitu pula reaksi Raja dan Ratu yang mendengarnya. “Situasi saat ini diluar kendali saya Yang Mulia Baginda dan Yang Mulia Ratu.” Sambung Cleython


yang masih dibalas tatapan diam sekaligus kecewa, sedih, marah dan banyak lagi yang sudah tercampur aduk menjadi satu.


“Yang Mulia. Hamba mohon hukumlah hamba yang tidak dapat menyembuhkan luka Putera Mahkota. Saya pantas untuk dihukum mati Yang Mulia. Situasi yang dialami Yang Mulia Putra Mahkota saat ini diluar kemampuan hamba.


Hamba hanya dapat memberi arahan untuk selalu menyemangati Yang Mulia Putera Mahkota saat ini agar beliau bisa menjalani hari-harinya kedepan.


Cat hanya diam membatu mendengar penjelasan Cleython, sementara Angela tidak dapat melakukan apa-apa dan hanya diam dibelakang Ayahnya. Jauh dan sangat jauh dilubuk sana, hatinya mulai terbakar, menghanguskan segalanya yang ada. Ia ingin mengumpat, marah, kesal dan ingin meraih benda apa pun dihadapannya dan menghancurkannya dengan sekali gerakan. Kenapa bukan dirinya saja yang terluka.


Tapi kali ini ia menahannya sekuat tenaga dihadapan Yang Mulia Raja dan Ratu. Ia hanya bisa menggenggam tangannya dengan kuat untuk bertahan.

__ADS_1


Cat akhirnya diperbolehkan menjenguk Andrea. Pria yang cuek dan terkenal kuat itu akhirnya tidak berdaya kemudian dengan kedua mata terbalut perban mengelilingi kepalanya. Pria itu tertidur diranjangnya. Cat


mendekatinya perlahan-lahan hingga langkahnya terhenti saat mendekati bibir ranjangnya.


“K-kenapa dia tertidur??” Tanya Cat kepada salah seorang dayang yang sedang menungguinya didalam.


“Beliau baru saja diberi obat penghilang rasa sakit yang dapat membuatnya tertidur Yang Mulia Putri” Balas dayang tersebut dengan sedikit membungkuk.


“heughh hiks hikss” Air mata Cat mengalir begitu saja setelah mendengar jawaban dari dayang tersebut. “hhuhuuuu hiks” Ia tidak mampu menahan lagi. Pertahanan dirinya runtuh seketika melihat kondisi Andrea yang sedikit mengenaskan. Dayang itu pun terkejut saat melihat Cat menangis. “T-tolong tinggalkan kami berdua” Ujar Cat dan pelan-pelan para dayang yang ada dikamar tersebut pamit meninggalkan mereka berdua didalamnya.


Cat pelan-pelan meraih sebelah tangan Andrea dan menurunkan tubuhnya kelantai. Tangan itu ia genggam lalu ia dekatkan dengan kepalanya diatas kasur Andrea. Cat membiarkan kepalanya bersandar dibibir ranjangnya sambil memegangi sebelah tangan Andrea. Kali ini rasa benci yang selama ini ia pendam dalam hidunya berubah drastis menjadi rasa bersalah dan takut.


“Mungkinkah kau menghukumku seumur hidup???. Atau kau yang menghukum dirimu sendiri karnaku???. Katakanlah, kenapa kau membiarkan dirimu terluka karnaku Yang Mulia???. Apa anda sengaja mengorbankan diri anda untuk saya yang hina ini??” Cat bergumam sendiri dihadapan Andrea yang mungkin saja tidak mendengar apa pun yang ia katakan. “Katakanlah Yang Mulia” Cat mengangkat kepalanya dan melirik kearah wajah Andrea yang tampak tertidur lelap.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2