The Future Princess

The Future Princess
Episode 112 / Mencari keberadaannya.


__ADS_3

“Terima kasih atas pujian nona terhadap kami. Lain kali sering-seringlah datang kesini. Saya akan menghidangkan beberapa makanan khas Imperial. Oh jika nona tidak keberatan bagaimana kalau anda ikut makan malam bersama kami. Nona juga harus merasakan masakah diistana yang tidak kalah enak dari yang nona coba diluar” Ajak felix yang tentu saja Ela menolaknya dengan lembut.


“Terima kasih atas kebaikan anda Yang Mulia. Karna sepertinya saya tidak enak badan. Saya harus kembali ke penginapan untuk merehatkan tubuh saya. Mohon maaf atas kelancangan saya yang belum bisa memenuhi permintaan yang Mulia”


“Ahh begitu ya?!” Ujar felix sedikit prihatin.


“Baiklah, jika nona merasa kurang sehat. Saya akan menyuruh Kesatria Johny untuk membawakan dokter kerajaan ke penginapan anda” Ela segera menolak dengan halus permintaan Felix.


“Tidak perlu Yang Mulia. Saya selalu menyediakan obat kemana pun saya pergi. Saya selalu seperti ini jika terlalu lelah. Terima kasih atas perhatian anda Yang Mulia. Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu Yang Mulia.” Felix tidak mungkin menahan Ela yang sudah seperti orang sakit. Ia pun akhirnya melepaskan Ela pergi.


“ Baiklah, lebih baik nona segera beristirahat. Kesatria Johny akan mengantar anda sampai ke penginapan” Tawar Felix kepada Ela dan Ela pun pamit undur diri. Mereka keluar dari ruang tamu Putera Mahkota. Ela yang sedikit tidak bertenaga itu terlihat susah untuk berjalan. Kesatria Johny segera memapahnya dan memegang kedua bahu Ela.


“Nona tidak apa-apa??” Ela menepis ringan kedua tangan kesatria Johny. Sepertinya ia risih dengan sentuhan dirinya. Johny pun terlihat bingung seketika. Tiba-tiba saja Ela seperti menjadi orang lain pikirnya. Apa yang terjadi ?, pikirnya bingung.


Ela pun pulang ke penginapannya menggunakan kereta kuda dan dengan ditemani Johny diluar kereta kuda dengan menggunakan kudanya sendiri. Felix terlihat bergumam dialog seribu kata melihat Ela yang berbeda. Sepanjang jalan ia diliputi rasa bersalah yang bahkan ia tidak tahu apa salahnya. Padahal sebelum ke istana ia baik-baik saja.


Kesatria Johny telah mengantar Ela dengan selamat ke penginapan tempat Ela beristirahat selama di Imperial. Sebelum Johnya pergi meninggalkannya, Johny meninggalkan beberapa kata untuk Ela. “Besok pagi merpati pos akan datang sendiri ke kamar nona. Ia akan mengantarkan surat anda dengan selamat ke kekaisaran Skanea.” Ujar Johny.

__ADS_1


“Terima kasih tuan kesatria Johny” Ungkap Ela sambil membungkukkan tubuhnya. “Kalau begitu saya permisi masuk dulu tuan kesatria Johny” Tutur Ela dan ia mulai memutar tubuhnya kearah pintu kamarnya namun kecepatan tangan Johny mengalahkan gerakan tubuhnya. Johny mendekap Ela ke pelukannya sehingga ia berhasil mendekap Ela tepat dikedua dada bidangnya.


“Maafkan saya nona, tapi semenjak diistana tadi, nona selalu diam dan menepis tangan saya saat saya ingin memapah nona. Saya frustasi melihatnya. Apa salah saya nona??” Lebih frustasi lagi dirinya jika ia tidak menanyakan hal tersebut dan malah meninggalkan Ela tanpa hal yang pasti. Ela sendiri tidak tahu harus berbuat apa-apa.


Kenapa ia harus terjerat dengan laki-laki ini pikirnya. Seandainya ia tidak mendengar suara panggilan itu saat di Hutan, dan andaikan ia tidak melihat kejadian yang mengerikan itu saat diistana, mungkin ia tidak akan sesulit ini. Mereka yang telah menyembunyikan Catrin dari kerajaan Skanea. Ini adalah tindak kejahatan yang tidak dapat diampuni pikirnya. Apalagi seseorang yang ia sukai telah ikut-ikutan dalam penyembunyian tersebut.


Ela tidak membalas pelukan itu dan hanya terdiam. Kedua tangannya mulai mengepal. Ia masih kesal dan marah. “Jika nona tidak ingin menjawabnya baiklah” Johny mulai melepas pelukan itu pelan-pelan. “Kalau begitu saya pamit undur diri, permisi nona” Johny pun pergi menjauh semakin lama dan hilang begitu saja dibalik dinding.


Ela membuka pintu dan masuk ke kamarnya. Ia menutupnya kencang dan menguncinya. Ela tercekat. Ia sudah bertahan cukup kuat agar tidak menangis saat diistana. Disini lah ia baru bisa melampiaskannya. “Hhuhuuu hiks hiks” Air matanya berurai. Ia bersandar dipintu dan mulai menyeret tubuhnya turun hingga kelantai. Ia sedikit frustasi. Kenapa harus pria itu yang ia cintai??, kenapa harus pria itu yang ikut didalamnya, pikirannya mulai berkecamuk.


Ini rumit pikirnya. Ia memindahkan tubuhnya berjalan menuju ranjang dengan sangat pelan. Ia sangat lelah dan pusing. Ia meminum obat yang tersedia diatas nakas dan beristirahat setelahnya.


Ia tidak perlu menceritakan panjang lebar. Cukup memberi tahu apa yang terjadi disini dengan singkat. Setelah suratnya selesai ia buat, tidak lama kemudian seekor burung merpati datang menghampiri jendela kamarnya dengan mengetuk kaca beberapa kali menggunakan paruhnya. Ela spontan melihat kearah jendela dan ia menyadari bahwa itu adalah burung pos merpati milik kesatria Johny.


Ela langsung saja menyematkan surat tersebut ke kaki merpati tersebut “Pergilah dan kabari mereka dengan cepat” Ujar Ela kepada burung Merpati tersebut. Burung itu pun terbang dengan indah diatas awan menuju tujuan. Ela hanya perlu menunggu balasan surat tersebut dari kerajaan Skanea. Ia yakin surat darinya akan menggeparkan istana pastinya. Tapi sebelum ia mendapat balasan. Ia harus mencari tahu dimana kediaman Catrin saat ini.


Karna susah baginya untuk mencari tahu. Ia pun mencari mata-mata sewaan disekitar sini. Ia mulai bertanya kepada pegawai penginapan. Pegawai tersebut memberinya informasi jika ingin menyewa mata-mata ia harus

__ADS_1


pergi ke pusat pasar lalu mencari kedai minuman dan makanan pasta yang terkenal disana.


Pegawai tersebut juga mengatakan bahwa jika ingin menyewa mata-mata ia harus mengatakan kode rahasia dan untung saja pegawai tersebut tahu kode rahasianya karna ia pernah menyewa mata-mata tersebut untuk


mematai kekasihnya.


Ela pun pergi ke pusat keramaian menggunakan kerudung penyamaran agar tidak mudah dikenali apalagi oleh kesatria Johny. Pasti saat ini kesatria Johny datang ke penginapannya dan mencari dirinya. Ia sudah


mengatakan kepada pegawai penginapan jika pria tersebut datang katakan saja ia pergi entah kemana dan kemungkinan besar pasti kesatria Johny mencari keberadaannya.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2