
“M-maafkan hamba Yang Mulia. Hamba lancang. Hamba mohon jangan bunuh hamba Yang Mulia. Hamba masih butuh pekerjaan” Pelayan itu mulai menangis terisak-isak dan memohon pengampunan dari Felix. Memang Felix
terkenal dengan kebaikannya dan keramahannya kepada semua pekerja di Istana. Tapi segala keramahan tersebut hilang bersama angin.
Bersama dengan tragedi itu, seluruh Istana gempar bukan main. Saat kejadian itu berlangsung. Seorang mayat wanita bersimbah darah diarak oleh para penjaga dan dibawa kepemakaman rakyat. Sejak kejadian itulah semua para pekerja di Istana tidak berani lagi membuka mulut mereka termasuk membicarakan anggota kerajaan apa pun bentuknya. Itulah kali pertama Felix berani menyesakkan pedangnya kearah pelayan.
Seluruh pelayan trauma termasuk yang saat itu berada diruang kamar mandi Putera Mahkota. Diantaranya ada yang sakit karna tidak sengaja melihat teman seperjuangannya ditebas didepan kedua matanya.
Pagi berikutnya Cat kembali menyetor wajahnya kekamar Putera Mahkota Andrea. Sekarang Cat dapat melihat wajah Andrea secara utuh tanpa perban yang melekat dikedua matanya. Memang ada bekas luka yang belum
kering di area sekitar matanya. Diperkirakan mungkin luka itu akan sembuh dan kering sekitar satu minggu “Saya menghadap Yang Mulia Putera Mahkota Agung Skanea.” Salam cat pertama kali yang saat itu Andrea sedang duduk dikursi kerjanya.
Andrea sudah hapal bau tubuh Cat meski pun wanita itu belum mengucapkan salam. Terkadang reaksi Andrea sulit untuk dikendalikan jika Cat dekat dengan tubuhnya. Cat hanya mampu menatap Andrea bingung karna tidak membalas salamnya “Saya membawa sarapan pagi untuk Yang Mulia. Saya baru saja membuatnya tadi pagi. Semoga Yang Mulia suka”. Ya makanan itu dibuatnya pagi buta dengan bantuan para dayang.
“Kau memasak???. Memangnya kau bisa masak??” Tanya Andrea curiga.
“Hamba belajar kepada Koki Istana Yang Mulia. Maafkan atas kelancangan hamba karna berani memberikan Yang Mulia makanan”
“Kau tidak menaruh racun kan didalam makanannya?” Cat kesal dituduh yang tidak-tidak oleh Andrea. Padahal ia sengaja bangun pagi buta dan belajar memasak hanya untuk pria arogan seperti Andrea.
“Hamba akan membawanya kembali jikalau Yang Mulia keberatan” Karna merasa tersinggung, Cat meminta para dayang untuk membuang makanan tersebut. “Bawa kembali makanan itu dan buang saja” Ujar Cat yang membuat Andrea terkejut, sesungguhnya ia menyesal menuduh Cat.
__ADS_1
“K-kenapa kau membawanya kembali??. Kan aku belum mencobanya?”
Cat melirik kearah Andrea dengan wajah kesal “Saya takut makanan saya bis ameracuni Yang Mulia, makanya saya meminta mereka untuk membuangnya” Ketus Cat yang membuat Andrea kikuk.
“Ehemm setidaknya biarkan aku mencicipinya dulu. Aku harus tahu apakah masakanmu enak atau tidak” Yang sebenarnya menjelaskan bahwa ia merasa bersalah dan tidak bermaksud demikian. Akhirnya makanan buatan Cat
pun dimakan oleh Andrea, sedikit demi sedikit hingga hanya menyisakan piring yang kosong. Cat yang menyuapinya pun kaget. Ia bahkan ragu apakah masakannya enak atau tidak karna ia tidak mencobanya terlebih dahulu.
Cat tidak perlu menanyakannya karna makananya habis tanpa tersisa. Jika demikian pasti makanan yang ia buat enak. Besok ia akan membuatkannya lagi untuk Andrea dan ia akan mencoba beberapa menu ringan untuk
sarapan pagi Andrea.
Setelah makanan pertama kali yang ia buat dihabiskan oleh Andrea. Cat mulai belajar memasak didapur kerajaan bersama Koki Istana. Hampir beberapa kali terdengar suara ketakutan terjadi didalamnya karna kesalahan-kesalahan yang diperbuat Cat. Bahkan kuali masakan gosong karna terlalu lama dipanaskan. Bukan karna lupa, tapi karna Cat takut memasukkan ikannya kedalam minyak panas.
“B-biar aku saja. Ini harus diberikan kepada Yang Mulia” Peluh keringat dipelipis Cat terlihat karna takut. Para pelayan dapur pun dibuat khawatir karna Cat membuat semuanya berantakan. Tapi apalah daya mereka yang hanya seorang pekerja Istana rendahan. Jam 4 pagi Cat terbangun dan ia langsung menuju dapur dan membuat seorang koki Istana juga ikut-ikutan bangun lebih pagi karnanya karna takut dapur itu hancur jikalau koki tersebut tidak ikut melihat situasinya.
Setelah beberapa jam berkutat didapur dan membuat seisi dapur hampir berantakan, masakan itu pun akhirnya selesai. “Nahh akhirnya jadi juga” Cat membersihkan keringat sebesar jagung didahi dengan punggung
tangannya. Ekspresi puasnya terpancar dari keringat yang sebesar biji jagung. “Aku akan mandi dahulu sebelum menjenguk Yang Mulia.” Ujar Cat kepada para pelayannya.
“Baik Yang Mulia Puteri.” Jawab Bibi Rose dan Alexa.
__ADS_1
Cat dan makanan yang ia buat telah tiba dikamar Yang Mulia Putera Mahkota Andrea.
“sniff sniff” Andrea mencium bau aneh saat makanan tersebut berada dihadapannya. “B-bau apa ini??” Tanya Andrea bingung. Karna makanan itu dibawa dan dibuat oleh Cat, jadi ia mulai berhati-hati dalam berucap. “Saya
membuat sarapan pagi untuk Baginda. Ini adalah ikan Goreng Salmon. Ikan ini terkenal enak dan sangat bergizi”.
“Glek” Andrea menelan salivanya dalam-dalam. Makanan sebelumnya memang habis, tapi ia terpaksa karna tidak ingin membuat Cat kecewa. Rasa asin yang luar biasa sampai ditenggorokannya. Ia buru-buru meminta air putih sesaat Cat meninggalkan kamarnya kemarin pagi. Kali ini kedua kalinya ia terkejut dan tertekan. Mau bagaimana lagi ia harus berpura-pura suka dengan masakan buatan Cat yang mungkin bisa saja membunuhnya.
Bau gosong yang hampir tercium di indra penciumannya. Para dayang terutama Shane hampir tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka. “Makanlah ini Yang Mulia. Saya membuatnya pagi subuh tadi. Karna harus
dimasak dihari yang sama, jadi saya segera membuatnya bersama koki Istana” Ujar Cat. Ia juga tidak mencoba masakannya kali ini sama dengan yang kemarin.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.