The Future Princess

The Future Princess
Episode 33 / Perdebatan.


__ADS_3

“Tuan Putri, kira-kira apa usulan yang akan Putri berikan??” Tanya salah satu menteri


“Usulan saya sederhana saja, yakni menanam pohon”


Semua partisipasi pejabat yang mengikuti dan mendengarkan langsung kembali riuh dan terheran-heran dengan usulan Cat yang terdengar seperti lelucon.


“Putri, ini adalah masalah kekeringan yang belum pernah ada jalan keluarnya. Apa Putri berfikir kita akan bermain sambil tanam-tanaman seperti anak kecil?” Ujar Khail yang merendahkan sambil tersenyum menyepelekan.


Cat terdiam sejenak menetralkan pikirannya agar tak ikut terbawa suasana dan sedikit mengambil nafas.


“Mungkin bagi semua yang mendengarnya ini sedikit menyepelakan dan terbilang tidak mungkin. Saya juga yakin juga pasti ada yang beranggapan ini seperti lelucon” Jawab Cat sambil menundukan pandangannya menghadap meja yang menjadi tumpuan kedua tangannya.


Lewis memandangi anaknya dengan sedikit pilu dan kasihan. Melihat Putrinya yang begitu grogi berdiri didepan banyak orang dan pejabat-pejabat istana. Ini adalah hal yang pertama kali baginya.


“Maka dari itu tolong dengarkan apa yang akan Putri Cat sampaikan tuan Khail Ismat” Ujar Pangeran Phillip membela dengan raut wajah kecut yang ia perlihatkan dihadapan pengikut Ayahnya tersebut, Khail membalas Phillip dengan tatapan nanar setelah mendapat protes darinya. Mau tak mau ia hanya bisa diam berpura-pura seolah-olah melihat situasi jalannya rapat yang membosankan baginya.


“Saya akan menjelaskan kenapa usulan yang saya berikan adalah tentang menanam pohon. Pada dasarnya Pohon bekerja sebagai penyimpanan, filtrasi, pelindung dari sengatan matahari dan menyerap udara kotor dan menukarkannya menjadi udara bersih. Sebagai contoh yang lebih dekat dan mudah yakni saya membandingkan antara Kalen, Qannes dan Golio.”

__ADS_1


“Kalen memiliki tanah yang kering dan tandus karna memang dataran itu jarang memiliki Pohon yang dapat melindungi dan potensi curah hujan yang sangat sedikit. Sedangkan Golio datarannya dipenuhi dan dikelilingi Hutan. Sebanyak apa pun curah hujan yang turun, hutannya dapat menyerap jumlah air sebanyak-banyaknya, maka dari itu Golio jarang terjadi musibah Banjir”


“Ehhmm Putri maaf saya menyela. Qannes adalah wilayah yang juga dikelilingi Hutan, namun daerah itu sering terjadi musibah Banjir. Bagaimana menurut anda tentang hal itu ?” Salah satu mentri menyela kalimat Cat. Dan dengan ringan dan santai Cat menjawab pertanyaan menteri tersebut.


“Qannes 5 tahun yang lalu memiliki jumlah pohon yang hampir sama banyaknya dengan wilayah Golio, namun setelah itu mereka mulai memotong pohon yang semakin lama jumlah batang pohon yang dipotong setiap tahunnya


semakin banyak, hingga hutan yang menjadi serapan air bagi pohon-pohon tersebut tidak dapat lagi menampung jumlah air yang turun dari langit hingga sering terjadinya banjir. Saya pikir kenapa perekonomian Qannes tidak terlalu baik meskipun yang saya ketahui pembuatan perabotan disana sangat baik dan laku dipasaran, itu dikarenakan banjir yang menjadi penghalang bagi pemutaran ekonomi yang tidak terlalu baik. Dengan artian hanya bersifat sementara. Dan bisa kita bandingkan sendiri kenapa wilayah Golio lebih unggul karna memang penghambat


dalam laju perekomian mereka tidak ada alias nihil”


Semua yang mendengar penjelasan Cat mulai mengerti dan paham sambil menganggukan kepalanya. Namun masih ada beberapa lemparan pertanyaan yang masih terngiang dipikiran mereka.


“Saya juga ingin bertanya. Untuk menumbuhkan pohon saya kira butuh waktu yang panjang, tahunan bahkan bisa puluhan tahun. Tidak mungkin menunggu anak batang pohon tumbuh besar. Atau apakah kita hanya akan


menunggu hingga batang pohon itu tumbuh besar?” Kali ini tambahan pertanyaan dari salah satu menteri kanan.


“Saya akan menjawabnya. Pertama saya ingin setiap pemuda atau rakyat disetiap daerah di penjuru Skanea untuk menghibahkan sedikit pohon yang berusia satu tahun atau lebih yang sekiranya bisa ditanam kembali untuk wilayah Kalen dan Qannes. Untuk wilayah Qannes harus ditanami pohon kembali untuk menjaga ekosistem habitatnya. Jika pemerintah daerah tetap ingin menjaga perekonomian dibidang seni, maka setiap pohon yang ditebang, harus diganti dengan anak pohon yang lain.. Lalu yang kedua untuk wilayah Kalen sama halnya. Pohon yang akan ditanam harus diatas 1 tahun karna diumur segitu pohon sudah tinggi dan akarnya sudah bisa menyerap air lebih banyak dan harus ditanam dalam jumlah masal.”

__ADS_1


“Maaf saya kembali menyela Tuan Putri. Di beberapa kota dikerajaan Skanea ini, hutan yang terbesar hanyalah wilayah Golio. Dan beberapa hutan yang ada tidak terlalu banyak. Saya khawatir jika usulan ini tidak berjalan dengan baik.” Tanya menteri kanan kembali.


Cat mencoba mengimbangi pertanyaan Mentri kanan dan berfikir apakah dulu sebelumnya pernah terjadi hal semirip ini???


(Apa pernah ada pertanyaan seperti ini?? Ahh aku tidak ingat. Apa memang hutan di negeri ini sedikit?? Agghhh apa yang harus ku jawab)


“Hutan Lil, Hutan itu adalah perbatasan Skanea dan semenanjung Kerajaan Venxopia. Hutan itu adalah hutan terbesar sesamudera Polive. Bukankah kita bisa meminta Raja Elix untuk mengirim beberapa batang pohonnya


ke Skanea??” Pernyataan Putra Mahkota Andrea langsung menjadi kejutan listrik yang memberi Cat ide.


“Benar. Kerajaan Venxopia milik Raja Elix. Hutan diperbatasan Qannes dan Golio adalah hibah dari Raja Elix. Pohon-pohonnya adalah sumbangan dari beliau yang diberikan langsung pada saat Ayahnya masih menjabat sebagai Raja. Jika kita meminta supply kembali, mereka pasti bersedia.” Jawab Cat dengan senyum sumringahnya. Diraut senyum itu bercampur rasa bangga pada dirinya sendiri. Cat sungguh berterima kasih kepada Andrea yang secara tidak langsung memberikannya informasi yang sangat berguna baginya.


“Hohoho benar. Raja Elix sudah seperti adikku sendiri. Beberapa batang pohon buah-buahan yang ada disekitar istana itu adalah pemberiannya. Bibit sayuran dan buah-buahan yang dibagikannya ke wilayah Golio adalah sumbangannya saat tahu istriku melahirkan Andrea, hahaha aku masih ingat dengan jelas saat ratusan bibit ton datang ke istana dan itu membuatku terkejut bukan main” Ujar sang Raja sambil tertawa renyah yang membuat seisi aula ikut tertawa dan mengangguk membenarkan hal tersebut yang terjadi.


“Dengan ini kita tak perlu mengkhawatirkan apa yang kita takuti. Saya yang akan meminta bantuan kepada Raja Elix mengenai permintaan kita nanti. Dan mudah-mudahan usulan ini bisa berjalan dengan baik” Ungkap Cat.


 

__ADS_1


* Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih.


Bersambung.


__ADS_2