The Future Princess

The Future Princess
Episode 106 / Rasa penasaran.


__ADS_3

“Deg” Detak Jantung Ela tiba-tiba berdenyut kencang sesaat ia mendengar seseorang memanggil sebuah nama yang tidak asing baginya. Meski pun samar-samar tapi ia yakin seseorang itu menyebut nama Cat.


“Ada apa nona??” Tanya Johny heran melihat Ela yang tiba-tiba terdiam.


“Apa tuan kesatria tidak mendengar sesuatu??” Tanya Ela.


“Sesuatu, maksudnya suara kaki kuda?” Tanya Johny menambahkan.


“Bukan tuan kesatria, tapi suara orang-orang tersebut. Sepertinya mereka mengucapkan sesuatu” Kebetulan Johny tidak dapat mendengar apa-apa selain suara kaki kuda yang ia dengar, jika pun ada suara lain, itu tidak terlalu jelas baginya.


Ela pun memutuskan untuk berlari mencari arah sumber suara yang ia dengar. Kesatria Johny tidak tinggal diam. Ia berlari mengejar Ela yang sudah lupa dengan tujuan utamanya datang ketempat ini. “Nona??” Teriak Johny.


“Saya harus mencari arah suara itu” Teriaknya ringan melintasi beberapa semak belukar yang terlihat mengganggu pandangannya. Ia selalu mencekal beberapa tanaman tinggi yang menghalangi jalannya dengan ekspresi ingin tahu yang sangat besar dari wajah Ela. “Nona hati-hati, disini banyak tanaman berduri” Ungkap kesatria Johny yang tidak diacuhkan oleh Ela karna ia berusaha mencari arah suara yang membuatnya penasaran.


Memang disaat kebetulan Cat dan kakaknya sedang memacu kudanya kearah hutan tersebut dan mereka hanya melintas sesaat lalu pergi kearah yang berbeda lagi. Karna latihan hari ini, Cat memacu kudanya dari arah


kediamannya lalu melintasi hutan dan kemudian balik lagi ke kediamannya. Dan saat itu Putera Mahkota juga ikut menemaninya menunggangi kuda bersama.


“Kak, setelah ini ajari aku menggunakan senjata” Ujar Cat saat mereka masih bergelut diatas kuda masing-masing dan itu sulit didengar oleh Banny karna suara Cat agak sedikit kecil.


“Kakak tidak mendengarnya. Saat sampai dirumah saja kau sampaikan” Ujar Banny dan langsung dibalas Cat “Baik kak”


Putera Mahkota Felix dan Banny terkejut mendengar permintaan Cat saat mereka tiba dikediaman.

__ADS_1


“Apa??. Kau ingin belajar menembak??” Tanya Banny tidak habis pikir.


“Ia kak aku ingin belajar menembak. Aku mohon” Pintanya yang terlihat imut dan itu membuat Putera Mahkota jatuh hati kesekian kalinya. Sial, kenapa Cat tidak memohon kepadanya seperti itu pikirnya.


“Aku akan mengajarkanmu Cat” Ujar Putera Mahkota masuk diantara mereka.


“Benarkah??” Kedua mata cat berbinar-binar saat Felix ingin membantunya belajar menembak. “Yang Mulia” panggil Banny memohon. “Tidak apa-apa tuan Banny. Biarkan saja Cat belajar menembak. Kita tidak tahu kedepannya bagaimana. Anggap saja ini seperti hoby bagi Cat”. Jelas Felix yang membuat Banny akhirnya terdiam meski pun sedikit disayangkan pikirnya.


“Oh baiklah, kakak izinkan. Aku akan bicarakan ini ke kakak dan Ayah nanti” kalimat ini membuat Banny mendapat pelukan tiba-tiba dari Cat dan itu membuat Bannya terdiam seketika saat dipeluk Cat. “Terima kasih kak”


Bisik Cat.


Dan reaksi Felix saat melihatnya tentu saja kesal. Padahal ia yang memberi izin kepada Cat tapi yang diberi pelukan justru Banny. Hatinya sedikit sakit. Felix pun menarik tangan Cat dari pelukannya ke Banny.


“Tapi saya kan Kakaknya Yang Mulia” Ujar Banny ikutan kesal. Padahal ia menikmati pelukan dari sang adik.


“Tapi kan saya calon suaminya tuan Banny” Felix malah tidak mau kalah dan Catrin tetap saja tertawa geli melihat mereka berdua. “Kau tidak mau memelukku??” Tawar Felix kembali dan Catrin hanya membalasnya dengan


senyuman.


“Hmm baiklah kalau kau tidak mau” Karna Felix berfikir mungkin Cat malu didepan kakaknya terpaksa ia mngalah saja, namun setelah itu ia mendapat pelukan akhirnya dari Cat. “Terima kasih Yang Mulia, calon suami catrin” Bisiknya diteling Felix yang membuat Felix berdebar-debar sekaligus bersemu merah. Hal ini tidak boleh dilewatkan baginya, ia pun membalas pelukan Cat dengan hangat.


Sementara Banny mendengus dan mengejek kesal terhadap Putera Mahkota yang seperti kekanak-kanakkan baginya.

__ADS_1


“Hufff haaa haa” Ela dan kesatria Johny terlihat lelah dan sesak nafas. Ia mencari kesana kemari namun tidak menemukan keberadaan segerombolan orang-orang yang menaiki kuda. Ia terlihat putus asa karna terlambat.


“Arghh” Ela benar-benar dibuat kesal setengah mati. Ia bahkan mendapatkan beberapa luka ditangannya karna menyentuh beberapa daun-daun berduri.


“Nona Ela, sebaikya kita kembali saja ke penginapan. Tangan anda penuh dengan luka-luka. Kita harus mengobatinya sebelum menjadi parah” Ungkap kesatria Johny khawatir.


“Baiklah” Ungkap Ela kecewa. Mereka kembali ke penginapan dan setelah tiba disana, kesatria Johny membersihkan luka Ela dan mengobatinya dengan telaten. Karna ia pernah ikut berperang bersama Putera Mahkota dan pernah ikut membantu para kesatria yang terluka, ia jadi bisa sedikit membersihkan dan membalut luka-luka kecil.


Kesatria Johny memperhatikan tiap-tiap jemari lentik milik Ela yang terlihat menawan baginya. Tangan kecil ini pasti sudah banyak menyelamatkan nyawab pikirnya bangga. Sementara Ela bahkan tidak focus. Suara yang ia dengar saat dihutan tadi masih menghantui fikirannya. Seseorang yang memanggil nama Cat tersebut sangat mencurigai pikirannya.


Apakah itu yang dimaksud dengan Tuan Putri Catrin??. Tapi Putri Catrin telah meninggal pikirnya. Dan terlintas sejenak saat ia melihat warna rambut seseorang yang sangat mirip dengan Cat saat ia berada disebuah pasar dikerajaan Imperial. Seseorang yang memiliki warna rambut yang sama yang saat itu sedang masuk kedalam kereta kuda. Mungkinkah ada anak bangsawan di kerajaan Imperial yang memiliki warna rambut emas sama seperti Putri pikirnya. “Tuan kesatria Johny” Panggil Ela yang saat itu Johny masih focus memberi obat ditangan Ela. “Apakah ada seorang bangsawan disini yang memiliki warna rambut emas??”


“Deg” tangan kesatria Johny terhenti seketika dan detak jantungnya berdenyut kencang sesaat.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2