
Felix yang saat itu telah melihat situasi mulai berjalan mendekat ke arah keluarga Marquess Franklin. Sovea yang tidak ingin ketinggalan sasaran segera melangkah cepat kearah Putera Mahkota Felix “ Yang…”
“Salam kepada Putera Mahkota Agung Felix.” Sapa keluarga Marquess dan Count Reynold yang kebetulan disamping mereka. “Hallo tuan Marquess dan tuan Count. Tuan Marquess bolehkah aku mengajak anak gadismu
untuk berdansa??” seluruh kerumunan yang melihat tidak jauh dari mereka berada terlihat antusias melihat Putera Mahkota Felix yang mendekati keluarga Marquess.
Sovea hanya terdiam tapi takjub. “Salam kepada Yang Mulia Mahkota Felix. Saya Sovea Der Cloun. Maukah Yang Mulia berdansa satu lagu dengan saya?” Tanya Sovea mendahului. Ini adalah saat yang tepat. Jika ia berhasil berdansa bersama Felix, maka popularitasnya akan semakin naik. Tapi langkah Sovea terbilang tidak beretiket karna berani mendahului Felix yang sudah lebih dahulu meminta izin Marquess untuk berdansa dengan Cat.
“Maaf nona Sovea, saya baru saja ingin meminta kepada anak perempuan Marquess untuk berdansa dengan saya. Tuan Marquess apakah anda bersedia meminjamkan anak anda untuk berdansa dengan saya??” Hohoho tampaknya Sovea ditolak mentah-mentah dihadapan khalayak ramai. Begitu geramnya ia dengan situasi ini. Kedua rahangnya mulai mengeras dan menggigit.
“Tentu saja Yang Mulia silahkan” Tutur Marquess.
“Putri. Maukah anda berdansa dengan saya??” Felix menyilang sebelah tangannya sambil menundukkan tubuh beberapa derajat kearah Cat. Segala macam manik yang melihat terkesima dan terkejut.
“Suatu kehormatan bagi saya Yang Mulia” Cat membalas dengan menurunkan tubuhnya sedikit ikut menyilangkan sebelah tangannya dan sebelah tangannya lagi mengangkat sisi gaun bawahnya. Felix segera memberikan sebelah tangannya kearah Cat. Cat pun meletakkan tangannya diatas telapak tangan Felix tanda ia bersedia. Mereka pun berjalan santai menuju tengah aula dan mulai menikmati dansa.
Malam itu Felix telah memilih Cat sebagai partner dansanya. Disanalah timbul kecurigaan dari semua fraksi bangsawan. Apakah anak angkat perempuan Marquess yang akan mengisi kekosongan calon pendamping
kekaisaran??
Malam itu Felix dan Cat menjadi magnet yang kuat diantara para bangsawan yang lain. Sulit untuk dikatakan malam itu malam yang mengejutkan sekaligus malam yang sial bagi Sovea. Ia ingin merebut perhatian
Putra Mahkota Felix, tapi ia kalah hari ini. Bukan, ia memang sudah kalah perhatian dari awal. Dianya saja yang sudah besar kepala karna terpilih menjadi salah satu selir istana. Dan membesar-besarkan hal tersebut kepada teman-temannya.
__ADS_1
Felix tak henti-hentinya menatap Cat saat berdansa. Kedua manik mereka seakan tak bisa lepas dari satu sama lain. Mereka bahkan lupa jika saat ini semua manik sedang melihat ke arah mereka.
Ada yang membuat mereka tampak berbeda dan serasi.
“Bukankah baju yang dikenakan Putera Mahkota mirip dengan yang dipakai Cat??” Tanya Liliana disamping suaminya.
“Sepertinya Gaun itu sengaja dia siapkan untuk Cat agar sama dengan baju yang ia kenakan malam ini.” Jawab Marquess Franklin yang tidak.
“Baju yang dikenakan Putera Mahkota mirip dengan yang dikenakan Putri Marquess. Apa ini hanya kebetulan??” Tanya seorang bangsawan wanita saat itu sambil mengibaskan kipasnya tepat didepan mulutnya. Itu merupakan etika saat sedang ingin bergosip.
“Katanya Lady tersebut menerima gaun itu dari Putera Mahkota Felix. Memang Putera Mahkota sengaja tampaknya ingin memperkenalkan gadis tersebut dikhalayak umum seperti ini” Jawab pria disampingnya yang juga
suaminya tersebut.
“Apa kau memang bisa berdansa Cat??”
“Gerakanmu bahkan bisa menyamaiku, berarti memang kau pandai melakukannya” Puji Felix yang membuat Cat tersenyum. Disaat semua mata melirik kearah mereka, disisi lain sesekali Sovea juga mendapatkan pandangan
mengejek kearah dirinya. Ia frustasi dengan tatapan itu dan akhirnya ia pergi meninggalkan pesta dengan rasa malu yang amat besar.
“Tunggu saja pembalasanku perempuan sialan” Kecamnya diperjalanan saat keluar dari aula.
Semua yang memperhatikan Sovea pun menjadi merasa kasihan dengan reaksi yang berbeda-beda.
__ADS_1
Reaksi Baginda Raja pun berbeda saat itu. Wanita yang dibawa Felix ke Istana tiba-tiba menjadi putri angkat keluarga Marquess Franklin. Inilah penolakan yang dilakukan Franklin saat itu??. Kini ia tahu kenapa ia begitu menggebu-gebu menginginkan Catrin. Ia menjadikan Catrin sebagai anak bangsawan berpengaruh, dan melalui langkah itulah Cat bisa diakui menjadi bagian dari keluarga Kaisar pikirnya.
Setelah ini pun ia harus segera membalas surat dari Kekaisaran Skanea yang ingin memasuki wilayah Imperial. Entahlah ini hanya kebetulan atau tidak, semoga tidak ada hal yang buruk terjadi nantinya.
Malam itu, pesta dansa pun berakhir dengan bahagia dan meninggalkan cerita yang sayang untuk dilewatkan bagi para bangsawan. Disaat Marquess Franklin memperkenalkan anak angkatnya dihadapan Baginda Raja. Felix
pun terang-terangan menjadikan Catrin sebagai partner dansanya. Tapi karna rasa malu yang begitu membekas dihatinya, Sovea pun melancarkan balas dendamnya.
Ia mengirimkan surat undangan dikediaman marquess dengan maksud mengundang Catrin untuk minum teh bersama dikediamannya. Ia mengundang beberapa gadis bangsawan lainnya juga saat itu.
“Siska, hari ini jangan beri makan Leon”
Siska si pelayan yang biasa membantu Sovea “Ada apa nona??” Tanya Siska tidak mengerti.
“Karna aku akan mempersembahkan makanan yang lezat dan mengenyangkan untuknya nanti” Seringai wajah Sovea terukir jelas. “Baik nona” Jawab Siska kemudian.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga
· Love in Seoul City
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2