
“Ah” Ada potongan rambut yang tidak sengaja tergenggam oleh sebelah tangannya. Semua yang melihat pasti akan terhenjak kaget. “I-ini!!!???” Lirih Andrea.
Cleon mulai menangis sesegukkan menurunkan pandangannya dihadapan potongan tubuh itu setelah melihat apa yang ada digenggaman tangan Andrea. Andrea berusaha bangun dengan tertatih dan menatap kembali beberapa helai rambut yang tergenggam ditangannya. Air matanya mulai berderai, mengabsen tiap tetes dikedua pipinya. Warna rambut yang selama ini ia cari setengah mati. Warna rambut yang dimiliki wanita terkasihnya. Warna rambut yang selama ini ia siksa dan sakiti. Rambut dari wanita tercantik dibelahan bumi Skanea baginya.
Seseorang yang lebih indah dari setangkai bunga. Kini gadis itu benar-benar pergi dari sisinya. Pergi tanpa pamit kepadanya. Pergi meninggalkan bekas luka yang telah berlubang parah didadanya. Adakah yang lebih mengenaskan dari ini??
Casnav mulai terjatuh ketanah dan menahannya dengan kedua lututnya. Ia menyeka air matanya yang mulai jatuh bertebaran dipipinya dan menahan aliran air dalam hidungnya. Itulah yang membuat ia tercekat sesekali.
Lewis lebih berusaha sekuat tenaga. Tubuhnya mulai membungkuk bberapa derajat serasa ingin ambruk. Kedua bahunya mulai beradu naik turun secara cepat beserta sesegukkan tiada henti dalam tangisannya yang
selaras dengan suara-suara getir penuh kehilangan.
“Ah Catrin, A-yah datang. Ayah datang untuk menjemputmu nak huhuuuu heugh” Buliran bening dipipinya yang mulai keriput itu sangat deras membasahi.
Andrea masih intens melihat beberapa helai rambut tersebut. Kedua dadanya semakin sesak seperti ada yang menekan. Ia tidak bisa bernafas. Ia dibuat seperti jadi orang gila karna perasaan bersalah. Ia takut setengah mati. Sangat-sangat takut.
Flashback off.
Seorang konfusius asing pernah berkata. Andaikan kebahagiaan terdapat sebanyak satu kendi air, maka kebahagiaan yang ia miliki hanya tetesan embun dari kendi air tersebut. Sedangkan permata indah tak akan bisa diasah tanpa gesekan, begitu pula manusia, tak ada yang sempurna tanpa cobaan. Catrin telah berhasil meninggalkan lubang cukup dalam dihati Andrea. Lubang yang belum tentu bisa ditutupi dengan apa pun apalagi untuk disembuhkan.
---
__ADS_1
Cat berjalan-jalan disekitar kediaman sendirian. Ia mencari sosok Barlin. Ada yang perlu disampaikannya mengenai sipenulis Novel yang dua hari lalu ia temui bersama Pangeran dan Putri kembar.
Biasanya jam segini Barlin berada diperpustakaan untuk membaca buku. Lokasinya tidak jauh dari kediamannya. Ia pun berjalan kearah sebuah lorong. ia pernah ke perpustakaan Barlin dan kalau tidak salah ingat ini adalah jalan menuju perpustakaan tersebut.
“Kau tahu, dua hari yang lalu aku melihat kesatria dan pengawal dari Kerajaan Skanea dikerajaan kita??” Langkah Cat terhenti mendadak saat tidak sengaja mendengar cerita dari para dayang yang sedang bergosip disudut kediaman. Cat lebih mendekatkan posisi dirinya yang diantara ia dan pelayan tersebut hanya dibatasi oleh dinding. “Aku mendengar kalau mereka mencari Putri yang hilang, Putri itu merupakan Calon Puteri Mahkota sana. “Deg” Tubuh Cat serasa tersambar petir.
---
Arak-arakkan Putera Mahkota Andrea tiba dikerajaan Skanea dengan wajah lesu, pucat tidak bertenaga. Membawa buah tangan yang tidak terbayangkan yakni sebuah peti berisikan potongan-potongan tubuh yang diyakini
itu adalah Catrin Maldovan Dominique, kekasih, tunangan dan calon Putri Mahkota kekaisaran Skanea.
dengan sisa-sisa tenaga yang ada.
“B-baginda” Ujarnya lirih. Belum pernah ia menangis dan disaat ia menangis air matanya tiada berhenti seolah-olah air mata itu memang hanya diberikan untuk wanita yang ia cintai dan yang pernah ia sakiti saja. Sang Raja memeluknya, ikut merasakan atas kehilangan atas apa yang dirasakan anaknya. Belum pernah ia melihat setetes ait mata dari anaknya. Dan baru kali ini ia melihat keajaiban tersebut. Dan hanya wanita itu yang mampu
menghancurkan tembok ketangguhannya.
Lauren melangkah pergi menuju peti yang menjadi titik fokusnya. Rasanya segala akalnya sudah lenyap. Ia tidak memperdulikan keberadaan Baginda, Raja dan Ratu yang ada disana. Yang terfikirkan hanyalah anaknya saja. Saat ia semakin mendekat dan meraih peti tersebut, ia pelan-pelan melirik kearah semuanya seolah berkata apakah benar dipeti ini adalah anakku???, pikirnya.
Dan jawaban yang mampu ditampung oleh Lewis dan kedua anaknya hanyalah diam seribu kata. Baginda Raja melepaskan pelukan itu. Dan Andrea memperlihatkan potongan rambut Catrin yang berharga. Ia memperlihatkannya kehadapan Baginda Raja dan Ratu yang berada didekatnya.
__ADS_1
Lauren terdiam pilu seketika melihat potongan rambut itu. “Heughh heughhh” Tangis Andrea pecah sudah. Ia berlutut dihadapan peti Catrin seraya berkata. “Kau berhasil membunuh jiwaku Cat heughh”
Ela juga tidak kuasa menahan kesedihannya. Ia yang saat itu sudah pulang sesaat setelah mencari tanaman obat dihutan bersama Johny terkejut hebat dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Saat ia memberanikan
diri melihat potongan tubuh tersebut awalnya ia tidak percaya, namun saat potongan rambut yang diperlihatkan Andrea dihadapannya ia ambruk seketika.
Dengan kedatangan rombongan Putera Mahkota Andrea bersama sebuah peti. Keesokan harinya adalah hari berkabungnya kekaisaran. Seluruh kerajaan Skanea
Rasanya ia sudah menggali dua liang kubur secara bersamaan, satu untuk wanita itu dan satunya lagi untuknya. Tapi jauh beberapa meter kedalam lagi jiwanya sudah seperti lama terkubur pergi lebih dulu. Kini kedepannya ia akan merasakan kesepian, kehilangan dan rasa bersalah berkepanjangan. Ketakutan yang membara dan malam-malam panjang dengan insomnia. Seperti layaknya hari-hari dalam kuburan.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2
__ADS_1