The Future Princess

The Future Princess
Episode 75 / Datang dalam mimpi.


__ADS_3

“Jamia, saat ini kau pasti kecewa kepadaku diatas sana. Aku tidak berhasil melindungi putri kecil kita. Amanah yang engkau tinggalkan tidak bisa ku genggam erat. Aku telah mengkhianati pesan terakhir yang kau tinggalkan. Aku telah gagal menjadi orang tua. Maafkan aku. Tuntunlah aku untuk mencarinya”  Gumamnya dalam hati.


Lewis mulai melangkahkan kakinya perlahan berputar kearah pintu. Ia harus menemui Putera Mahkota Andrea yang baru saja memanggilnya. Ia berjalan melewati lorong. Baju yang ia kenakan masih sama seperti saat disambut oleh Baginda Kaisar dan Putera Mahkotanya. Mungkin ia lelah. Memang, rasa lelah lelaki yang akan menginjak 40 tahun ini terukir jelas diwajahnya yang sayu.


“Salam saya Yang Mulia. Ada apa Yang Mulia mencari saya” Salam Lewis yang sudah masuk kedalam kamar Andrea.


Sama seperti yang Lewis lakukan saat Shane menghampirinya dikamar, Andrea pun melakukan hal yang sama, membelakangi Lewis. Perbedaannya Andrea tidak menatap kearah jendela, melainkan hanya berdiri satu sisi. Tidak jelas ia melihat apa, hanya saja pandangannya hampir sama dengan yang difikirkan Lewis, nanar dan lelah.


“Tuan Lewis, apakah kau melihat expresi Baginda Kaisar dan Putera Mahkotanya saat aku menyebut nama Cat??” Lewis berpikir sejenak tidak paham apa yang dimaksud oleh Andrea.


“Maafkan hamba Yang Mulia. Hamba tidak melihatnya dengan jelas. Apakah Yang Mulia memiliki firasat tertentu?” Tanya Lewis penasaran.


“Hufftttt” Andrea menghela nafas gusar. Ternyata hanya ia yang melihatnya. Mungkin ia perlu bertanya kepada Shane apakah kesatrianya melihat atau tidak.


“Ya, aku merasakan firasat aneh antara kedua ayah dan anak itu. Expresi saat aku menyebutkan nama Catrin. Wajah mereka terlihat berbeda kemudian saat aku mengatakannya didepan mereka.” Dalam firasat yang


Andrea rasakan, ia berharap mereka tahu tentang keberadaan Cat. Maka ia akan segera tahu bagaimana kondisi kekasihnya itu saat ini.


“Yang Mulia, mohon anda menjaga lisan anda. Kita berada di istana mereka. Dan ini akan berdampak buruk bagi kita yang saat ini sedang menumpang di kerajaan tetangga”


“Hufftt”


Perkataan Lewis yang masuk akal membuat Andrea kembali menghembuskan nafas gusar.

__ADS_1


“Tentu saja aku tidak melupakan itu Lewis, itu hanya firasat sesaatku saja” Ungkap Andrea yang masih menatap nanar ke satu arah. Sementara kebisuan mulai menyeruak didalam ruangan itu. Lewis yang ikut terdiam tidak tahu ingin mengucapkan kalimat apalagi. Apakah ia harus pamit pergi atau menanyakan hal apa yang harus dilakukan setelah sampai dinegara ini pikirnya. Yang jelas Lewis tahu perasaan Andrea. Ia pun menatap Andrea dari belakang


dengan rasa iba.


Rupanya bukan hanya ia yang merasa kehilangan, tapi Andrea juga. Haruskah ia bersyukur saat ini karna anaknya mendapat kelayakan rasa simpati. Atau kah itu hanya rasa bersalah atas sikapnya dahulu kepada anaknya hingga ia merasa bersalah. Dengan menghilangnya Cat, Andrea menjadi lelaki yang tahu bagaimana rasanya dibayangi rasa menyesal dan takut. Itu juga pelajaran baginya agar ia lebih bijaksana dan menghargai orang.


“Kau tahu Lewis, saat gadis itu menghilang ia datang dalam mimpiku. A-aku bahkan ta-kut mengatakannya Lewis” Andrea tercekat. Ia segera memegangi sebelah dadanya yang mulai merasa seperti ditusuk, sakit!.


“Y-yang Mulia?!” Lewis khawatir dan segera mendekati Andrea yang hampir jatuh. Lewis menahan tubuh Andrea dengan memegangi kedua bahu Andrea.


“Jangan dikatakan jika Yang Mulia tidak sanggup Yang Mulia” Pinta Lewis.


 “Aku tidak sanggup melihatnya Lewis. Tubuhnya dipenuhi darah. Kau tahu?? aku hampir gila saat melihatnya seperti itu hiks”


“Bisakah kau bertahan jika itu terjadi didepanmu Lewis??” Tanya Andrea yang mulai tidak kuasa menahan tangis dan emosinya. Baru kali ini ia melihat seorang pewaris tahta satu-satunya yang terkenal dingin, cuek, tidak peduli dan beringas itu menangis berurai air mata. Benarkah ini Putera Mahkota Andrea yang ia kenal??. Kali ini Lewis benar-benar tersentuh. Tersentuh lebih dari apa pun. Andaikan anaknya dapat melihat kejadian ini pikirnya.


Putera Mahkota, bahkan saat ini kedua pipimu basah dibanjiiri oleh air matamu. Semoga saja pengorbanan kita ini dapat membuahkan hasil yang sepadan.


“Yang Mulia, lebih baik Yang Mulia beristirahat hari ini. Saya yakin Yang Mulia lelah setelah dua hari dalam perjalanan. Saya takut Yang Mulia akan tumbang saat pencarian Catrin nanti”


“Tidak, aku masih kuat untuk mencarinya” Bantah Andrea.


“Saya mohon Yang Mulia. Prajurit yang lain pasti juga butuh istirahat. Saya mohon,  demi Catrin dan juga Yang Mulia” Pinta Lewis menahan Andrea.

__ADS_1


Andrea terdiam, emosinya masih belum stabil. Suaranya masih tercekat. Sangat susah ia berbicara dihadapan Lewis. Ia pun akhirnya mengiyakan permintaan Lewis. Dan mau tidak mau, Lewis memberikan obat tidur


kepada Andrea agar pria itu dapat beristirahat dengan tenang. Setelah Andrea tertidur diranjangnya. Lewis pun meninggalkan Andrea dan menutup pintu pelan-pelan.


Shane yang telah menanti didepan pintu segera memberi salam kepada Lewis sebelum pria itu benar-benar lenyap dari hadapannya. “Bisakah kau mengikutiku sebentar” PInta Lewis yang langsung di iakan oleh Shane.


“Saat ini Putera Mahkota telah beristirahat. Aku sengaja memberi ia obat tidur agar ia bisa tidur dengan nyenyak.” Dalam perjalanan menuju kamarnya. Lewis memberi pesan kepada Shane yang mengikutinya dari belakang.


“Kau tahukan selama pencaharian ini beliau jarang tidur dan selalu terjaga. Jangan sampai beliau jatuh sakit. Beliau tetap harus kuat dan sehat untuk mencari calon Puteri Mahkota.”


“Terima kasih atas perhatian dan kemurahan hati anda tuan Lewis.” Ujar Shane.


Setelah selesai berkata-kata. Shane pun pamit kembali ke kamar Putera Mahkota Andrea. Ia masih harus berjaga untuk  mengawal Andrea yang sedang tertidur lelap.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2