The Future Princess

The Future Princess
Episode 43 / Aku siapa ?


__ADS_3

“Jasad wanita??” Tanya Johny. Felix lalu memutarkan tubuh tersebut yang memang agak dingin saat disentuh. “Ahh” Felix dan Johny terkejut saat melihat sosok jasad wanita yang mereka lihat. Felix pun mengecek denyut nadi wanita tersebut dari lehernya “Johny, wanita ini masuh hidup. Ayo kita bawa dan selamatkan dia” Ujar Felix.


Felix menggendong tubuh wanita itu dan menaikannya diatas kudanya “Yang Mulia, biar saya saja yang membawanya” Ujar Johny. “Biar aku saja. Kau focus melindungiku” Ujar Felix sambil naik keatas kudanya segera


mengayun dan memutarkan arah kepala kudanya meninggalkan hutan menuju Istana “Hiattt” Kuda pun berlari dan sigap meninggalkan pelantara hutan yang sebentar lagi akan gelap gulita.


Tak tak tak…..


Suara kuda pun terdengar menuju gerbang Istana kekaisaran Imperial. Penjaga yang mendengar siap siaga dari kejauhan. Kuda yang mulai tampak dengan ciri-ciri yang sudah mereka ketahui itu adalah kuda milik Yang Mulia Putra Mahkota bersama kesatrianya. “Buka gerbang. Putera Mahkota akan segera memasuki Istana” Ujar salah satu penjaga yang berteriak menyerukan saat kuda tersebut semakin mendekat.


Felix pun melepaskan mantelnya dan menyelimutkannya ke wanita tersebut. Tubuhnya begitu dingin dan raut wajah yang kelewat pucat.


Sesampainya di Istana Felix segera memberi perintah kepada pelayan untuk segera memanggil dokter istana “Cepat panggil dokter istana dan bersihkan tubuh wanita ini” Titah Felix segera dilakukan oleh pelayan. “Baik Yang Mulia”


Tubuh wanita berambut emas tersebut akhirnya dibersihkan oleh beberapa pelayan dan digantikan bajunya dengan gaun yang layak. Setelah dibersihkan barulah Dokter istana datang dan segera mengobatinya “Wanita ini terluka” Ujar dokter tersebut kepada pelayan. “Apakah wanita ini datang bersama Putera Mahkota??” Tanya dokter tersebut kepada salah satu pelayan yang menunggu.


“benar dokter. Gadis ini datang bersama Putera Mahkota” Jawab sang pelayan. “Aku tidak tahu apakah ini ada hubungannya dengan Yang Mulia, tapi segera panggil Yang Mulia Putera Mahkota. Aku harus memberikan laporan diagnosaku kepada beliau” Ungkapan dokter tersebut langsung di laksanakan oleh pelayan.


Tak lama kemudian Putera Mahkota Felix pun tiba dikamar tempat wanita tersebut “Apa yang terjadi??” Tanya felix tergesa-gesa memasuki kamar. Dokter pun yang semula duduk langsung memberi salam hormat “Hormat saya kepada Yang Mulia Putera Mahkota Felix”


“Lupakan salamnya, apa yang ingin kau katakana??” Tanya Felix penasaran.


“Yang Mulia, saya melihat ada bekas luka ditubuh wanita ini. Sepertinya itu luka panah beracun”

__ADS_1


“Apa??” Felix terkejut.


“Luka tersebut ada dibagian punggungnya. Menurut yang saya lihat. Sepertinya luka tersebut telah diobati tapi belum sepenuhnya racun terangkat.”


“Apa kau bisa mengangkat sisa racunnya??” Tanya Felix sambil sekilas melirik kearah tubuh wanita tersebut.


“Hamba tahu jenis racun ini Yang Mulia. Dan hamba akan sekuat tenaga untuk mengobatinya” Ujar dokter Sam. “Dokter Sam, aku percayakan wanita ini kepadamu. Aku tahu kemampuanmu tak diragukan lagi” Ujar Felix sambil


menyentuh sebelah bahu dokter tersebut.


---


Felix Tre Easton, Putera Mahkota tampan di Kerajaan Imperial. Memiliki rambut berwarna Merah seperti batu Ruby dan kedua bola mata berwarna ungu. Kerajaannya Berada paling jauh disemenanjung perbatasan antara Skanea yang hanya dipisahkan oleh Sungai dibelantara Hutan. Negara ini memiliki sumber daya pertahanan yang sangat kuat melebihi Skanea. Mereka bahkan tidak lagi memakai senjata panah atau pun pedang. Melainkan pelatuk laras panjang yang mirip seperti pistol. Panah dan Pedang masih dipakai meskipun tidak sesering pistol.


---


Pengobatan demi pengobatan dilakukan oleh Dokter Sam selama di istana, Felin pun menambah 2 orang pelayan khusus untuk merawat gadis cantik yang ia temui dihutan. Sudah berjalan 1 minggu, wanita itu mendapat perawatan di Istana Imperial. Dan desas desus tentang Felix membawa wanita cantik ke dalam Istana pun tersebar dengan cepat termasuk ke telinga  Ayahnya.


“Benarkah kau sudah membawa calon menantu untuk Ayah??” Tanya Kaisar sumringah sambil menunggu jawaban sang Anak.


“Baginda, maafkan hamba. Hamba hanya menemukan wanita itu tergeletak dihutan dalam keadaan sekarat. Saat ini wanita tersebut dalam masa pengobatan. Setelah ia sembuh nanti. Hamba akan memperkenalkannya kepada


Baginda”

__ADS_1


“Memperkenalkan sebagai calon menantu kerajaan ini??” Sambung Kaisar kembali dengan harapan dan cemas. “Bukan Baginda. Hamba masih belum berkeinginan untuk seperti itu. Hamba hanya ingin mengenalkan ia saja.


Karna ia telah hamba rawat di Istana ini”


“Anakku, kau sungguh memiliki hati yang suci dan mulia” Ujar Kaisar yang sedikit lebay namun itulah Ayahnya. Memiliki perawakan berlebihan alias lebay. Namun untuk urusan ke negaraan ia adalah orang yang paling ditakuti di negeri ini.


Pada malam itu. Istana diguyur hujan yang begitu lebat disertai petir yang menyilau dan menakutkan. Tubuh Cat yang telah lemah dan tak sadarkan diri itu pun hampir selama setengah bulan ini, akhirnya menunjukan reaksi. Sebelah tangannya bergerak sekilas. Kedua tangannya bergerak secara bergantian, hingga akhirnya ia mulai membuka kedua bola matanya secara perlahan.


Seorang pelayan yang tidak sengaja melihatnya pun terkejut melihat reaksi wanita yang ada diatas ranjang tersebut “Nona, nona sudah bangun?? Syukurlah  saya harus memanggil dokter Sam dan Yang Mulia” Ujar si Pelayan sambil berlarian keluar mencari Yang Mulia dan Dokter Sam.


Felix, Dokter Sam, Johny dan beberapa pelayan dikamar tersebut antusias saat tahu wanita yang dibawa oleh Yang Mulia Putera Mahkota telah sadar dari komanya. Sam pun langsung memeriksa dan melihat kondisi wanita tersebut. “Nona, apa kau tahu ini dimana? Dan siapa namamu??” Tanya Felix pelan-pelan. Wanita itu terdiam lalu pelan-pelan membalas “A-aku???” Ia pun terlihat bingung “S-siapa aku??”


 


Bersambung.


@yulia.fernanda__


Baca juga


·         Love in Seoul City.


·         Cerita Julia dan Korea Selatan.

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2