The Future Princess

The Future Princess
Episode 56 / Perta panggang ikan.


__ADS_3

Brakkkk !!!..


Suara dorongan hempasan kain terpal tenda terdengar kuat hingga si empunya kaget bukan main. Itu dikarenakan kedatangan Putera Mahkota yang mendadak setelah mengetahui dari ajudannya bahwa Cat terbaring sakit setelah pulang basah kuyup dengannya. Felix jalan tergopoh-gopoh mendekati Cat yang terbaring lemah diatas ranjangnya. Padahal banyak rencana dan agenda yang akan dia lakukan bersama Cat nanti tapi karna kecerobohannya,


Cat malah terbaring sakit.


“Maafkan aku Cat. Kau jadi sakit karna ku” Tutur Felix prihatin.


“Tidak Yang Mulia. Ini salah hamba. Harusnya hamba lebih memikirkan kondisi tubuh hamba sendiri.” Jawab Cat.


“Cat, cat” Putri Rani datang berteriak memasuki tenda Cat bersama saudara kembarnya Pangeran Ren. Terlihat dari kedua wajah mereka yang sedikit khawatir dan pias. Terlebih mereka melupakan sikap tata karma dan berlarian memasuki tenda Cat, sama yang dilakukan oleh Kakaknya Putra Mahkota Felix.


Para pelayan dan Cat pun terkejut dengan kedatangan mereka.


“Saya tidak apa-apa Yang Mulia Putri dan Pangeran” Jawab Cat tersenyum. Ia terharu dengan kekhawatiran dari ketiga pewaris kekaisaran Imperial tersebut.


Keesokan harinya kondisi Catrin membaik. Putra Mahkota Felix, kedua adik kembarnya dan Cat sarapan bersama disebuah tenda khusus Steak daging domba dan beberapa acar lobak terbaik dari kekaisaran tersebut.


“Hhmmmm” Cat merasa takjub dengan irisan daging domba yang begitu lembut dan sangat enak ini. Sankin enaknya ia meresapi setiap gigitan yang masuk ke dalam mulutnya. Bahkan ia tak menyadari bahwa mimic wajahnya mengundang keprihatinan dari si kembar. Saat Cat membuka kedua matanya ia terkejut melihat expresi si kembar yang malu melihat Cat.


“Pffttttt” Felix hampir saja akan tertawa terbahak-bahak. Tapi ia harus tahan karna posisinya yang menuntut untuk ia terlihat berwibawa.


Cat pun malu sekali saat melihat expresi mereka.

__ADS_1


“Apakah itu enak Cat??” Tanya Putri Rani mengejek. Tapi itu sangat lucu menurutnya.


“Ini enak Yang Mulia. Serius!. Koki istana memang luar biasa. Baginda harus memberi hadiah kepada Koki Istana.”


“Daging domba ini kami beli dari seorang petani. Semua makanan dan rempah berasal dari tanah Imperial sendiri. Kami tidak import dari Negara tetangga atau Negara manapun kecuali batu bara dan emas. Meski pun Kekaisaran


sendiri memiliki tambang berlian?!. Hanya kedua mineral itu saja yang tidak kami miliki. Selebihnya kami punya dan kami kelola mandiri oleh Kerajaan” Tutur Pangeran Ren.


Tentu saja semua industry tersebut dikelola oleh Bangsawan masing-masing. Lalu industry apa yang diungguli oleh istana kerajaan??. Kekaisaran Imperial memiliki tambang benih berlian terkaya sebenua eropa. Dahulu Kakek dari Putra Mahkota Felix adalah seorang Baron yang memiliki tambang berlian. Untuk memperkokoh kekuasaan kekaisaran itu sendiri, Raja terdahulu memilih Kakek Felix untuk menjadi pasangan Tuan Putri pertama. Karna


tidak adanya keturunan Raja terdahulu seorang Pria, maka Kakek Felix lah yang terpilih menjadi calon Raja berikutnya dengan menikahkannya dengan Putri pertama kerajaan.


Semenjak itulah kekuatan istana Imperial semakin kuat dengan adanya hasil tambang Berlian. Dan diyakini tambang tersebut tidak akan habis tujuh turunan. Bahkan hampir seluruh istana kekaisaran dipenuhi dengan Berlian. Tidak hanya itu, seluruh pekerja istana setiap tahunnya pasti akan dihadiahkan Berlian. Ini adalah bentuk dedikasi mereka karna dapat membantu Istana. Dan jarang dari mereka bekerja hanya setahun dua tahun. Banyak dari pelayan dan kesatria disana meninaggalkan istana ketika mereka tua renta dan tidak sanggup lagi mengerjakan pekerjaan kekaisaran.


“Wahh” Catrin takjub.


“Benar. Kalau ingin mensejahterakan rakyat. Dari sinilah kita ikut andil.” Ungkap Ren sambil memasuki sepotong irisan daging ke mulutnya dan mengunyahnya dengan elegan.


Acara sarapan pun usai. Mereka berpindah ketempat yang lebih teduh dibawah pepohonan yang rindang. Disana masing-masing mereka menyibukkan diri. Pangeran Ren dan Putri Rani membawa buku. Cat dan Felix


memancing tak jauh dari sana.


Cat terlihat sangat focus ke satu arah. Berharap alat pancingannya bergerak agar ia bisa memakannya hari ini. Namun setelah 1.5 jam tanda-tanda kemunculan ikan pun tak tampak. Ia hampir tidak sabar menunggunya. Sementara Felix tertidur melipat tangan diatas perutnya dibatang pohon karna tahu angin sepoi-sepoi membuatnya terkantuk.

__ADS_1


Lihatlah keelokkan wajah Felix yang begitu tampan. Bentuk garis wajahnya seperti patung pahatan seni terbaik yang diciptakan Tuhan. Inilah yang akan mewarisi tahta kerajaan selanjutnya. Yang sampai saat ini belum memposisikan pendamping disisinya karna belum ingin. Keelokkan inilah yang membuat Cat teralihkan dari rasa bosan menunggu kapan datangnya ikan hingga ia melihat Putra Mahkota Felix tertidur diujung sana.


“Tampan” Batinnya berkata saat ia perlahan-lahan mendekati wajah Felix. Cat merasa tersihir oleh ketampanan Felix hingga ia tidak sadar terus saja melihat dan melihatnya dengan detail ukiran pahat indah tersebut.


Felix kemudian tersadar sedikit demi sedikit hingga ia terkejut dengan apa yang dilihatnya.


“Yang Mulia tertidur ya??!” Cat tertawa riang dan mengejek Felix.


“Blushhhh” Kedua pipi Felix merona merah. Betapa dekatnya wajah dirinya dengan Cat. Tapi Cat seolah-oleh tak menyadarinya dan sangat berani.


“Ah, maafkan aku” Felix segera menutup matanya dengan sebelah jemari tangannya. Ia ingin menutup rona merah diwajahnya agar tidak terlihat oleh Catrin.


Sambil menunggu hasil tangkapan. Felix dan Cat berjalan-jalan ditepi Hutan. Ia banyak menemukan rusa liar. Felix hendak memanahnya tapi Cat melarang. Begitu mereka kembali, para kesatria dan si kembar berpesta ria dengan hasil tangkapan ikan yang sedang mereka bakar bersama. Mereka syok. Pasalnya tadi ia tidak mendapatkan seekor ikan pun saat memancng. Tapi saat mereka kembali ikan yang didapat cukup banyak.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2