
Ela memperhatikan punggung kokoh Andrea dari belakang. Terlihat jelas dari sana bahwa pria itu kelelahan karna sibuk mencari tunangannya yang hilang. Dulu ia berfikir bahwa lelaki bengis dan cuek itu tidak mungkin menyukai Catrin. Tapi dari sini pikiran itu berhasil lenyap dan sirna seiring dengan sikap Andrea yang seperti kehilangan beberapa saat ini. Apakah ia harus bersyukur atau ini hanya temeng semata??.
“Ahh Yang Mulia Puteri, saya berharap anda dalam keadaan sehat-sehat saja. Jangan sampai rasa kehilangan ini tertukar dengan rasa lebih sengsara lagi” Ela bergumam dalam dirinya sambil membayangkan wajah Catrin yang bersinar.
Pagi hari Catrin telah siuman dengan raut wajah pucat pasi. Ia terbangun dengan deruan nafas yang tidak beraturan. Liliana yang kebetulan ada disana terkejut dan langsung menenangkan Catrin. “Kau tidak apa-apa nak??” Tanya Liliana Khawatir. Yang ditanya pun belum bisa berfikir jernih. Pandangannya masih ambigu dan berusaha mencari celah yang bisa membuat ia berpikir jernih.
“Ambilkan Nona air putih cepat” Perintah Liliana kepada Jamilah.
“Baik nyonya” Jamilah segera meraih teko yang tidak jauh dari sana. Dan memberikannya kepada istri Marquess. Liliana pun langsung membantu Cat untuk menyesap air minum itu agar ia merasa baikkan dan tenang.
Setelah Cat menyesap air putih itu, barulah ia merasa baikkan dan gelombang nafasnya sedikit demi sedikit menurun.
Cat memandangi raut wajah Liliana dengan sedikit intens. Wajah Ibu angkatnya saat ini. Cat memandangi wajah Liliana karna ia baru saja memimpikkan seorang wanita yang seumuran dengan Liliana. Wanita yang memeluknya dalam mimpi itu membuat hatinya terenyuh dan sakit. Ada perasaan bercampur rindu saat ia dipeluk oleh wanita itu.
“Kau baik-baik saja nak??” Tanya Liliana khawatir.
“I-ibu?!” Cat memanggil dengan suara parau dan pelan. Liliana tersentuh. Panggilan Ibu dari mulut kecil Catrin membuatnya terenyuh. Sudah lama sekali ia menginginkan anak perempuan. Liliana memeluk Cat senang.
Tuhan telah menitipkan satu anak perempuan cantik untuknya. Rasanya ia belum rela jika Cat akan dibawa ke istana.
Kabar pertunangan Cat telah menyebar seantero Kekaisaran. Dan dari kabar angin yang tersebar, tidak akan lama lagi pertunangan itu akan segera digelar saat setelah acara lamaran Felix berlangsung. Itu begitu cepat pikirnya. Ia masih ingin Cat berada disisinya lebih lama. Ia ingin merasakan menjadi Ibu bersama anak gadisnya seperti
ibu-ibu bangsawan lainnya yang memiliki Putri.
“Apakah aku sudah lama tertidur??” Tanya Cat saat mereka mulai melepaskan pelukan masing-masing.
“Tidak nak. Apakah kau sudah merasa baikkan?” TanyaLiliana lagi.
__ADS_1
“Aku sudah mulai merasa baikkan. Hampir saja aku matiditangan Harimau itu” Gumam Cat kesal.
“Kau tenang saja nak. Ibu mendengar cerita bahwa Sovea telah dilengserkan dari daftar calon Selir kerajaan”
“Benarkah” Tanya Catrin dan dibalas anggukan langsung oleh Liliana. Namun Catrin masih belum mengetahui kalau dirinya bakal dijadikan calon tunangan Putera Mahkota.
“Tok tok tok.”
“Nyonya dan Nona, tuan Marquess ingin masuk kedalam”
“Persilahkan Ayah masuk” Jawab Catrin langsung.
“Baik Nona” Tidak lama Marquess pun menampakkan diri dari balik pintu. Ia pun duduk kemudian disamping istrinya setelah disediakan kursi disamping ranjang Cat.
“Ada hal yang ingin aku katakana padamu Cat”
“Istana telah menurunkan surat pinangan kepada keluarga kita” Ujar Franklin yang membuat Cat deg-degan. “S-surat pinangan??. Untuk siapa Ayah??” Tanya Cat ambigu, tapi ia yakin itu pasti mengenai dirinya.
“Itu adalah surat pinangan untukmu Cat. Kau adalah calon tunangan Yang Mulia Putera Mahkota Felix” Franklin mulai merasa frustasi dengan kenyataan. Sedikit demi sedikit keinginan Felix hampir tercapai. Kedua pelayan
Cat terkejut bahagia, sementara Jamilah hanya tersenyum karna ia tahu saat Cat di Istana, Putera Mahkota selalu ada untuk Cat. Itu terlihat jelas dari gelagat Felix yang menaruh perasaan pada Cat.
Cat terdiam. Terlihat raut wajahnya tampak bingung. Dibilang senang ia tidak terlalu.
“Bukankah ini terlalu cepat suamiku??. Insiden itu baru kemarin menimpanya dan ini masih hangat dibicarakan oleh kalangan bangsawan. Kita tidak bisa mengalihkan insiden itu dengan kabar pertunangan” Ucap Liliana keberatan.
“Cat juga belum lama menginjakkan kaki dirumah ini dan kau sudah akan menyuruhnya pergi lagi ke istana?? Berilah ia sedikit waktu lagi” Sambung Liliana memohon.
__ADS_1
“Aku akan meminta kepada Baginda Raja untuk tidak buru-buru melakukan acara pertunangan sampai waktunya tiba. Dan aku juga akan meminta permohonan kepada Baginda Kaisar untuk jangan membawamu dulu ke Istana
sampai acara pernikahan tiba”
Menurut adat istiadat pernikahan kerajaan. Ketika seseorang diputuskan menjadi calon dari anggota kerajaan atau seorang bangsawan, maka pihak wanita akan dibawa ke tempat si calon sampai perhelatan acara pernikahan tiba. Ini bertujuan agar si calon perempuan bisa mengakrabkan diri dengan situasi baru dirumah calon mempelai.
Liliana mulai lega “Ia, itu benar”.
“Yang Mulia, para pihak kerajaan Skanea mulai bergerak subuh tadi” Johny menyampaikan laporan kepada Felix yang sibuk berkutat dengan pekerjaannya.
“Katanya Baginda Raja menyediakan mansion dan pelayan untuk mereka” Ujar Felix tanpa memindahkan pandangannya dari seonggok kertas yang ada dihadapannya.
“Benar Yang Mulia.” Jawab Johny segera.
“Lalu bagaimana dengan Catrin??” Felix tentu menyelipkan satu nama yang ia tunggu-tunggu kabarnya. “ Menurut laporan yang saya terima, Lady Catrin telah siuman. Surat lamaran yang kita kirimkan kekediaman Marquess juga sudah diterima. Pasti saat ini beliau sudah mengatakannya kepada Lady dan juga anggota keluarganya” Lanjut Johny kembali.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2
__ADS_1