The Future Princess

The Future Princess
Episode 65 / Teh dari timur.


__ADS_3

“Siska, hari ini jangan beri makan Leon”


Siska si pelayan yang biasa membantu Sovea “Ada apa nona??” Tanya Siska tidak mengerti.


“Karna aku akan mempersembahkan makanan yang lezat dan mengenyangkan untuknya nanti” Seringai wajah Sovea terukir jelas. “Baik nona” Jawab Siska kemudian.


Pagi itu pun Cat menerima surat undangan pertama kalinya sejak ia tinggal dikediaman marquess. ”Apakah aku harus pergi??” Pikirnya saat itu. Ia sedang bersiap-siap untuk sarapan bersama dengan Marquess dan yang lainnya. Sarapan pertama kali baginya karna sebelumnya ia sarapan sendiri didalam kamarnya.


“Ahh pasti nona bingung kenapa tuan Marquess memanggil nona untuk sarapan bersama. Menurut tradisi keluarga ini, sarapan bersama dilakukan sekali seminggu jika tuan Marquess tidak sibuk. Begitu juga saat makan siang dan makan malam. Dan harinya pun sudah ditentukan jadwalnya. “Oh begitu” Balas Cat sambil tetap membaca isi surat undangan dari Sovea.


“Clara, apakah kau tahu seperti apa Putri Viscount Daniel itu??” Tanya Cat kepada Clara.


Jenny yang ikut mendengarnya pun terkejut. “Apakah boleh saya menjawab nona??” Pinta Jenny. “Tentu saja” Balas Cat.


“Nona harus berhati-hati dengan nona Sovea. Dia adalah calon Selir Putra Mahkota Felix. Banyak rumor terdengar bahwa wataknya tidak baik. Dia wanita yang suka pamer kepada teman-temannya dan tidak suka mengalah.


Ada baiknya jika Nona lebih baik tidak datang ke perjamuan tersebut”


Cat mendengar dan menela’ah apa yang dibicarakan pelayannya Jenny. Meski pun ia mendengar rumor jelek terhadap Sovea, tapi ia juga butuh orang bangsawan untuk mengkokohkan keberadaannya dikeluarga


Marquess. Selagi menunggu Clara merapikan rambutnya, ia perlu berfikir sebentar untuk membalas surat dari Sovea yang terbilang dadakan, apalagi acara tersebut dilakukan sore hari ini.


Suara gesekan piring, garpu dan pisau menjadi teman sampingan saat makan. Tidka begitu berisik dan tidak juga begitu pelan. Itu terlihat pas dan sangat santai. Belum ada pemecah suara sampai saat ini. Marchioness yang mulai rishi mulai melirik ke arah suaminya yang terus saja sibuk mengiris daging diatas piringnya. Akhirnya ia pun geram dan langsung memecah keheningan.


“Apakah kau senang dengan pesta tadi malam Cat sayang?” Tanya Liliana kearah Cat.


Cat yang merasa pun segera merespon “Ia Ibu saya senang”

__ADS_1


“Rupanya gaun yang diberikan Putera Mahkota sama dengan yang beliau pakai”


“Ia Ibu, saya tidak menyangka kalau itu bisa sama dengan yang dipakaikan Putera Mahkota” Balas Cat sambil tersenyum ringan.


“Oh ya aku dengar kau mendapat undangan dari Sovea, anak dari Viscount Daniel. Apa itu benar??” Tanya Berlin menghentikan sesaat makannya.


“Benar kak. Pagi ini undangan itu datang” Balas Cat.


“Apakah kau akan datang??” Tanya Banny dengan ekspresi sedikit khawatir.


“Sebaiknya kau tidak perlu datang. Kau tidak perlu susah-susah kesana” Berlin sedikit khawatir apalagi Sovea mempunya reputasi kurang baik.


“Aku pikir sebaiknya aku pergi saja, karna akan lebih baik kalau aku memiliki banyak teman nanti melalui Lady Sovea” Ujar Cat.


“Ayah akan mengizinkanmu asalkan Ayah tahu dimana. Panggil kesatria Robert untuk mendampingi Cat selama disana”


Cat pun bersiap-siap menuju kediaman Viscount Daniel bersama kesatria Robert dan Jamilah. Robert mengikuti kereta kuda yang dinaiki Cat bersama 1 pelayannya. Sedangkan ia sendiri bersama kuda kesayangannya. Perjalanan yang hampir menelan waktu sampai satu jam itu pun akhirnya tiba juga dikediaman keluarga Viscount Daniel. Cat memperhatikan kediaman Viscount Daniel yang lumayan besar.


Kedatangannya pun langsung disambut oleh kepala pelayan Sovea didepan kediaman lalu menuntun Cat ke halaman belakang tempat dimana perjamuan diadakan. Saat gerombolan wanita-wanita bangsawan mulai


terlihat Cat mulai merasakan perasaan yang tidak enak. Tapi ia tidak perlu khawatir karna ada kesatria Robert yang selalu sedia disampingnya.


“Wahh akhirnya yang ditunggu-tunggu datang. Selamat datang nona Catrin. Perkenalkan saya Sovea der Cloun, putri dari Viscount Daniel. Ayo duduk” Sovea mempersilahkan Cat untuk duduk. Bangku yang Cat tempati terbilang pojok. Meja memanjang tersebut seperti memperlihatkan level-level bangsawan yang duduk disana, padahal ia adalah putri Marquess. Apakah karna ia hanya sebatas anak angkat, pikirnya tak percaya.


“Ahh maaf karna nona terlambat jadi nona dapat kursi agak jauh. Maafkan saya nona” Sindir Sovea.


Oh jadi ini yang disebut dengan perilaku Sovea yang buruk itu, pikir Cat agak miris.

__ADS_1


Dan para gadis bangsawan mulai memperkenalkan diri masing-masing.


“Perkenalkan nona saya dari keluarga Count Gabriel”


“Saya Christina dari keluar Baron Loreas”


“Saya Manda dari keluarga Marquess Francois”


“Saya Yosi dari keluarga Baron Joan”


“Saya Milla dari keluarga Achduke Adam”


Wah, wah, wah mereka rata-rata bangsawan kelas menengah. Ada juga bangsawan Archduke yang lebih tinggi kedudukannya dari Marquess. Ada satu yang setara dengan Cat dan dia duduk persis sebelah Sovea yang duduk di paling utama. Sedangkan anak bangsawan Archduke duduk bersebarangan dengan putri Marquess Francios. Cat sudah menyadari bahwa Sovea sengaja membuatnya malu. Tapi ia ingin lihat seperti apa lagi trik yang akan dilakukan Sovea kepada dirinya.


“Ayo silahkan diminum teh nya nona-nona. Ini adalah teh terbaik dari timur yang dibawa oleh Bangsawan Tiongkok


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2

__ADS_1


__ADS_2