
Ela pun langsung terharu dan mengibas-ngibas rendah tangannya sambil bergumam “Ahh jangan lakukan itu. Ahh apa yang harus aku lakukan. Aku harus membalas surat ini dan berterima kasih kepadanya” Raut wajah Ela berubah semu merah. Ia tidak menyangka tuan kesatria tersebut mengiriminya sebuah surat.
Apakah saya boleh menanyakan satu hal nona??. Jika memungkinkan, apakah nona mau menjadi teman berbalas surat saya??. Jika nona tidak ingin, nona tidak perlu membalasnya.
Ahh maksudnya tentu saja nona tidak perlu membalas surat ini jika nona sibuk atau keberatan. Saya tidak masalah. Saya hanya menyampaikan keinginan dari saya yang hanya kesatria rendahan ini. Tapi jujur saya berharap nona akan membalas surat saya dan saya pun akan membalas surat nona tentunya secepat mungkin. Agar lebih cepat, saya akan mengirimkan merpati pos agar surat ini segera sampai ketempat nona.
Ela hampir saja akan menangis bahagia melihat isi surat tuan kesatria tersebut. Rasanya ia mendapatkan suplai energi setelah meringkuk dalam kesedihan.
Nona harus semangat. Salam dari saya Kesatria Johny.
Ela membaca bait terakhir surat dari kesatria itu. Walaupun dirundung harus merasakan kesedihan, tapi ia tidak larut dalam kelamnya kesedihan. Sepucuk surat dari Johny sebagai penyejuk jiwanya.
Ia pun lekas turun saat mengingat kembali isi surat yang ia baca. Ia ingin melihat apa-apa saja yang dikirimkan kesatria itu untuknya. Ela berlarian menuruni anak tangga menuju lantai bawah tempat ia praktek.
“Ahh nona ini ada kiriman. Dimana harus kami pindahkan.” Ujar salah satu kesatria yang sedang sibuk mengemasi kotak-kotak. Tampaknya itu adalah kiriman yang dimaksud oleh kesatria Johny tadi. Mereka belum sempat membukanya.
“Pindahkan saja ke gudang. Besok aku akan mengeceknya dan jangan lupa bukakan petinya sebelum aku mengeceknya terlebih dahulu” Ujar Ela yang langsung dibalas oleh kesatria tersebut.
“Baik nona”
Peti-peti tersebut mulai dipindahkan. Jika dihitung jumlah peti yang dikirim kira-kira ada 10 peti. Ela akan dibuat lelah pastinya esok hari. Ia lebih baik beristirahat untuk menguatkan fisiknya besok.
__ADS_1
---
Keesokan harinya Ela dibuat tercengang. “Ahh ini apa??” gumam Ela saat melihat kesibukan para kesatria yang membuka satu demi satu tanaman yang berada didalam peti. Sebagian peti tersebut keluarlah beberapa serangga tidak diundang dan terbang kesana kemari mengitari sudut gudang. Beberapa pelayan ada yang ketakutan, geli dan melarikan diri dari serangga yang tampak seperti mengancam mereka, padahal serangga itu sama sekali tidak berbahaya.
Ela pun mendekati satu persatu peti tersebut dan mengambil tiap batang kecil tanaman didalamnya.
“Ahh ini bunga liar” Gumam Ela, ia pun beranjak ke peti selanjutnya. “Ini tanaman melon yang belum berbuah, kenapa ini ia ambil??” Ela tersenyum getir melihatnya. “Nena, tanamilah ini dibelakang gudang kita. Ini tanaman rambat buah melon.” Perintah Ela yang langsung dikerjakan oleh pelayan nean. “Baik nona” nean pergi membawa tanaman trsebut kearah belakang.
Dan Ela pun kembali kepeti selanjutnya dan ia menemukan tanaman yang tidak lagi asing dalam kenangannya, yakni tanaman penghilang panu dan kurap. Ia masih teringat saat wajah konyol kesatria Johny menanyakan tanaman itu dan Ela membalasnya dengan sedikit tawa yang tertahan. Sampai saat ini rasanya ia ingin tertawa mengingatnya. Kesatria Johny ternyata berhasil mengubah moodnya yang sedang sedih dan kalut.
Kini lebih baik ia focus melihat satu persatu peti yang tersisa dan mengemasinya dengan rapi tanaman yang memang bisa dijadikan sebagai obat.
Ela membereskan satu per satu peti dan membuang yang tidak terpakai dengan perasaan iba dan kasihan. Seharusnya ia memberikan beberapa contoh tanaman agar Johny tidak salah lagi membawa tanaman seperti sekarang ini. Sayang sekali hanya dua tanaman yang bisa digunakan. Dan itu juga tidak terlalu dibutuhkan sekali. Tapi ia sangat menghargai apa yang sudah diberikan tuan kesatria tersebut.
Setelah ini ia akan kerumah sakit untuk mengecek kondisi pasien, lalu setelahnya ia akan beristirahat kekamar sambil membalas surat dari kesatria Johny.
Ohh cepatlah waktu berlalu agar ia segera kembali kekamarnya dan membalas surat dari kesatria ini pikirnya.
---
Felix pergi keluar istana untuk menemui Cat dikediaman Marquess. Barang sehari pun tidak boleh ia lewatkan untuk bertemu dengannya walau pun hanya melihat wajahnya sekilas.
__ADS_1
“Yang Mulia” Panggil Catrin sambil berlarian kecil mendekati Felix. Mereka bertemu ditaman kediaman Marquess. Seperti biasa kesatria Johny mematai atau lebih tepatnya mengawal atasannya dari jauh, tidak. Bukan mengawal melainkan jadi obat nyamuk diantara sepasang kekasih. Ia mulai terlihat iri. Disamping keiriannya tersebut, ia menyelipkan sebuah kata “Mudah-mudahan suratku dibalas oleh nona Ela.” Gumamnya sambil mempelototi gerak-gerik Felix dari atas pohon.
“Salam kepada ah” Belum sempat Cat memberikan salam, tubuhnya langsung ditarik dalam dekapan Felix. Cat terhenjak kaget sekaligus dibuat deg degan. Hampir saja Jantungnya akan lepas dari tempatnya pikir Cat.
“Aku merindukanmu, amat sangat” Ujarnya berbisik ditelinga Cat yang membuat siempunya bergidik geli karna helaan nafasnya yang sangat dekat ketelinganya.
“S-saya juga merindukan Yang Mulia” Kedua pipi Cat langsung merona merah. Ahh inilah yang ia impikan. Dicintai dengan layak oleh seorang pria. Bukan disiksa secara batin seperti yang alami sebelumnya. Cat membalas pelukan itu. Sebagaimana Felix memluknya erat. Cat juga membalas erat denga penuh bahagia.
“Cih” Umpat seseorang diatas pohon. Keirian mulai menusuk relung pikirannya.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2.
__ADS_1