
“Yang Mulia, sebaiknya nona Ela ikut dengan Yang Mulia saja karna Yang Mulia adalah pilar kekaisaran. Nona Ela harus berada disisi Yang Mulia saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.” Ungkap Lewis memberi saran.
“Yang dikatakan Duke Lewis benar Yang Mulia. Anak buah saya juga akan berpencar mengikuti kelompok Duke dan kedua bersaudara Dominique. Saya sudah menempatkan orang-orang terbaik yang saya bawa. Mereka dapat
diandalkan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan” Sambung Ela.
“Baiklah terserah kalian saja” Balas Andrea.
Akhirnya mereka pun bergerak dengan formasi sedikit berubah. Andrea mengitari pasar pertokoan dan rumah penduduk. Sedangkan Duke dan kedua anaknya mengitari sungai dan hutan belantara.
Kediaman Marquess Franklin.
“Aku bosan” Gerutu Catrin didalam kamarnya. Kondisinya semakin membaik dari hari kemarin.
“Nona, bagaimana kalau kita belanja. Nona juga harus berjalan-jalan menghilangkan suntuk” Ungkap Jenny tenang. Entah kenapa wanita bangsawan ini mau menjadi pelayannya karna ia memiliki sifat tenang, anggun dan tertutup. Sedangkan Clara memiliki sifat ceria dan tegas.
“Betul-betul. Nona harus berjalan-jalan dan mengenal lokasi di Imperial ini. Disini banyak makanan enak. Oh ya madam Merry baru saja membuka toko dessert. Jika ingin makan ditempatnya kita harus reservasi
jauh-jauh hari karna setiap hari tempat beliau selalu penuh didatangi pelanggan.
“Benarkah ?” Takjub Catrin.
“Tentu saja nona” Balas Clara.
“Baiklah, aku harus meminta izin kepada Ayah dan Ibu” Ujar Catrin yang tiba-tiba Jenni memberi laporan.
“Tuan Marquess sedang tidak ada dikediaman nona. Beliau tiba-tiba pergi pagi-pagi sekali ke istana. Katanya ada hal mendesak yang harus dibicarakan dengan tuan Marquess” Ungkap Jenni.
“Oh baiklah. Kalau begitu aku harus meminta izin kepada Ibu.” Sambung Catrin.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama Catrin pun berangkat menuju pusat pertokoan.
“Maaf Ibu tidak bisa menemanimu. Pekerjaan ibu sangat menumpuk. Ibu harus mengatur keuangan untuk tahun depan dan pergelaran pesta pertunanganmu nanti. Ibu harap kau bisa bersenang-senang diluar sana dan jangan
pulang terlalu larut”
“Baik Ibu”
Catrin menggunakan waktu senggangnya berjalan-jalan dan belanja bersama tiga pelayannya dan kesatria Robert. Dipasar mereka banyak menemukan sesuatu yang unik dan mengasyikkan. Mereka juga singgah dibeberapa
butiq dan mencoba beberapa pakaian bagus.
“Tolong rekomendasikan baju untuk mereka juga ya” Ungkap Cat kepada pelayan toko.
“Tidak perlu nona” Balas Jenni tenang.
“Ah nona” Clara terkejut.
“Kalian harus diberi gaun. Dan kedepannya jangan memakai baju seragam pelayan lagi. Aku akan berdiskusi dengan Ayah untuk menaikkan jabatan kalian menjadi dayang. Karna kalian kan berasal dari keluarga
bangsawan. Tidak etis jika latar belakang yang kalian miliki tidak dimanfaatkan untuk bekerja denganku”
Dan mereka pun seketika terharu kemudian.
“Tapi nona, keluarga kami tidak sepert keluarga bangsawan lainnya. Keluarga kami sudah hampir hancur. Makanya kami sekarang menjadi pelayan.” Ungkap Jenni.
“Jenni. Didalam darahmu itu mengalir darah bangsawan. Kau sudah belajar etika pastinya saat kecil. Jadi manfaatkanlah jati dirimu sekarang.”
Lagi-lagi mereka semakin terharu. Catrin malah tertekan dengan rasa haru mereka.
__ADS_1
“Baiklah-baiklah, untuk mengubah mood kalian yang sedang terharu ini. Selanjutnya kita harus makan yang manis-manis. Ibu sudah mereservasi tempat madam Merry”
“Benarkah nona?? Akhhh” Clara berteriak senang karna bisa akhirnya makan ditempat elit dan sangat sulit untuk masuk ke tempat itu karna reservasi yang begitu lama dan tidak jarang selalu penuh. Jenni dan Jamilah juga merasakan hal yang sama namun dengan reaksi dan mimic muka berbeda tentunya.
“Selamat datang nona” Ungkap pelayan toko Dessert milik madam Merry saat Cat dan ketiga pelayannya memasuki toko tersebut. Kedatangan Cat mengalihkan pandangan para pengunjung yang sedang menikmati
makanan mereka masing-masing termasuk mata lelaki yang ada disana. Cat tidak peduli dan tetap berjalan menyunggingkan sedikit senyumnya memasuki area tersebut hingga ia tiba dimeja yang sudah dipesan sebelumnya oleh Marchioness Liliana.
Cat duduk disana hingga seseorang datang kearah mejanya dengan jalan yang terlihat anggun dan berkelas. “Selamat datang Lady Catrin. Suatu kehormatan untuk saya dapat menjamu Lady ditempat sederhana saya ini.
Saya Madam Merry akan memberikan Lady service terbaik selama disini” Rupanya wanita yang mendekati kearahnya adalah owner atau sipemilik dessert terkenal ini. Cat tersanjung, begitu pula dengan ketiga pelayannya yang sudah terlanjur terpelongo melihat madam tersebut.
“Terima kasih banyak Madam. Saya banyak mendengar rumor bahwa dessert anda adalah yang terbaik di Kekaisaran ini. Saya sangat penasaran dan sudah menantinya untuk mencoba”
“Saya baru saja menciptakan menu baru yang belum saya publikasikan. Khusus untuk putri dan ketiga pelayan Putri saya akan memberikannya secara cuma-cuma”
Clara dan yang lainnya terperanga lagi karna diberikan dessert menu baru yang belum dipublikasikan ke orang-orang hanya untuk Catrin dan mereka. Madam mery merasa terhormat bisa menjamu seorang Catrin. Belum lama
ini ia mengetahui kalau Catrin adalah Calon tunangan Putera Mahkota Felix. Belum pernah ia melayani para pelanggannya kecuali keluarga kerajaan yang mereservasi tokonya sebelumnya. Khusus untuk Catrin, maka ia harus melayaninya langsung dengan baik.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.