The Future Princess

The Future Princess
Episode 46 / Mimpi buruk.


__ADS_3

Cat meraih gagang pedang tersebut yang telah dipenuhi darah segar. Ia duduk bersimpuh sambil menatap pedang tersebut. Hingga tembok pertahanannya runtuh seketika.”Huuhuuuuu hiks hiks” Ketika melihat benda itu??


Perasaannya berkata, bahwa seseorang yang ia cari telah lenyap dan pergi selama-lamanya.


“Huuuhuuuu”


Cat menangis sambil memeluk pedang itu dalam pelukannya. Hatinya hancur dan sakit bagai ditikam ratusan pedang.


“Cat??”


Panggil seseorang yang membuatnya tersentak dan berhenti menangis sesaat. Ia pun menoleh kearah sumber suara yang berhasil mengalihkan pikirannya. Cat tak dapat melihat jelas wajah pria tersebut karna buram. Entah karna kedua matanya yang dipenuhi air mata atau udara yang tidak bagus sehingga wajah lelaki tersebut tak dapat ia lihat dengan jelas.


“Siapa kau??” Tanyanya tak suka dan sedikit penekanan pada nada bicaranya.


Pria itu terdiam sesaat. “Kau tak ingat siapa aku??” Tanyanya bingung.


“Aku tidak tahu siapa kau. Mana Yang Mulia.?” Kini intonasi nada Cat naik satu oktaf. Ia mulai bangun dan berdiri dihadapan pria tersebut.


“Ini aku. Kau pasti mencariku kan?? Aku Yang Mulia yang kau cari Cat!”


Cat menolak keras. Ia masih mengenali suara seseorang yang ia cari dan suara itu berbeda dengan lelaki yang ada dihadapannya “Kau bukan Yang Mulia Felix” Umpatnya marah.


Pria dihadapannya ini langsung bergejolak “Pria yang kau cari telah aku bunuh”


“Bohong” Semakin Cat menjawabnya, semakin kencang pula nada tinggi suaranya.


“Kalau kau tak percaya, akan ku bawa tubuhnya dihadapanmu”

__ADS_1


Cat semakin takut dan mulai kehilangan akal. Ia menggenggam pegangan pedang milik Felix dengan kuat.


“Cepat bawakan aku kepala tawanan itu” Teriak Andrea memberi titah kepada prajuritnya. hingga tak lama kemudian seorang prajurit datang membawa kepala Putera Mahkota Felix dan langsung diterima oleh Andrea. Andrea memperlihatkan potongan kepala felix dan mengangkatnya ke udara dengan rambut milik Felix sebagai pegangannya.


Ia sengaja mempertontonkan potongan tubuh milik Felix dihadapan para prajuritnya yang telah menang melawan kerajaan Imperial termasuk Putera Mahkota Felix,


Cat terdiam saat Andrea dengan bangganya mengangkat potongan tubuh Felix tersebut kelangit-langit. Buliran bening kristal kembali berjatuhan diatas kedua pipinya. Ketika air matanya mulai penuh mengisi sudut bola matanya, ia pelan-pelan menutup kedua bola matanya dan mempersilahkan air mata itu jatuh bersamaan dengan perasaannya yang terluka.


Pedang yang berada ditangan kirinya lalu ia pindahkan dengan rasa gemetar ke tangan kanannya. Meskipun pedang itu berat, ia mengangkat pedang itu dengan sebelah tangannya dan meletakkan pedang tersebut diatas bahu kanannya yang dimana arah pedang tajam itu hampir tepat mengenai kulit lehernya. Jika Cat melakukan penekanan pada tangan dan memutar pedang tersebut, maka dipastikan urat leher mengenai tajamnya pedang dan menyemburkan darah yang segar.


Andrea terdiam seketika melihat aksi Cat. “Cat. Apa yang kau lakukan??” Tanya Andrea mulai takut.


Cat memandangi potongan kepala Felix dengan hati terluka. Bagaimana separuh jiwanya hilang saat direnggut oleh pria yang tak bisa ia lihat wajahnya dengan jelas. Cukup rasanya hingga saat ini ia bertahan. Jika separuh jiwanya pergi, maka tidak ada gunanya lagi yang tersisa. Lebih baik ia menyusul Felix kealam Baka dan menemaninya disana. Ia tak perlu lagi memikirkan dunia yang begitu sesak. Ia hanya perlu menemani Felix selamanya disana dan hidup abadi.


“Cat, jangan lakukan itu Cat. Cat, Catttt” Teriak Andrea frustasi.


Cat mulai memejamkan kedua matanya pelan. Menguatkan hati dan berpamitan pada semesta dan segalanya. Satu tangan kirinya mulai memegang gagang pedang agar tebasannya sempurna dan tidak meninggalkan rasa sakit, begitu pikir Cat.


“Ahhhh”


Cat terbangun dari tidurnya dengan keringat yang becucuran seukuran butiran jagung diarea dahi dan lehernya. Laju detak jantungnya seketika kuat berdetak hingga mampu terdengar digendang telinganya. Mimpi yang teramat buruk serta menakutkan. Meskipun itu adalah tidurnya disiang hari dan bangun saat sore menjelang, namun jelas mimpi itu membuatnya takut dan bergetar hebat.


“Nona sudah bangun??” Jamilah masuk dan mulai menghampiri Cat didekat ranjang. Ia berdecak bingung saat melihat kondisi Cat yang berkeringat. Cat segera bangun dan duduk untuk menstabilkan emosinya.


“Tolong ambilkan aku air putih Jamilah” Pinta Cat sedikit lemah.


“Baik Nona, tunggu sebentar” Tak butuh waktu lama Jamilah datang membawa segelas air putih. Jamilah memberikannya ke hadapan Cat dan Cat langsung meminumnya dengan membabi buta seperti orang yang baru saja bertemu air setelah melakukan perjalan digunung pasir berhari-hari.

__ADS_1


“Apa Nona baik-baik saja??” Tanya Jamilah khawatir.


“Apa nona barusan mimpi buruk??” Sambungnya kembali.


Cat lalu menstabilkan nafasnya yang sebelumnya sedikit memburu. “ia aku baru saja mimpi buruk jamilah” Ujar Cat setelah itu.


“Wahh pantesan nona pucat sekali. Kalau begitu apakah nona masih mau istirahat lagi?” Tanya Jamilah.


“Tidak, aku malah takut tidur lagi.” Jawab Cat.


“Baiklah, kalau begitu sebaiknya nona mandi. Saya sudah menyiapkan air mandi untuk nona.”


Cat akhirnya mandi dan dibantu oleh para pelayan. Aroma citrus dari parfum yang ia hirup membuat pikirannya sedikit tenang. Saat Jamilah membersihkan area pundak miliknya, Cat mengingat sesuatu “Jamilah, apakah mala mini aku akan makan bubur lagi??” Tanya Cat.


“Benar Nona, Dapur istana akan membuatkan bubur untuk nona. Dokter menyarankan agar nona makan bubur untuk stamina nona”


“Jamilah. Bisakah kalian jangan membuatkan itu lagi. Aku tidak berselera jika makan itu. Aku ingin makan makanan istana yang lain” Cat memasang wajah sedih yang tentunya direspon Jamilah dengan mimik wajah iba.


“Tapi, saya tidak bisa meminta dapur istana untuk membuatkan sesuai keinginan nona. Saya harus bertanya kepada Putera Mahkota. Karna beliau yang memberi perintah untuk menyiapkan bubur untuk nona karna nona sakit”


Bersambung


@yulia.fernanda__


Baca juga


·         Love in Seoul City

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


__ADS_2