
Dipagi hari musim gugur di Skanea. Burung-burung masih setia bernyanyi diawal hari. Berirama menyapa pagi dan menyambut aktifitas di Istana. Cat yang masih terbaring diatas ranjangnya mulai membuka kedua maniknya. Sayup-sayup pelan ia membuka kedua bola matanya. Meski masih lelah ia berusaha bangkit dan duduk diatas ranjangnya. Rose dan Alexa yang menyadari itu pun segera membantu Cat untuk beranjak dari tidurnya.
“Tuan Putri” Bibi Rose segera menolong Cat bangun.
“Apa Tuan Putri sudah agak baikkan?” Tanya Alexa khawatir.
Dokter pun tak lama masuk dan segera mengecek suhu tubuh Cat. “Tuan Putri demamu sudah mulai turun, tapi masih diatas suhu normal. Tuan Putri harus masih istirahat dan jangan lupa minum obat setelah makan.” Ujar sang dokter.
Setelah dokter mengobatinya dan pergi meninggalkan kamar Cat. Cat segera memberi perintah kepada kedua pelayannya.
“Siapkan air mandiku, aku ingin mandi” Titah Cat.
“Baik Tuan Putri” Jawab kedua pelayan serentak.
---
Setelah mandi dan berpakaian, Cat yang tampak lemas pun ingin keluar dan berjalan-jalan “Aku ingin jalan-jalan” keinginan Cat langsung segera direspon si kedua pelayannya “Tapi Tuan Putri, kondisi anda masih belum stabil “Aku suntuk dikamar ini. Aku ingin jalan-jalan sebentar saja” Ujarnya yang mau tidak mau dipatuhi oleh kedua pelayannya.
Cat berjalan-jalan mengitari lorong istana. Semua pelayan dan para pekerja langsung memberi salam menundukan kepala ketika Cat melewati dan melanjutkan kembali pekerjaan mereka setelah Cat menjauh dari para pelayan. Dengan langkah pelan, Cat berjalan ditemani para pelayannya dan satu kesatrianya. “Apa kau sudah baikkan? Cat segera melihat kearah sumber suara tersebut yang ia yakini itu adalah suara Putra Mahkota.
“Salam kepada Putra Mahkota Agung Skanea. Hamba baik-baik saja Yang Mulia” Cat melihat Putra Mahkota dan Pangeran Phillip berjalan dari arah sampingnya. Sepertinya mereka baru saja keluar dari Aula selatan, tempat berkumpulnya para kesatria kerajaan.
__ADS_1
“Salam kepada Tuan Putri Catrinel Maldovan Dominique. Saya Pangeran Phillip sepupu Putra Mahkota. Akhirnya saya bisa bertemu dengan Tuan Putri yang terkenal cantik dan pintar itu.”
“Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan Pangeran Phillip ditempat seperti ini” Salam Cat sambil menundukkan kepalanya seraya menjawab salam dari Pangeran Phillip.
“Ehemm” Dehaman Andrea langsung mengalihkan mereka-mereka yang ada disekitarnya “Yang Mulia, bisakah saya berbicara empat mata kepada Yang Mulia?” Tanya Cat
“Apa yang ingin kau bicarakan? Tanya Andrea memandangi Cat.
“Saya ingin bertemu dengan kedua orang tua saya dan kakak-kakak saya. Saya sangat merindukan mereka. Bolehkah hamba pulang sebentar. Hamba janji tidak akan lama dan pulang secepatnya ke Istana”
“Untuk saat ini kau belum boleh keluar istana dan bertemu keluargamu. Tunggulah kesehatanmu pulih. Baru kau boleh menemui mereka. Mereka yang akan datang kesini, bukan kau” Sekilas hatinya langsung sakit. Andrea benar-benar menancapkan pisau tajam ke jantungnya. “Aku harus pergi. Masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan” Gumamnya dan langsung meninggalkan Cat membatu. Cat mengepalkan kedua tangannya. Ia frustasi dan kecewa dengan sikap Andrea.
“Biarkan dia masuk” Ujar Andrea memberi perintah kepada Shane yang berada didekatnya “Baik Yang Mulia”
Cat masuk dan berdiri dihadapan Andrea yang berada dimeja kerjanya. Pria itu masih sibuk dengan tumpukan kertas yang berada diatas mejanya tanpa menoleh sedikitpun kearah Catrin.
“Yang Mulia, hamba mohon beri hamba izin untuk menemui keluarga hamba. Hamba ingin bertemu dengan mereka” Ujarnya sambil memohon. Nada suaranya pun lebih naik dari yang sebelumnya karna pengaruh emosi.
“Atau berilah mereka akses masuk keistana ini sekaligus Pangeran Ernest. Hamba masih harus belajar dengannya” Mendengar nama Pangeran Persia tersebut membuat Andrea terhenti dari aktifitasnya. Ia berhenti
sejenak dan menetralkan isi kepalanya yang mulai mendidih.
__ADS_1
“Kau masih belum pulih Tuan Putri, beristirahatlah. Aku sudah katakan sebelumnya mereka akan datang ketika kau pulih nanti”
“Apakah Yang Mulia berjanji??” Tanya Cat serius menatap intens Andrea dengan kedua maniknya.
“Ya pergilah kekamarmu dan istirahatlah” Perintahnya agar Cat bisa tenang dan tak mengganggunya.
“Terima kasih Yang Mulia. Hamba permisi pamit” Sambil memberi salam Cat meninggalkan kamar Andrea.
---
Cat telah menjalani hari-harinya yang membosankan didalam istana. Setelah ia mendapat izin untuk bertemu keluarganya dan Pangeran Ernest, Cat harus berakting untuk bisa tegar menjalani hari-harinya yang tidak ia inginkan. Saat pertemuannya dengan Pangeran Ernest di Istana, mereka banyak menghabiskan waktu bersama sambil belajar memanah. Tidak hanya memanah. Ernest juga mengajarkan beberapa yang harus dilakukan oleh Calon permaisuri selama di istana sebelum atau pun setelah menikah.
Karna hubungan mereka yang tergolong akrab, Ernest pun lebih sering ke istana untuk menemui Cat dengan dalih mengajarkan beberapa latihan kepada Cat. Andrea pun tak ambil pusing apa yang mereka lakukan. Meski pun begitu terkadang ia tak suka jika Ernest terlalu akrab dengan Cat. Mereka bahkan tertawa bersama disaat lelucon mulai terjadi diantara mereka.
Malam ini Cat mengikuti acara minum teh bersama para gadis bangsawan lainnya dikediaman salah satu bangsawan ternama. Cat duduk bersama nona-nona cantik dimeja besar yang telah terhidang beberapa makanan dan minuman berkelas.
“Ini adalah Teh yang langsung didatangkan dari negeri tiongkok. Mereka menggunakan extrak daun melati, makanya teh ini sangat wangi” Ujar Nona Selena sipemilik acara.
Jangan lupa tekan tombol love dan komennya ya. Thor lagi semangat-semangatnya up ni. Terima kasih.
Bersambung.
__ADS_1