The Future Princess

The Future Princess
Episode 123 / Makan malam bersama.


__ADS_3

“Aku ingin jalan-jalan” Ujar Cat yang sudah bangun dari tidurnya. Ia sudah memakai gaun hari-harinya dan sudah terlihat rapi. Ia mulai sumpek selalu berada didalam kamar yang indah ini tanpa melihat keluar sana. Dengan ditemani 2 pelayan dan 2 kesatria, Cat berjalan-jalan mengitari istana. Sudah beberapa bulan ia tidak menginjaki kaki ke istana ini lagi.


“Ohh bukankah ini Tuan Putri Catrin??” Catrin melirik kearah sumber suara “Hallo lady Selena” Sapa Catrin sedikit tersenyum. “Sudah lama tidak bertemu tuan Putri, saya fikir anda sudah ahhh syukurlah anda masih selamat” Selena basa-basi dengan kalimat mencemo’oh. “Apa lady sedih karna saya tidak jadi mati??” Tanya Cat blak-blakan dengan wajah yang sedikit kaku. Ya, tidak perlu bermuka manis dihadapan wanita yang membenci kita pikirnya.


“Mana mungkin Putri, saya sungguh bersedih karna Putri dinyatakan hilang dan tidak ditemukan. Syukurlah Putri saat ini baik-baik saja” Ujarnya dengan senyum palsu. “Oh ya? Saya datang ke istana ini bersama Ayah saya, mungkin sebentar lagi akan ada kabar bahagia dari istana dan kediaman kami” Cat padahal tidak bertanya kenapa perempuan ini berkeliaran diistana dan ia sudah menjawabnya sendiri tanpa Cat pinta.


“Oh ya??!. Baguslah Lady. Sepertinya itu adalah berita yang baik sepertinya” Ujar Cat  dengan sedikit senyum simpul. Selena melirik ke tangan kiri Cat “Ya ampun katanya tangan kiri Tuan Putri terluka dan tidak bisa digerakkan ya??. Aduh sayang sekali!” Cat sudah tahu tipe licik yang dipakai Selena untuk mengejek orang.


“Ya kemarin tangan kiri saya terluka. Saya jadi tidak enak dengan Yang Mulia Putera Mahkota karna terlalu khawatir dan selalu datang ke kamar saya untuk mengecek kondisi saya” Cat mengeluarkan jurus ampuh untuk menyerang Selena balik. Dan ia sungguh puas melihat reaksi Selena yang tertekan dan kesal.


Selena juga menggertakkan giginya karna berhasil membuat dirinya panas mendengar perkataan Catrin yang mengatakan bahwa Putera Mahkota snagat perhatian kepadanya. “Putera Mahkota sangat perhatian sekali


dengan Tuan Putri ya??” Ia tersenyum pura-pura dihadapan Cat meski pun ia tertekan.


“Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Putri” Pamit Selena dan Cat segera menghentikannya “Pamit???. Lady saja belum menyapa saya dengan benar tapi permisi pamit??” Bibi Rose segera ambil bagian. “Nona Selena. Tuan Putri Catrin adalah tunangan Yang Mulia Putera Mahkota Andrea yang nantinya akan menjadi Putri Mahkota dan tentu saja dimasa depan akan menjadi seorang Ratu di Kerajaan Skanea. Harusnya nona mengucapkan salam sesuai etika saat bertemu dengan Calon Puteri Mahkota” Ujar Bibi Rose yang membuat Catrin bangga.


“M-maaf T-tuan Putri” Ucapnya mulai menunduk “Maafkan a-atas kelancangan saya tuan Putri” Ujar Selena mulai kikuk. “Jika mengikuti hukum istana, maka seharusnya lady dihukum 100x pukulan karna tidak sopan dengan tuan Putri Catrin” Selena membayangkan 100x pukulan yang akan ia terima jika tidak  bersungguh-sungguh minta maaf. Ia pun bersujud dan minta maaf dihadapan Catrin.

__ADS_1


“Tuan Putri, mohon maafkan ketidaksopanan saya. Saya mohon” Pintanya mulai takut. Cat segera menahan dan membimbingnya untuk tidak bersujud lama-lama “Berdirilah nona Selena. Saya tidak sekejam itu untuk menghukum orang-orang” Ujarnya sambil mengusap-usap pelan tangan kiri Selena. “T-terima kasih Tuan Putri” Ujar Selena sedikit gemetar. Ia pun pamit pergi dan meninggalkan Cat disana. Sesungguhnya Cat juga mendidih saat Selena menyinggung tangan kirinya. Hanya saja nasibnya saja yang sudah diatur seperti bidak catur yang berhasil masuk kedalam posisi bagus dan memuat anak bangsawan seperti Selena dibuat mati kutu.


“Apa yang dilakukan Cat sekarang??” Tanya Andrea kepada Shane didalam ruang kerjanya. Meja kerja yang dipenuhi kertas berlimpah diberbagai tempat. Ia memperhatikan satu-satu dan menulis diatas secarik kertas. “Tuan Putri saat ini sedang berjalan-jalan disekitar Paviliun Yang Mulia. Ia juga terlihat mengobrol dengan Nona Selena disana” Ujar Shane.


“Selena??” Tanya Andrea mengulang. “Benar Yang Mulia. Nona Selena, anak dari Baron David, penguasa tanah Ramone” Ujar Shane menambahi. “Ya aku tahu. Dia sering mengekoriku waktu kecil sampai aku muak melihat wajahnya” Ujar Andrea mengingat masa lalu. “Sampai saat ini pun dia lumayan sering datang ke istana” Sambung Andrea.


“Apa mereka membicarakan hal yang sama lagi??” Tanyanya kesekian. “Benar Yang Mulia. Baron David kembali meyakinkan Baginda Raja untuk menjadikan Nona Selena sebagai Selir Yang Mulia” Ujar Shane yang dibalas


sinis oleh Andrea “Cih”.


Cat jalan-jalan disekitar istana hingga pandangannya teralihkan oleh bangunan rumah sakit yang tampak baru “Apa itu bangunan rumah sakit?”  Tanyanya kepada salah satu pelayan yang mengikutinya “Benar Tuan Putri. Rumah sakit itu belum lama diresmikan Baginda Raja dan sudah mulai beroperasi dua bulan terakhir”.


Cat langsung teringat sosok Ela yang terluka karna dirinya. Wajah Cat pun langsung berubah sedih. Apakah gadis itu masih membencinya saat ini?. “Apa nona Ela masih dikerajaan Imperial??” Tanya Catrin. “Saya belum tahu pasti Tuan Putri” jawab Bibi Rose.


“Sampaikan kepada Duke Lewis. Beliau sudah diizinkan untuk menjenguk tuan Putri. Sepertinya ia juga harus bertemu dengan keluarganya” Ujar Andrea. “Baik Yang Mulia” Shane menerima perintah Putera Mahkota dan langsung meninggalkan ruang kerja tersebut untuk melaksanakan apa yang baru saja Andrea perintahkan.


Cat kembali ke kamarnya karna ia sudah lelah berjalan-jalan disekitar Paviliun. Karna langit tampak akan berganti, ia harus kembali dan membersihkan dirinya. Cat menghangatkan tubuhnya didalam bak mandi yang diberi beberapa kelopak bunga mawar segar. Alexa datang dengan membawa nampan yang berisi beberapa botol aroma. “Tuan Putri. Ada beberapa aroma sabun yang saya bawa. Ada Citrus, rempah sereh dan Vanilla. Putri mau pilih yang mana??” Tanya Alexa.

__ADS_1


“Aku ingin citrus saja Alexa.”  Jawab Cat singkat. “Baik tuan Putri”. Ini adalah cara ampuh merilekskan tubuh dan pikiran. Cat merasakan aroma citrus yang asam bercampur lembut didalam bak mandinya. Menyegarkan dan wangi


pikirnya. Bibi Rose bertugas memberikan pijitan sekaligus memberi shampoo dirambut Cat dengan aroma yang sama. Alexa masuk kembali setelah keluar mengantar nampan.


“Tuan Putri. Barusan dayang Putera Mahkota datang dan memberi tahu kalau Yang Mulia mengajak anda untuk makan malam bersama malam ini.” Cat menjawab dengan cepat sambil menikmati pijitan tangan Rose “Baiklah”.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.

__ADS_1


__ADS_2