The Future Princess

The Future Princess
Episode 125 / Bermalam disini.


__ADS_3

Cat sedikit dibuat takjub oleh pria yang ada dihadapannya ini. “Makanlah” Pinta Andrea sambil menikmati bubur putih didepannya. “Terima kasih Yang Mulia” Tutur Cat. Ia memakan satu persatu irisan daging dengan sesekali melirik Andrea dengan rasa tidak percaya. Cat mencoba meraih minuman yang ada disebelah kiri dengan tangan kirinya, saat ia lupa kalau tangannya terluka, cat mencoba meraih minuman itu dan mencoba mengangkatnya.


“Syurrrrr” Gelas itu tejatuh dan tertumpahkan meja beserta gaunnya yang belum lama ia pakai. Cat terdiam sementara Andrea reflek berdiri untuk menghindari genangan air yang mungkin saja akan mengenai bajunya.


“Cat kau tidak apa-apa??” Tanya Andrea khawatir sambil memperbaiki posisi tubuhnya lalu kemudian beralih melihat kondisi Cat. Cat mengangkat tangan kirinya pelan sedikit namun, terlihat gemetar. Tatapannya intens memperhatikan.


“Cat??” Andrea mencoba memanggilnya, namun tidak ada reaksi. “Hah, dasar tidak berguna” Cat menghembuskan nafas gusar dan mengumpat pada dirinya sendiri dengan rasa putus asa.


“Cat bukalah pintunya.” Cat pergi meninggalkan sarapannya dan mengunci dirinya dikamar. “Pergilah” Cat terduduk kelantai menangisi dirinya. “Pergilah Yang Mulia. Biarkan saya sendiri” Ujarnya lirih. Andrea pun hanya bisa mengutuk kelemahannya. Cat masih terduduk dan menarik kedua ujung rambutnya frustasi. Sekujur tubuhnya mulai bergetar.


“Tuan putri, bukalah pintunya tuan putri” Pinta Bibi Rose dan Alexa dari balik pintu. Mereka cemas karna Catrin terlihat aneh dan ketakutan setelah sarapan dengan Putera Mahkota Andrea. Cat tentu saja tidak mengindahkan permintaan kedua pelayannya. Ia justru ingat sebuah resep obat yang rutin dikonsumsi didalam lemari nakasnya.


“O-bat, ia obat. A-aku perlu obat” Cat menggila. Ia bangun dan berjalan cepat menuju meja nakasnya, membuka dan meraih botol yang berisi obatnya. Cat mengeluarkannya dan menampung beberapa obat yang jatuh diatas telapak tangan kirinya, namun na’as. Tangannya mulai bergetar dan obatnya terjatuh karna Cat tidak sanggup menampungnya.


Cat pun lalu merubah posisi botol itu yang tutupnya masih terbuka cukup lebar ketangan kiri. Tapi lagi-lagi botol itu malah jatuh tergeletak dan menumpahkan hampir seluruh obat didalamnya diatas lantai. “Arghhhh” Cat teriak kesal. Ia pun duduk, menyapu, mengambil obat yang bertebar kemana-kemana dengan tangan kanan dan memasukannya secara membabi buta kedalam mulutnya. Cat juga meraih air mineral yang ada diatas meja itu dan meminumnya


agar semua obat yang berada didalam mulut bisa masuk dengan lancar ketubuhnya.


“Ahh ah ahhh” Deru nafas Cat memburu setelah selesai meminumnya karna ia secara paksa tanpa bernafas. “Aku ahh pasti ahh akan haah sembuh” Gumamnya dengan nafas tersengal-sengal.

__ADS_1


Cat menjatuhkan tubuhnya yang lelah kelantai. Tidak peduli dimana ia tergeletak yang penting ia nyaman.  “Hahh haa” Nafasnya masih belum stabil. Kedua maniknya serasa berat. “Aku mengantuk” Gumamnya pelan. “Aku akan heuh minum obat heh setiap hari hehh dan banyak” Cat mengantuk berat dan ia pun terlelap begitu saja.


“Buka” Perintah Andrea kepada beberapa pengawal setelah berhasil membuka kunci pintu kamar Cat. “Klek” Pintu terbuka dan Andrea masuk terlebih dahulu dan disusul kedua pelayannya. Andrea terkejut melihat kondisi Cat. Kedua maniknya terbuka sempurna dan kedua pelayan Cat pun terkejut sambil berteriak memanggil gelar Catrin. “Putriii”. Andrea segera menghampiri Cat dan mengangkat tubuh itu dan meletakannya diatas ranjang.


Andrea memperhatikan butiran-butiran obat yang jatuh tergeletak diatas lantai dimana-mana. “Akhh” Pekiknya tertahan. “Panggilkan tuan Cleyton sekarang “B-baik Yang Mulia” Alexa berlarian keluar kamar menemui tuan Cleyton.


“Hufftttt” tuan Cleyton menghembuskan nafas gusar setelah selesai mengecek kondisi Cat secara seksama. “Bagaimana keadaannya?” Tanya Andrea khawatir “Putri mengkonsumsi obat yang saya resepkan dengan


berlebihan. Untung saja tubuhnya belum bereaksi cepat sehingga saya berhasil mengeluarkannya sebagian” Ujar tuan Cleyton yang mulai berkeringat.


“Baiklah, kau boleh kembali” Perintah Andrea. “Baiklah. Kalau begitu saya mohon pamit Yang Mulia” Sambil menundukkan pandangannya dan Cleyton pun berjalan keluar hingga tubuhnya hilang dibalik pintu kamar.


Ap…” Alexa segera menutup mulutnya yang hampir saja melontarkan kata-kata tidak sopan. Andrea meliriknya dengan sedikit kesal lalu membuang kembali dan tidak peduli, sama halnya dengan Bibi Rose dan kesatria


Shane yang ada disana. “B-Baik Yang Mulia” Ujar Alexa dan Bibi Rose.


Para dayang-dayang Putera Mahkota datang dan membawa beberapa persiapan seperti baju dan peralatan mandi. Seperti yang dikhawatirkan, Cat masih tertidur lelap dan belum terjaga. Mau tidak mau Putera Mahkota Andrea


mandi dan bermalam dikamar itu. Karna jika ia mandi dikamarnya, ia harus berjalan hampir sekitar 50 meter dan ia sudah terlanjur penat karna banyaknya pekerjaan yang banyak terulur sewaktu ia sakit dahulu.

__ADS_1


Saat ini Putera Mahkota Andrea mandi dikamar mandi milik Cat. Ia merilekskan tubuhnya didalam bak mandi yang biasa dipakai gadis itu disana “Ternyata gadis itu mandi ditempat ini” Batinnya yang mulai tertarik. Para dayang telaten dan membantu Putera Mahkota membersihkan tubuhnya. Meski pun tubuh Putera Mahkota terlihat menggiurkan dan membangkitkan nafsu mereka, tapi percayalah, jika tercium bau-bau tangan nakal yang menyerang dirinya, maka saat itu juga nyawa dayang itu melayang seketika.


Setelah selesai membersihkan tubuh, Putera Mahkota bangun dan seorang dayang siaga bersiap membawa nampan berisi handuk terbaik yang terbuat dari bulu sutera. Andrea meraih dan melekatkan ke tubuhnya. Ia pun berpindah dan kembali keluar untuk memakai pakaiannya. Sebagian para dayang ada yang langsung membersihkan kamar mandi itu, lalu sebagianya lagi membantu Putera Mahkota berpakaian malam.


Cat yang masih tertidur itu pun tidak terlihat terusik dengan adanya para dayang yang mungkin juga sudah berhati-hati agar gerakan mereka tidak menimbulkan kebisingan.


Pakaian yang dikenakannya tentu saja pakaian santai dan ringan untuk beristirahat malam. Celana kain sutera dan kemeja putih berbelahan dada berbentuk V. Tentu saja menampilkan sebagian dadanya yang bidang. Setelah selesai mengganti pakaiannya, para dayang pun permisi meninggalkan kamar dengan rapi dan sopan hingga suara penutup pintu pun tidak terdengar sedikit pun.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.

__ADS_1


__ADS_2