The Future Princess

The Future Princess
Episode 51 / Gempar.


__ADS_3

Cat berjalan-jalan mengelilingi perpustakaan pribadi milik Tuan Putri Rani, adik kembar Putra Mahkota Felix. Saat ia sedang menemani Putri Rani minum teh dikediamannya? Cat tak sengaja menceritakan bahwa ia sangat hoby membaca buku. Rani pun dengan belas kasihnya memberikan kuasanya kepada Cat untuk memperbolehkannya masuk ke ruang pustaka pribadinya.


Cat pun takjub dengan seisi pustaka yang sangat luas tersebut. Bagai menemukan harta karun, Cat terperanga melihat koleksi buku diperpustakaan milik Putri Rani. Ditemani Rani Cat meloncat dan berlari kegirangan saat melihat koleksi buku-buku bahkan banyak diantaranya berisikan novel-novel klasik.


“Kau pilih saja mana buku yang akan kau baca, dan diujung lorong sana ada tempat baca santai. Aku akan menunggumu disana”


“Baik Putri. Terima kasih atas kebaikan Putri”


“Sudah-sudah cepat, sebentar lagi pelayanku akan membawakan cemilan dan teh kesukaanku. Bawa semua buku yang ingin kau baca, lalu bawalah ke lorong itu”


“Baik Putri”


Cat pun mulai memilih beberapa buku. Andaikan ada Jamilah, pasti ia tidak perlu mengangkat beban buku yang banyak seperti ini. Tumpukkan buku yang menggunung bahkan menutupi kepalanya hingga ia sulit berjalan kedepan. Dengan langkah hati-hati Cat membawa semua tumpukkan itu meski tidak bisa ia bawa semuanya karna terlalu berat. Rani yang langsung terhenjak kaget pun tak percaya melihatnya.


“Kau akan membacanya sebanyak itu??” Tanya Rani kagum.


“I-ia Putri. Sebenarnya masih ada lagi, tapi rasanya sangat berat. Jadi akan saya lanjutkan besok saja”


“Hufftt baiklah terserah kau saja. Ayo cepat letakkan buku itu. Dan temani aku minum. Aku juga sedang membaca novel kesukaanku” Ujarnya sambil memperhatikan tulisan-tulisan yang terpampang ditiap-tiap lembaran buku yang dipegang Putri Rani.


“Baik Putri”


Putri Rani dan Cat pun mulai membaca novel disebuah sudut lorong. Teh dan cemilan pun telah siap sedia diatas meja makan.


“Hihihihi” Tawa yang begitu renyah, bahkan Rani pun bisa mendengarkannya.


Selama ini ia membaca buku tanpa expresi karna statusnya yang tinggi dan harus menjaga wibawa. Ia ingin seperti Cat yang dapat mengexpresikan diri saat membaca novel.

__ADS_1


“Hihihi” Cat kembali tertawa sambil menutup bibirnya dengan jemari tangannya.


“Apakah itu sangat lucu??” Tanya Rani.


“Ehemmm maafkan saya Yang Mulia” Cat pun segera memperbaiki mimic wajahnya karna lupa dengan keberadaan Rani yang berada dihadapannya.


“Jangan pikirkan aku. Aku bahkan juga ingin tertawa begitu, tapi Pelayan istana selalu memarahiku jika aku tertawa berlebihan.” Ungkap Rani terlihat murung.


“Maafkan saya Yang Mulia, seharusnya saya tidak tertawa dihadapan anda. Seharusnya saya menjaga sikap saya.”


“Sudah ku bilang aku tidak masalah”


Cat melirik keberbagai arah, menyapu pemandangan yang terlihat tidak ada seorang pun kecuali mereka berdua. Cat pun berbalik melirik Rani.


“Putri sedang membaca novel apa??” Tanya Cat penasaran.


“Ini adalah novel bernuansa komedi dan humor. Aku tidak mungkin membaca novel kisah romantis seperti kisah cinta. Umurku belum pantas membacanya. Jika kau membaca buku yang ku pegang ini??, kau pasti akan tertawa terbahak-bahak ketika membacanya sampai ingin buang air kecil”


“Kan aku su….dah…..”  Rani pun melirik kesana kemari melihat keadaan sekitar. Ia pun menyadari bahwa hanya ada mereka berdua.


“Apakah kau menyuruhku untuk tertawa??” Tanya Rani yang sudah mulai blak-blakan membaca pikiran Cat tanpa ia sadari.


“Tentu saja, disini hanya ada kita berdua putri. Dan ruangan ini pasti kedap suara”


“Tentu saja ini kedap suara. Baginda Kaisar yang memintanya agar aku focus belajar”


Dan tak lama setelah itu. “HAHAHAHAHA”

__ADS_1


“HAHAHAHA” Mereka pun akhirnya tertawa lepas tanpa memikirkan hal lain. Membaca novel sambil mengexpresikan perasaan adalah hal yang menakjubkan bagi mereka. Tanpa rasa canggung, keduanya membaca sambil mengexpresikan diri dengan berbeda-beda walaupun banyak diantaranya tertawa.


Cat telah akrab dengan saudara kembar Pangeran Ren dan Putri Rani. Semenjak pertemuan mereka dilapangan latihan bulan lalu?, mereka semakin sering bertemu baik sekedar minum teh atau pun melakukan hal menarik


lainnya seperti memanah, berkuda dan lain-lain.


“Gawat Nona Cat hilang!!” Jamilah tampak pusing saat ia mencari Cat yang tidak ia temukan dimana pun. Ia meminta para pengawal mencari keberadaan Catrin karna wanita tersebut telah tidak ada dikamarnya semenjak siang hari saat ia tinggal sebentar untuk membuatkan makan siang hingga ia menyadari bahwa Cat sampai malam ini belum menampakkan batang hidungnya.


“cepat cari nona Cat, Ia pasti tersesat disuatu tempat.” Ujar Jamilah memberi arahan kepada beberapa penjaga. Meskipun dulu ia pernah mengajak Cat berjalan-jalan berkeliling istana, tapi Cat masih buta arah dan lupa. Jamilah pun bergegas menuju istana Putera Mahkota untuk memberitahukan hal tersebut.


“Apa?? Nona Catrin hilang???” Felix memukul meja kerjanya saat mendapat informasi dari Jamilah. Jamilah yang mendengarnya pun terhenjak kaget. Ia langsung bergegas keluar dan ikut mencari keberadaan Cat. Jamilah yang mengikuti Putera Mahkota pun kewalahan “Apa dia ada bilang kalau ia akan pergi??” Tanya Felix.


“Tidak Yang Mulia, saya meninggalkan Nona sebentar yang sedang membaca buku, lalu saat saya kembali membawa makan siang, nona sudah tidak ada. Saya pikir mungkin nona sedang berjalan-jalan, jadinya saya


menunggunya, tetapi hingga sekarang nona belum juga kembali.” Papar Jamilah yang mulai takut dengan expresi Felix.


Karna kericuhan diistana yang membuat gempar, salah satu pelayan pun membuka suara saat tak sengaja bertemu Felix “Y-yang Mulia, sepertinya saya mendengar suara Nona Cat bersama Putri Rani” Felix pun langsung


bertanya dengan expresi wajah penasaran “Diama kau mendengarnya “D-diruang pustaka milik Putri Rani Y-yang Mulia” Felix langsung saja bergegas menuju istana kediaman adik kembarnya Putri Rani.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2