The Future Princess

The Future Princess
Episode 116 / Sapu tangan.


__ADS_3

“Jika kalian tidak mau berakhir dengan perang, Putri Catrin lah satu-satunya yang bisa menghentikan peperangan ini. Dan kalian harus melepasnya, karna Skanea pasti akan menjemputnya “ Sambung Ela tajam.


“Mohon maaf nona Ela, demi kesalamatan anda, saya akan mengantar nona kembali ke penginapan. Beritahu saya dimana…” Ela segera memotong perkataan kesatria Johny “Saya hanya meminta satu hal itu saja tuan kesatria, apakah itu sulit??” Ela semakin sulit menekan emosinya dan mengatursuaranya untuk tidak berteriak disana karna ini adalah area istana.


“Saat ini, Yang Mulia Kaisar sudah menurunkan titahnya untuk menurunkan beberapa tentara ke perbatasan Imperial. Putera Mahkota Felix akan menjadi pemimpin pasukan dan saya juga akan ikut dalam pasukan itu” Kesatria Johny menutup kedua maniknya perlahan seolah-olah ia tidak bisa berbuat apa-apa dan harus mengatakan hal pahit itu dihadapan Ela.


“Hahhh, anda akan pergi ke medan perang maksud anda??” Ela mencoba menarik baju kesatria Johny dengan ekspresi tidak percaya. Johny tidak berani melihat kearah Ela karna ia hampir tidak sanggup. “Mohon maaf nona


Ela. Kita sudah terlambat. Sebentar lagi kami akan berangkat menuju perbatasan. Karna besok pagi pasti bala tentara Skanea telah tiba disana, jadi kami harus datang lebih dulu melindungi benteng perbatasan dan mengatur strategi perang terhadap Skanea”


Ela lagi-lagi dibuat tidak berdaya. Mulutnya kembali menganga dan rasanya ingin sekali keluar dan berteriak. “Maka dari itu nona harus segera kembali dan rahasiakan identitas nona. Jangan sampai nona memberi tahu identitas asli nona kepada siapa pun. Saya takut nyawa nona terancam" Johny melihat lekat-lekat kedua manik Ela yang mulai berkaca-kaca.


“Maka dari itu, nona harus segera pergi dari sini. Saya harus bersiap-siap dan menghadap Yang Mulia Putera Mahkota. Sebentar lagi kami akan bergerak. Mohon nona jaga diri nona dan jangan sampai terluka” Kalimat kesatria Johny benar-benar melukai ulu hati Ela yang seperti tersayat-sayat. “Kalau begitu saya mohon pamit” Dengan sungguh berat hati, kesatria Johny memutar tubuhnya.


Pikiran dan tubuhnya tidak senyawa lagi, ia sungguh berat melepas wanita itu. Ela menarik baju belakang kesatria Johny “J-jangan pergi heuhhh” Pinta Ela mulai berlinang air mata. Johny rasanya tidak sanggup lagi melihat kearah Ela. Tembok pertahanan yang bangun dengan sangat kokoh hampir runtuh.


“S-saya adalah pengawal pribadi Putera Mahkota Andrea, nyawa saya juga telah saya berikan untuk beliau. Jika saya tidak bisa menyelamatkan nyawa beliau, maka saya pun juga akan sama nantinya (Mati dimedan perang). Untuk itu, nona harus tetap hidup dan jangan terluka euhh.”


Demi apa pun, ia ingin sekali memeluk kuat gadis ini sebelum hidup dan matinya bergantung dimedan perang nanti. “B-berjanjilah” Ujar Ela bergetar. “Berjanjilah anda akan kembali dengan selamat heughh” Johny memegang tangan Ela yang menarik bajunya. Ia memegang tangan Ela dengan kedua tangannya dan kembali menghadap wanita itu yang sudah deras air matanya mengucur dikedua pipinya.

__ADS_1


“Berjanjilah. Anda harus kembali dengan selamat” Pinta Ela memohon. Kesatria Johny mulai kehilangan akal. Ia meraih bibir ranum Ela dan ********** dengan lembut disana. Ini adalah dosa terindah sekaligus bak seperti salam perpisahan bagi mereka. Ela terbuai merasakan hasrat pada ******* bibir kesatria Johny. Dan mereka pun mulai mengakhiri hasrat tersebut pelan-pelan.


Ela meraih sapu tangan kesayangannya dan mengikatkannya kepedang milik kesatria Johny. “Anda harus kuat dan kembali lagi ke sisi saya” Ujar Ela menatap kesatria Johny yang hampir sama gilanya mereka karna mungkin akan berpisah jika Johny tidak selamat.


“Saya tidak berani berjanji, tapi saya akan jaga sapu tangan ini sampai akhir hidup saya” Tuturnya dan mereka pun benar-benar berpisah. Ela segera naik keatas punggung kudanya dan melajukan kudanya ke suatu tempat. Ya, Ela pergi ke ketempat dimana ia bis amenemui mata-mata itu lagi.


“Cepat tunjukan aku kediaman Marquess Franklin” Ela datang tanpa aba-aba dan mengetuk pintu. Wanita yang sibuk menyesap rokoknya terkejut heran dan hanya bisa terdiam mematung, memperhatikan Ela yang tampak


semberaut kelelahan dengan keringat yang bercucuran seukuran biji jagung dan nafas yang masing tersengal-sengal.


Tang.. “Ini adalah 100 keping emas. Antarkan aku sampai ke kediaman marquess Franklin dan tinggalkan saja aku disana” Ela melemparkan saku berisi koin emas diatas meja tepat dihadapan wanita tersebut. Si wanita itu masih diam dan kaget tidak percaya.


nona” Jawabnya sopan.


“Ela dan pelayan laki-laki tersebut akhirnya melaju menuju kediaman Marquess Franklin. Dari kejauhan tampak sisi atas kediaman Marquess terlihat “Nona, itu adalah sisi atas kediaman Marquess yang sudah terlihat.” Ujar pelayan tersebut yang dengan seksama Ela melihatnya dengan sorot mata tajam. Akhirnya ia hampir tiba pikirnya.


Mereka berhenti didepan pintu gerbang kediaman Marquess. Beberapa penjaga berjejeran rapi didepan pintu. Ini bahkan terlihat berlebihan baginya. Apakah karna Putri Catrin disini jadi penjagaan lebih diperbanyak??. Ela terus bergumam berdialog dalam pikirannya. Ia turun dari kudanya. “Kalau begitu saya pamit undur diri nona” Ujar pelayan tersebut. “Terima kasih tuan” Balas Ela dan pelayan itu pun akhirnya pergi meninggalkan Ela yang


berjuang sendiri disana.

__ADS_1


“Sampaikan kepada Nona Catrin bahwa Angela datang untuk menemuinya” Kedua penjaga tersebut saling melirik satu sama lain. “Maaf, siapa pun tidak diperbolehkan masuk kecuali anggota keluarga” Itu adalah sebuah peringatan pengusiran.


”Kalian hanya perlu mengatakan nama Angela Cleyton, maka beliau pasti tidak akan bertanya apa-apa lagi. Aku akan menunggunya disini sampai nona Catrin keluar” Sengit Ela kepada pengawal tersebut. Si pengawal-pengawal itu terlihat bingung. Namun karna adanya perintah yang diturunkan untuk tidak menerima tamu siapa pun kecuali pihak kerajaan Imperial maka dipersilahkan untuk mengusir mereka yang tidak berkepentingan.


“Tidak ada yang bernama nona Catrin disini, silahkan anda pulang kembali nona.”


“Aku tahu nama angkat putri yang belum lama ini diadopsi oleh tuan Marquess Franklin bernama Catrin. Sampaikan saja padanya bahwa ada yang harus kusampaikan dan ini sangat penting.” Ujar Ela ketus.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Love in Seoul City


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2.

__ADS_1


__ADS_2