The Future Princess

The Future Princess
Episode 92 / Pergi tanpa pamit.


__ADS_3

“Terima kasih atas kebaikan tuan-tuan dan nona hiks” Anak kecil itu mulai menangis haru.


“Ibu diatas sana pasti bahagia melihat kami saat ini karna kalian menolong kami dengan sukarela heughh”


Putri Rani pun menghampiri dan merangkul bahu anak tersebut “Bukankah itu keren sobat??” Tanya Rani kearah anak yang sedang menangis haru tersebut dengan menaikkan satu sudut bibirnya.


Lantas anak itu melepas pelan dan membungkukkan tubuhnya kesemua tamu termasuk Catrin. “Terima kasih, terima kasih banyak tuan dan nona” Semuanya pun ikut dibuat haru oleh anak itu.


Seorang Putra Mahkota yang terkenal dingin, cuek tanpa perasaan ini menghabiskan waktu tersiksa dalam kamarnya. Ia menangis dan menyerukan nama perempuan itu tanpa henti. Betapa hancurnya ia saat ini. Lebih hancur lagi saat ia menemukan salah satu perhiasan yang diyakini itu adalahmilik wanita tersebut.


Flashback.


“Yang Mulia??” Teriak seorang kesatria kepada Putera Mahkota Andrea saat pencahariannya ia lakukan disebuah hutan. Kesatria tersebut tampak membawa benda bersinar berwarna emas kearahnya. Andrea tertegun melihat


perhiasan anting permata itu hingga ia mencoba meraihnya dengan hati-hati. Andrea melihat lekat-lekat perhiasan yang sudah pernah ia lihat seseorang memakainya dengan indah. Saat itu juga hatinya remuk sudah.


Lalu saat kembali dari pencaharian dan beristirahat dimension tamu kerajaan.


 “Yang Mulia. Pada saat kita melakukan pencaharian dialiran sungai tadi, ada seorang warga yang memberi kesaksian bahwa belum lama ini ada mayat wanita disekitar itu. Tapi ia tidak sempat menyelamatkan mayat itu karna keburu hilang. Ia rasa mayat itu sudah terlanjur dibawa oleh Buaya karna disungai itu memang terdapat Buaya yang menghuni aliran sungai tersebut.” Rasanya hati Andrea sangat perih mendengar laporan dari pengawal tersebut. Lebih perih saat lukanya diberi larutan asam.

__ADS_1


“Apa kau sendiri yakin kalau Buaya itu menyeret seorang wanita bangsawan yang itu adalah tunanganku??. Apakah itu cuma hanya pemikiranku saja ha??” Kesatria itu ketakutan saat menatap kedua manik Andrea


yang terlihat menyeramkan, menyeramkan menyerupai seekor Harimau yang baru saja akan menargetkan mangsa didepan mata.


“Aku tidak mau tahu, cari buaya itu sampai dapat lalu bawa kehadapanku. Aku akan membelah perutnya. Aku ingin memastikannya dengan kepalaku sendiri kalau itu bukan dia.” Begitulah yang terucap dari bibirnya ketika ia sudah tidak mampu lagi untuk berfikir jernih.


Tidak lama kemudian Buaya itu ditemukan. Buaya dengan bobot berat mungkin sekitar 100kg dengan panjang sekitar dua meter ini memang cukup meyakinkan. Ia pasti bisa menelan manusia dan mencabik-cabik paksa


tubuhnya hingga terbelah menjadi beberapa bagian pun asalkan bisa masuk kedalam mulutnya yang menampilkan deretan gigi-gigi kekarnya.


Kini Buaya itu telah berada dihadapan Andrea. Andrea kembali lagi ke hutan tersebut yang terdapat aliran sungai cukup deras. Ia ingin meyakinkan rasa penasarannya akan buaya muara tersebut.


Pelan-pelan ia memasukkan tangannya kedalah perut si Buaya dan mengeluarkan apa pun yang ada didalamya. Awalnya hanya makanan-makanan sampah yang ia temui lalu kemudian ia mendapati potongan kaki pertama kali. Andrea terdiam melihat potongan kaki tersebut. Terlihat sedikit bengkak seperti lama terendam dalam air. Namun sangat jelas kalau itu adalah potongan kaki wanita.


Andrea hanya mampu menahan diri terlebih dahulu. Ia tidak boleh gegabah. Ia meletakan potongan tersebut terlebih dahulu lalu kembali memasukkan tangannya kedalam perut Buaya itu kembali. Meski pun itu terlihat menjijikkan tapi bagi Andrea ini adalah pilihan untuk menemukan jawaban dan bukti.


Lewis hampir tidak bisa menguasai diri. Didalam ingatannya terus berfikir, apakah itu potongan tubuh anakku?? Pikirnya berkecamuk.


Andrea masih berusaha mencari dan merasakan apa yang ada didalam perut buaya tersebut. Lalu potongan kedua pun keluar yakni pergelangan tangan. Entah tangan sebalah mana ia pun tidak begitu yakin, ia kembali memasukkan tangannya hingga ia mendapat kembali potongan-potongan selanjutnya bagian tubuh yang kurang. Cleon mendekatkan diri kearah potongan tubuh tersebut dan menyusunnya selayaknya seperti anggota tubuh.

__ADS_1


Andrea tetap intens mencari kesudut mana pun hingga rasanya isi perut buaya itu telah kosong. Padahal masih ada potongan tubuh lainnya yang belum ada. Ya, potongan anggota tubuh seperti kepala dan perut tidak ditemukan. Ini membuatnya frustasi begitu pula keluarga Catrin.


“Sepertinya ini bukan Yang Mulia. tidak mungkin anakku mati semengenaskan ini. Anakku pasti masih hidup disuatu tempat. Aku ya-kin” Bibir dan tenggorokan Lewis mulai tercekat. Saat melihat potongan tubuh ini


dirinya sudah hampir tidak kuasa. Lalu kemudian ia sedikit lega karna tidak yakin itu adalah putrinya.


Andrea masih tidak puas. Ia kembali memasukkan tangannya. Ia ingin memastikan lagi apakah ada satu yang terlewat atau tidak. Ia mengguncang-guncang isi perut itu seperti orang gila dan pada saat itulah Andrea terdiam dan terhenti seketika. “Ah” Ada potongan rambut yang tidak sengaja tergenggam oleh sebelah tangannya. Semua yang melihat pasti akan terhenjak kaget. “I-ini!!!???” Lirih Andrea.


Cleon mulai menangis sesegukkan menurunkan pandangannya dihadapan potongan tubuh itu setelah melihat apa yang ada digenggaman tangan Andrea. Andrea berusaha bangun dengan tertatih dan menatap kembali beberapa helai rambut yang tergenggam ditangannya. Air matanya mulai berderai, mengabsen tiap tetes dikedua pipinya. Warna rambut yang selama ini ia cari setengah mati. Warna rambut yang dimiliki wanita terkasihnya. Warna rambut yang selama ini ia siksa dan sakiti. Rambut dari wanita tercantik dibelahan bumi Skanea baginya.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga.


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan

__ADS_1


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


__ADS_2