
Sebuah aula megah sangat berkelas telah mulai terisi beberapa kerumunan bangsawan. Beberapa dari mereka yang mungkin saling kenal, sok akrab atau sekedar mencari informasi mulai berkumpul. Entah apa yang mereka
bicarakan, yang jelas hanya mereka yang tahu. Disamping itu, alunan musik tentu saja menambah seru dan semaraknya acara. Hanya saja masih belum lengkap tanpa si empunya yang menjadi bintang utama malam ini.
Hanya saja dansa belum bisa dimulai tanpa adanya si pemeran utama malam ini. Dan sesuatu mulai mengalihkan perhatian mereka. Kedatangan keluarga Marquess Franklin. Tentu saja yang membuat mereka mengalihkan pandangannya adalah hadirnya sosok yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Siapakah dia ?? pikir mereka pastinya. Sosok Cat mampu menjadi sorotan bak magnet disaat itu terutama pandangan laki-laki.
Cat kesulitan dan tidak nyaman. Semua mata tidak berkedip melihatnya. Para bangsawan pria yang kebanyakan masih lajang melihat Cat dengan wajah bersemu merah merona “Aku akan mengajaknya berdansa nanti” Pikir
mereka semangat. Lalu yang sudah memiliki status tunangan atau pun sudah menikah hanya bisa gigit jari pasalnya mereka telah mati pajak. Sial, andaikan mereka belum memiliki status, pikirnya menyesal.
“Selamat datang tuan Marquess” Sapa seorang bangsawan pria disana bersama istri disampingnya.
“Halo tuan Count Reynold” Balas Marquess.
“Siapakah gerangan wanita cantik yang datang bersama tuan ?” Tanyanya.
“Perkenalkan ini adalah Putri angkatku Catrin. Ayo perkenalkan dirimu Cat, beliau adalah Count Reynold dan Countess Vera” Pinta Marquess.
“Salam kenal Count Reynold dan Countess Vera. Saya Catrin M….” Cat terdiam sesaat memikirkan sesuatu yang tiba-tiba hampir keluar dari mulutnya.
“Saya Catrin, putri angkat dari Marquess Franklin. Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan Count Reynold dan Countess Vera malam ini” Lanjut Catrin. Ia hampir saja melakukan kesalahan saat memberi salam. Tapi ia bukannya sengaja. Ada sesuatu yang tiba-tba membuatnya teringat tapi entahlah, ia juga bingung itu apa.
__ADS_1
“Hhohoho. Putri terlalu berlebihan. Justru saya dan istri saya yang merasa terhormat karna bisa berkenalan dengan Putri Marquess yang sangat cantik ini. Andaikan anak lelakiku sebayamu, pasti sudah kusandingkan dengannya. Sayangnya ia masih terlalu kecil” Anak kecil yang disebutkan pun tiba-tiba bersemu merah disamping orang tuanya.
“Salam kenal tuan Marquess, nyonya Marchioness, tuan Barlin, tuan Banny dan kakak cantik. Perkenalkan saya Putra dari Count Reynold Loudriga dan Countess Vera Loudriga. Nama saya Arent Loudriga” Anak kecil yang seumuran Pangeran Ren dan Putri Rani tiba-tiba memberi salam hangat kepada Cat.
“Wahh ketampanannya menurun dari mu tuan count” Gumam Marquess yang membuat keluarga Reynold tertawa senang karna dipuji. “Walau pun tuan Arent masih kecil, saya bisa menjadi temannya tuan kok. Silahkan undang saya jika tuan Arent ingin” Senyum Cat membalas salam Arent.
“Suatu kehormatan bisa menjadi teman anda Putri Cat” Balas Arent yang begitu sopan dan tenang.
Saat Cat dikenalkan sebagai putri angkat keluarga Marquess, seluruh bangsawan pun kekaisaran pun jadi mengetahui sosoknya.
Bukan hanya sosok Cat yang bisa mengalihkan perhatian pada malam itu, melainkan kedua anak lelaki Marquess Franklin Barlin dan Banny. Mereka adalah pria tampan blasteran indah yang dimiliki Kekaisaran Imperial, Eits tapi ketampanan mereka pun juga tidak akan mengalahkan rupawannya Putera Mahkota Felix.
“Baginda Raja dan Ratu memasuki ruangan” Teriak seorang pengawal kerajaan.
tidak akan kalah ketampanannya dengan pria mana pun termasuk kedua lelaki Marquess Franklin. Ketampanannya sudah berada dilevel blasteran surga.
Bisa dilihat dari expresi para wanita yang merona merah saat melihat Felix. Tak terkecuali Sovea malam itu yang tidak dapat mengedip sedikit pun kea rah Felix. Dialah pria tampan yang akan menjadi suaminya nanti. Tapi disisi lain Cat tersenyum riang saat melihat sosok kedua adik kembar Putera Mahkota Felix. Ia sangat merindukan mereka.
“Beri salam” Teriak pengawal kembali dan seluruh hadirin serentak memberi salam setelah mendapat perintah. Keluarga kerajaan pun membalas dengan melayang dan menurunkan sebelah tangannya yang dilakukan oleh
Kaisar sendiri.
__ADS_1
Felix terperanga sekilas saat melihat sosok Cat dari bawah saat hendak menuruni anak tangga. Gaun yang dikenakan Cat sangat cocok untuknya. Sangat-sangat indah dan cantik pikinya. Sampai-sampai ia sulit mengalihkan pandangannya kearah lain karna begitu indahnya wanita tersebut.
Sovea pun menyadari apa yang diperhatikan Felix. Meski pun wanita yang dilihat Felix yang menundukkan pandangannya tapi ia yakin yang dilihatnya pasti adalah Lady tersebut. Ia pun kembali geram dengan mengepalkan kedua tangannya. Ia sebenarnya tidak ingin datang ke pesta ini tapi ia akan malu jika tidak hadir. Ia bertekad untuk mengajak Felix berdansa bersama nanti.
Beberapa pasangan mulai berdansa setelah tibanya keluarga Kaisar dan duduk disinggahsana mereka masing-masing. Tanpa membiarkan melody itu menganggur, mereka pun dengan segera menari-nari mengikuti alunan musik. Karna musik telah dimainkan, beberapa lelaki mulai mendekati Cat. Tapi langkah mereka terhenti saat Barllin melirik kearah laki-laki bangsawan dengan tampang menyeramkan seakan-akan memberi kode jangan mendekati adikku.
Felix yang saat itu telah melihat situasi mulai berjalan mendekati arah keluarga Marquess Franklin. Sovea yang tidak ingin ketinggalan sasaran segera melangkah cepat kearah Putera Mahkota Felix “ Yang…”
“Salam kepada Putera Mahkota Agung Felix.” Sapa keluarga Marquess dan Count Reynold yang kebetulan disamping mereka. “Hallo tuan Marquess dan tuan Count. Tuan Marquess bolehkah aku mengajak anak gadismu
untuk berdansa??”
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2