The Future Princess

The Future Princess
Episode 34 / Hari perburuan.


__ADS_3

Prokk prokk prokkk….


Seluruh para pejabat istana bertepuk tangan dan menyambut ide Cat dengan terbuka. Raja, Ratu, Andrea dan Phillip pun sama halnya. Sedangkan Lewis, tidak kalah bahagianya. Cat merasa bangga, seperti ini rasanya jika ide sederhana bisa menjadi jalan keluar suatu masalah. Meskipun ia masih gugup dan terkejut dengan riuh teriakan dan tepuk tangan.


Idenya tidak terlalu mendapat sorotan yang berlebihan dan diterima dengan baik. Berbeda waktu dahulu yang ia rasakan saat harus berusaha membuat semua pejabat mempercayainya dan harus ikut menuju lokasi meninjau sekaligus meneliti apa menjadi penyebab kekacauan tersebut.


---


Ruang makan pribadi Raja.


Diruang yang penuh dengan hiasan klasik dan sangat kental dengan ornament emas. Raja mengumpulkan beberapa orang. Ia memanggil Lewis dan anaknya untuk makan malam bersama Putra Mahkota dan Pangeran Phillip. Setelah pertemuan di Aula yang mengumpulkan beberapa pejabat istana. Pertemuan yang awalnya dibumbui dengan kekonyolan dan kekhawatiran atas ketidakmungkinan ide yang Cat sampaikan. Akhirnya akhir dari kesepakatan itu berakhir dengan baik dan akan dijalankan dengan segera.


Makanan saat ini berangsur-angsur terhidang dimeja makan yang panjang. Beberapa pelayan sibuk berdatangan dan berhati-hati membawa hidangan yang akan menjadi santapan malam ini. Raja dan yang lainnya telah duduk dihadapan hidangan yang belum sepenuhnya lengkap itu. Sambil menunggu hidangan pembuka lengkap, mereka pun berbincang.


“Tuan Putri, semenjak aku menjadi Kaisar dinegeri ini, tak terfikirkan olehku bahwa sebuah pohon bisa menjadi ide brilliant untuk sebuah kekeringan dan banjir. Kau memang sangat cerdas. Hahaha” Begitu galak tawa Raja saat memuji Cat berlebihan.


“Pujian anda terlalu berlebihan Yang Mulia. Hamba masih belum terlalu pantas disebut seorang yang cerdas. Hamba masih tetap belajar” Ujar Cat merendahkan dirinya. Bagaimana pun dipuji oleh seorang Kaisar tetaplah kita harus merendahkan diri agar bisa dilihat dan dilirik oleh orang paling ditakuti dikerajaan Skanea itu.


“Lewis, kau mendidik anakmu sungguh luar biasa dan baik. Tidak salahkan jika aku menjodohkan ia dengan Putra Mahkota???”

__ADS_1


Andrea langsung melirik kearah Ayahnya saat namanya mulai disinggung lalu melirik kearah Cat. Cat yang menyadari langsung membuang muka.


“Pujian anda terlalu berlebihan Yang Mulia. Saya mendidiknya sama seperti seorang Ayah pada umumnya” Ujar Lewis.


Pangeran Phillip hanya bisa mengamati pembicaraan antara dua calon besan yang akan menjadi bagian keluarganya nanti. Didalam hatinya yang paling dalam terbesit jika seandainya Cat yang menjadi pendampingnya, maka ia akan menjadi Pria paling beruntung di dunia ini. Kecantikan dan kecerdasannya adalah tipe idealnya.


“Hahaha. Aku telah mengirim surat ke Raja Elix tentang permintaan kita. Tidak lama lagi beberapa pohon akan datang. Tuan Putri tidak perlu khawatir nanti akan kekeringan di wilayah Kalen. Sebagai rasa terima kasihku atas ide cemerlangmu, aku telah menyiapkan hadiah untukmu”


Seorang kesatria datang dari pintu masuk dan membawa sebuah kotak kecil tertutup diatas kedua tangannya. Kotak tersebut lalu diserahkan langsung kehadapan Cat.


“Ini adalah hadiah dariku Putri. Terima lah” Ungkap Kaisar dan Cat pun bangun sambil menerima dengan kedua tangannya. Cat bingung dengan isi dalam kotak emas terukir tersebut. Ia ingin sekali membukanya.


“Silahkan dibuka Putri” Ujar Ratu.


“Terima kasih Yang Mulia. Belas kasih anda sungguh tak terkira” Ucap Cat dengan senyum.


---


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu bagi kaum bangsawan baik wanita maupun pria. Dihari inilah semua para bangsawan menampakkan dirinya dengan penampilan terbaik. Tapi yang sebenar-benarnya ditunggu adalah hadirnya bagian dari keluarga Kaisar yang ikut serta dalam perburuan hari ini. Ya benar, bagi bangsawan wanita, kehadiran Andrea, Phillip dan Ernest dinanti-nanti, sedangkan bagi bangsawan Pria, kehadiran Catrinel pun tak kalah menjadi buah bibir. Dan masih ada satu lagi, Putri dari kerajaan Persia yakni Putri Morisa.

__ADS_1


Seluruh wanita bangsawan dinegeri ini sebelum hari H mulai sibuk mempersiapkan bahkan menyewa toko khusus untuk sebuah gaun, sepatu, kosmetik dan perhiasan dihari perburuan. Mereka akan menunjukan kecantikan


mereka dengan bergaya bahkan dandan semenor mungkin.


“Apakah kalian masih belum selesai???” Tanya Cat yang saat ini sedang melakukan masker kulit. Ia jadi harus bangun pagi buta karna kedua pelayannya yang nggak henti-hentinya mengganggu dirinya untuk segera bersiap-siap. “Sebentar lagi Tuan Putri” Jawab Alexa.


“Kenapa kalian begitu kerja keras melakukan ini?? Ini hanya acara perburuan. Bukan pesta pernikahanku” Ungkap Cat kesal. Tentu saja ia harus hati-hati berbicara karna takut masker yang ia pakai akan membuat hasil goresan dikulitnya. Jika tak ingin kulitnya ada bekas kerutan buatan masker, maka ia harus berbicara dengan posisi kaku.


Setelah 2 jam bersiap-siap, akhirnya Cat pun turun menuju teras kerajaan untuk menaiki Kuda bersama Putra Mahkota yang telah menunggunya. Hasil kerja keras Bibi Rose dan Alexa tidak sia-sia. Cat terlihat luar biasa cantik dengan hasil dandanan dari tangan kedua pelayannya. “Hasil mahakaryaku selenjutnya” Ujar Bibi Rose bangga. Saat Cat turun, semua orang pun mulai mematung dan membulatkan mulutnya ketika melihatnya.


Cat berjalan anggun sesuai etika dan latihan dasarnya dulu menuju teras utama istana. Disana Putra Mahkota dan yang lainnya telah menunggunya.


Swinggggg……


Putra Mahkota Andrea, Pangeran Phillip, Pangeran Ernest dan Putri Momo terdiam.


“Cantik sekali” Pikir Ernest dan Phillip. Sedangkan Andrea hanya tertegun tak dapat berpikir apa-apa.


“Uhh kenapa dia bersinar sekali??” Ujar Putri Momo terlihat kesal.

__ADS_1


Cat menampakkan senyumnya saat melihat Ernest dihadapannya lalu kembali kearah Pangeran Phillip. Sedangkan dihadapan Andrea, ia hanya merapatkan kembali bibirnya. “Cih” Gumam Andrea. Ia tampak tersinggung.


Bersambung.


__ADS_2