
Malam semakin larut. Hasil buruan yang didapat pun masih kurang. Andrea baru satu ekor mendapat hasil buruan. Rusa yang telah ia bunuh masih berada disalah satu prajuritnya yang ia titipkan.
(Kenapa ini?? Kenapa Harimaunya belum muncul??? Seingatanku hewan buas itu muncul sebelum tengah malam. Ini sudah tengah malam dan sebentar lagi akan subuh. Apakah ia akan muncul besok??)
Langkah kaki Putra Mahkota terhenti seketika sambil memegangi tali pengikat dekat mulut Kudanya. Dan semua pengikutnya pun ikut berhenti seketika.
“Pasang tenda darurat disini. Subuh hari baru kita mulai bergerak lagi”
“Baik Yang Mulia” Serentak seluruh prajurit menjawab titah Andrea.
“Yang Mulia, kita hanya membawa 1 tenda saja untuk Yang Mulia. Bagaimana dengan tuan Putri??”
“Kau hanya membawa 1 tenda?? Apa yang lain tidak membawanya untuk kalian ???”
“Kami tidak perlu Yang Mulia. Seluruh pasukan akan hanya berjaga dan bergantian patroli disekeliling Yang Mulia” Jawab Shane yang membuat Cat bereaksi merasa bersalah.
“Yang Mulia tidak perlu memikirkan saya. Keselamatan Yang Mulia lebih diutamakan. Saya bisa beristirahat dimana saja senyaman saya….”
“Segera dirikan tenda untuk Putri. Aku juga akan ikut berjaga bersama kalian” Andrea langsung menyela kalimat Cat yang membuat wanita itu tak dapat melanjutkan kalimatnya.
“T-terima kasih Yang Mulia” Gumam Cat.
---
Tenda pun telah terpasang, meski tenda tersebut bisa dibilang tak sebagus tenda yang berada di tempat lokasi acara dimana Ratu dan para bangsawan wanita lainnya menunggu. Namun didalamnya terbilang lumayan luas
dengan dilengkapi tempat tidur yang nyaman. Cat pun telah beristirahat didalamnya. Diatas tempat tidur, Cat berbaring ke arah kiri lalu tak lama berbalik kekanan Begitu terus ia lakukan selama berulang-ulang hingga ia mulai
jenuh dan bosan didalam.
__ADS_1
Ia pun berjalan keluar dari tenda. Saat ia keluar, Henry telah siaga dan lekas menghampiri Cat yang keluar dari dalam tenda “ Tuan Putri didalam saja, diluar cukup dingin” Ujar Henry.
“Aku tidak bisa tidur. Sepertinya aku akan ikut berjaga bersamamu”
“Maafkan saya Tuan Putri. Saya tidak kepikiran untuk membawa peralatan tenda”
“Ini bukan salahmu. Seharusnya aku yang mengingatkanmu”
“Tidak Tuan Putri. Sebagai pengawal anda, seharusnya saya lah yang lebih peka terhadap keadaan”
“Sudahlah. Ini hanya kebetulan saja. Jangan terlalu difikirkan”
“tetap saya yang salah Tuan Putri”
“Aishh”
Begitulah perseteruan dialog antara Cat dan Henry.
“Saya akan mengawal anda Tuan Putri” Tanpa membiarkan Cat menyelesaikan kalimatnya, Henry langsung menyela.
“Apakah kau ikut menemaniku buang air???” Tanya Cat sedikit kesal.
“Ahh maafkan saya Tuan Putri. Saya akan menjaga jarak saat Tuan Putri buang air.” Henry kelabakan saat Cat menjelaskan kalimatnya.
“Ahh baiklah. Kau jaga saja dari jauh” Cat berjalan mencari tempat. Sebenarnya ia tidak ingin buang air. Ia hanya ingin berjalan-jalan didekat tenda saja. Saat ia melihat dan menyapu setiap sudut tempat, tak tampak sosok Putra Mahkota disana. Ia pun meniatkan dirinya untuk berjalan mencari ketenangan dan menyendiri, meskipun tetap saja Henry tetap mengikutinya dari belakang dengan jarak yang cukup jauh karna ia mengira Cat akan mencari tempat untuk buang air.
Saat dirasa tempat sepi dan tenang yang lumayan berjarak dari tenda. Cat duduk diatas batang pohon tua yang telah tumbang ditempat itu. Ia berfikir sejenak kenapa Harimau itu belum menampakkan dirinya. (Kenapa binatang itu belum keluar?? Apa aku salah prediksi?) Cat terus saja berdialog dalam pikirannya. Ia bahkan lupa dengan kalimat Andrea yang sudah mengikis ujung kulit hatinya.
Sreg……
__ADS_1
Sesuatu bergerak dari balik semak dan berhasil mengagetkannya. Ia segera bangun dan menatap nanar ke sekelilingnya dengan segera. Henry pun yang mendengar dari jarak jauh langsung segera mendekati Cat “Siapa itu?” Tanya Cat sedikit berteriak sambil melihat kesegala arah “Tuan Putri??” Henry dengan sigap melindungi Cat dan mengeluarkan pedangnya.
“Tuan Putri tidak apa-apa??” Tanya Henry sambil bersiaga melihat kesemua arah mewaspadai sekeliling yang bisa saja terdapat teror atau pun penyusup yang ingin melukai Putri. Begitu pula dengan Cat yang dengan sigap siaga mengeluarkan pedang dari saku pinggangnya.
“Aku baik-baik saja” Jawab Cat.
“Apa yang kalian lakukan disini??” Andrea datang dari sisi lain yang membuat Cat dan Henry terhenjak kaget sesaat.
“Y-Yang Mulia??” Jawab Cat yang hampir syok.
“Apa yang terjadi?? Kenapa kalian mengeluarkan pedang???” Tanya Andrea curiga.
“Ada sesuatu yang mencurigakan Yang Mulia. Saya harap Yang Mulia….
Tap……
Sebuah anak panah mendarat sempurna tepat ditengah-tengah antara Cat dan Andrea. Mereka pun spontan terhenjak kaget dan mulai memasang kuda-kuda melindungi diri. Shane dan Henry pun melindungi majikannya
masing-masing.
“Lindungi Tuan Putri dan Yang Mulia” Teriak Shane yang membuat semua prajurit langsung bergerak mengerumuninya. Mereka memiliki jarak yang lumayan jauh sekitar 10 tapak kaki. Cat fokus melihat ke segala arah melihat sumber anak panah yang melesat didekatnya tadi. Lalu pandangan kedua manik Cat membulat sempurna ketika satu anak panah mulai melesat maju dan condong mengarah ke Putra Mahkota. Ia reflek berlari dan mendorong para kerumunan prajurit yang dekat dengannya untuk menolong Andrea dari anak panah yang akan
melesat ke tubuhnya.
Dan akhirnya anak panah itu menancap dipunggung kanan “Akh…”
“Tidakkkkkk”
Bersambung.
__ADS_1
@yulia.fernanda__