
“Ahh nona Ela maaf. Bukankah saya bilang tadi malam untuk menaiki kuda bersama saya??” Johny segera memotong kalimat Ela yang membuat siempunya terdiam berdiri sambil memikirkan dengan seksama. Lalu ia pun
memutar kembali tubuhnya pelan-pelan kearah Johny sambil tetap memikirkan kembali kalimat Johny tadi malam.
Ahh sial, ia baru mengerti maksud kesatria Johny yang menawarkan diri bersama kudanya. Dengan artian menaiki satu kuda bersama kesatria tampan itu. Oh tidak rasanya jantung Ela akan melompat dari sarangnya. Dan anehnya ia hampir salah tingkah setelah itu. Ini sungguh tidak baik untuk kesehatan jantungnya. Apakah ia perlu mengecek kondisi jantung kepada Ayahnya setelah ia pulang nanti, pikirnya mulai melamun.
“B-benarkah??” Tanyanya pura-pura tidak ingat.
“Ahh sepertinya saya lupa tuan kesatria. Maafkan saya” Ungkapnya merasa bersalah.
“Tidak apa-apa Nona. Saya maklum dan merasa terhormat bisa ikut bersama anda mencari apa yang nona butuhkan” Padahal karna ulah dia juga sebenarnya alasan mengapa Ela harus mencari bahan herbal dihutan.
Ela mulai menuruni anak tangga yang rendah dan mendekati kuda hitam milik kesatria Johny. Kuda itu pun reflek melirik kearahnya berjalan dan mengangguk-angguk seketika dan itu membuat keduanya terhibur.
“Apakah ia baru saja memberi salam kepada nona??” Ujar Johny sedikit bangga kepada kuda kesayangannya.
“Benarkah??” Ela tersipu malu dan bahagia.
“Bolehkan saya mengelusnya tuan kesatria Johny?” Pinta Ela kemudian.
Dan Johny mulai agak gemetar karna kudanya tidak suka disentuh oleh orang asing. “Aa…” Belum selesai Johny mengucap, Ela segera mengelus wajah si kuda tersebut dan alhasil sikuda merasa senang dan tenang. Ahh mungkin karna kudanya Jantan, jadi ia suka dielus oleh wanita pikirnya.
Setelah puas mengelus sikuda. Ela juga kembali dibuat terharu dan senang dengan kudanya yang kembali mengangguk-anggukan kepala. Dan mereka pun kembali dibuat terhibur oleh kuda milik Johny.
“Nona. Kalau begitu saya permisi untuk mengangkat anda” Ujarnya sopan.
__ADS_1
“B-baik tuan kesatria”
Tanpa ragu kesatria Johny mengangkat tubuh kecil dan tinggi Ela ke atas punggung kudanya dengan sekali hentakan.
“Hup” Ahh kali ini jantung Ela kembali dibuat tidak sehat setelah Johny naik diatas kudanya dan mereka kali ini sungguh sangat dekat. Bahkan aroma wangi tubuh Johny sangat terasa diindra penciumannya. Bukan hanya Ela. Johny juga dibuat stress karna jaraknya yang kini sangat dekat dengan Ela. Rasanya ritme detak jantungnya 10x lebih cepat dari biasanya.
Johny bahkan bisa merasakan bau wangi rambut Ela yang segar seperti rasa buah. Ya, karna Ela berada didepannya. Dan wangi Ela tentu saja sudah mengakuisisi indra penciumannya yang tajam. Rasanya seperti bau
refleksi.
Deg deg deg….
Entah suara detak jantung siapa yang lebih kencang, yang jelas mereka sama-sama sulit untuk menguasai diri. Hingga rasanya kedua jantung mereka seperti berlomba, manakah yang lebih kencang dan kuat.
Ya, jalan kaki kudanya terlalu lambat atau bisa dibilang santai dan ini membuat Ela tidak nyaman. Jika selambat ini yang ada semakin lama pula jalan menuju hutan pikirnya.
“Ehhmm tuan kesatria” Panggil Ela pelan.
“Ya nona” Balas Johny.
“Bukankah lari kuda ini terlalu pelan?” Gumamnya kepada Johny yang hampir saja Johny lupa, kenapa tidak, sepanjang perjalanan pikiran Johny melayang berngan-angan memikirkan sesuatu.
“Maafkan saya nona. Saya akan mengatur lari kuda kembali. Hiyatt” Dan akhirnya kuda Johny mulai berlari. Tidak terlalu kencang dan tidak juga terlalu lambat agar tidak membuat Ela takut. Dan dari sanalah senyum merekah mengecut dari sudut bibir Ela. Entahlah bagaimana perasaannya kini. Johny membuatnya kesengsem dan hilang arah. Oh tidak, buatlah ini hanya sementara teriak Ela dalam hatinya. Sebab ia takut jatuh cinta pada lelaki ini.
Ela segera menghilangkan kegundahan hatinya. Tidak mungkin dirinya bisa bersama kesatria ini. Ia pasti akan dijodohkan dalam waktu dekat. Entah dengan bangsawan mana dengan tujuan politik pastinya. Lalu kemudian ia akan menghilangkan gelar medisnya yang selama ini ia pelajari dengan tekun.
__ADS_1
Karna dulu ia bahagia tidak jadi memasuki istana alias menjadi pasangan Andrea. Memang, saat itu jika bukan Catrin calon pasangan yang dipasangkan dengan Andrea, maka Angela dari keluarga Cleyton yakni dirinya,
selanjutnya atau Putri Selena dari keluarga Baron david, si penguasa tanah Ramone yang terletak dibarat daya Skanea. Kini keluarga itu terang-terangan tinggal di ibu kota yang dekat dengan istana kekaisaran Skanea.
Pasti wanita dan keluarga itu bahagia mendengar hilangnya tunangan Putera Mahkota Skanea. Jika dalam waktu yang ditentukan Catrin tidak juga ditemukan, maka opsi selanjutnya tentu saja menikahkan Andrea dengan Putri bangsawan lainnya termasuk dirinya. Oh tidak pikirnya kesal. Ia ingin menikah dengan laki-laki yang ia cintai dan membangun keluarga yang bahagia dengan memiliki beberapa anak yang imut dan menggemaskan.
Tidakkah itu hanya permintaan sederhana darinya??. Jika ia bisa sudah pasti ingin ia lakukan. Ahh andai saja dia berasal dari rakyat biasa yang mencintai dan dicintai rakyat biasa juga. Tentu saja hidupnya lebih berguna saat ini bukan?!.
Kuda masih berjalan menyesuaikan arahan dari kedua tangan Johny. Keduanya terlihat canggung satu sama lain. Dan belum ada pembicaraan yang keluar dari mulut mereka pertama kali. Hingga Ela memberanikan diri untuk
bertanya.
“Apakah hutannya masih jauh tuan kesatria??” Tanya Ela.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga.
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.
__ADS_1