The Future Princess

The Future Princess
Episode 28 / Rencana perburuan.


__ADS_3

Cat berjalan terhuyung-huyung dan buliran bening masih absen membasahi pipinya ketika ia menuju kamarnya. Setelah sebelumnya yang ia lakukan dan berhasil membuat seorang Andrea mematung ditinggalkan, ia lantas pergi meninggalkannya dengan sejuta kebencian yang tersimpan dilubuk hatinya. Kebencian hingga kini makin mendalam berkat pemandangan ngilu yang ia saksikan saat ia menebas leher Lippe dengan sekali gerakan.


Begitu sampai didepan pintu kamarnya yang disaksikan oleh para pelayan yang sedang sibuk bekerja lalu lalang ditambah dengan rasa kebingungan mereka melihat raut wajah Cat menangis, Cat segera meraih knop pintu lalu


mendorong tubuhnya masuk dan menghempaskan pintu kamar itu sekuat-kuatnya.


Bammmmm..


Pelayan dan seluruh yang mendengarnya pun terhenjak kaget. Mereka bahkan melihat satu sama lain dengan kehebohan yang terjadi. Suara hentakan pintu sukses membuat diantara  mereka berpikir keras dengan segala


kebingungan yang ada.


Dibalik pintu itu, Cat bersandar. Tubuhnya berangsur-angsur rinsut jatuh ke lantai. Rasanya kedua lutut itu tak mampu menahan topangan tubuhnya yang mulai bergetar hebat.


Buliran bening krystal dikedua maniknya semakin menganak sungai dipipinya.


“hhuu hhuuu”


“Arrgghhhh”


Teriakan dan isakan tangis menggema disudut ruangannya sehingga mampu didengar oleh para pelayan yang berada diluar kamar. Istana yang begitu banyak cerita didalamnya hanya bisa mereka dengar dan tabu bagi mereka untuk bergosip satu sama lain apalagi jika terdengar diluar istana. Jika itu terjadi, bersiaplah nyawa akan melayang nantinya.


---

__ADS_1


Dikediaman Dominique, Lewis tampak gagah duduk dimeja kebesarannya. Dengan baju kokoh Jendral yang ia pakai, Ia tampak fokus dengan satu lembar kertas yang ia baca dengan seksama dikedua tangannya. Kedua


maniknya mulai berkaca-kaca. Kedua sudut bibirnya pun pelan-pelan tertarik dengan serentak. .


Ia sedang membaca sepucuk surat dari anak bungsu tercinta yang telah tinggal diistana belum lama ini. Semenjak Cat meninggalkan kediaman Dominique, baru kali ini gadis itu mengiriminya surat. Lewis tampak bahagia meskipun kedua maniknya mulai akan menggenang.


Setelah membaca surat dari Putrinya yang akan menjadi bagian dari kerajaan, ia berjalan ke sebuah ruangan melewati beberapa gang yang tampak seperti labirin sankin besar dan megahnya kediaman itu. Saat tiba didepan pintu kamar yang jarang sebelumnya ia masuki bahkan ruangan itu menjadi tempat rahasianya jikalau ia merindukan seseorang. Akhirnya dengan hati yang berat sekaligus rasa rindu, ia pun membuka pintu tersebut dan memasukinya.


Ruangan yang tak obahnya seperti kamar pribadi yang seperti sedang dihuni ini. Tempat tidur yang dihiasi kelambu emas cantik bermotif bunga, meja kerja disudut ruangan dan lemari yang dipenuhi dengan buku-buku. Kamar itu


selalu dibersihkan oleh pelayan setiap harinya untuk memastikan tidak ada debu dikamar itu. Diseberang tempat tidur, tepatnya saat membuka pintu disebelah kiri akan terlihat jelas sebuah bingkai foto berukuran besar.


Lewis menatap lekat-lekat dan memandangi wajah seseorang wanita cantik dibingkai foto itu yang konon dahulunya adalah primadonanya Skanea yang terkenal hingga kenegeri tetangga. Lewislah pria yang berhasil memenangi hati wanita itu dan menempatkannya menduduki hati Lewis.


“Istriku” Begitu kalimatnya saat ia menatap foto Almarhum mendiang istrinya dahulu Nyonya  Jamia Dovan Dominique, Ibu kandung Cat dan kedua kakak laki-lakinya.


Lewis menangis membiarkan air matanya jatuh menggenang dipipinya saat ia menyentuh lukisan indah istrinya terdahulu. Saat Cat berumur 3 bulan Jamia pergi meninggalkannya selama-lamanya bersama ketiga buah hatinya.


Baju kebesaran Jenderal itu tak menampik hatinya yang akan goyah atas kepergian istri tercintanya. Kini pun ia bersyukur karna memiliki pengganti Jamia yang memiliki hati cantik. Walaupun ia tak secantik Jamia, namun parasnya terlihat Ayu jika dipandang.


---


Setelah kejadian itu, Cat lebih sering menyendiri dan tidak keluar dari pintu kamarnya. Menatap taman kerajaan yang biasa dilalui para pekerja atau siapa pun yang lewat dari pandangannya melalui jendela kamar.

__ADS_1


Meskipun ia memandangi taman, namun tatapan mata itu terlihat kosong dan hampa.


Diantara orang-orang yang melewati tempat itu, tampak Pangeran Phillip berjalan diiringi beberapa bangsawan dan prajurit yang mengiringi langkahnya. Pria itu tampak gagah dengan baju kerajaan yang melekat ditubuh kekarnya. Selain Putra Mahkota Andrea, Phillip tak kalah tampan. Ia memiliki mata hijau dan rambut berwarna hitam. Berbeda dengan Andrea yang memiliki mata berwarna abu-abu dan rambut khas perak turunan dari sang Kaisar.


Pangeran Phillip terkenal ramah dan banyak yang mendekatinya. Berbeda lagi dengan Andrea yang memiliki watak dingin dan orang-orang terkadang sulit untuk mendekatinya.


Saat tak sengaja Pangeran Phillip melewati jalan yang kebetulan bisa terlihat dari jendela kamar Cat, keberadaannya hanya diketahui oleh Alexa yang tidak sengaja melihatnya.


"Pangeran Phillip sangat ramah dan murah senyum. Andai saja Putri dengan beliau, itu lebih cocok. Yang Mulia Putra Mahkota tidak cocok untuk Putri" gumamnya murung dan membut Cat lalu tersadar dari lamunannya disebabkan mendengar nama panggilan Putra Mahkota ditelinganya.


Cat melihat ke arah Alexa yang berdiri disampingnya sekilas lalu beralih kembali menghadap jendela melihat sumber dari pembicaraan yang Alexa katakan.


Sayangnya Cat terlambat melihat sosok yang dibicarakan. Pangeran Phillip telah berlalu.


---


Pangeran Phillip tampak sibuk ikut mengatur untuk acara berburu yang biasa diadakan tiap tahunnya oleh kerajaan. Ia dan bersama para bangsawan yang mengikutinya hendak menuju ruang pertemuan untuk mendiskusikan acara ini bersama Putra Mahkota.


Setelah semua berkumpul dan duduk dikursi masing-masing termasuk Putra Mahkota yang duduk paling depan sebagai pemimpin dirapat tersebut.


Rapat ini sebenarnya hanya sederhana dan hanya menyampaikan bahwa acara buruan telah bisa dilakukan minggu depan dan semua persiapannya telah rampung dilakukan.


"Baiklah jika semua sudah beres, maka acara perburuan ini bisa kita laksanakan dan lakukan.

__ADS_1


* Jangan lupa komen dan lovenya ya. Terima kasih.


Bersambung.


__ADS_2