
“Kau tidak akan rugi Marquess. Catrin akan menjadi calon Putera Mahkota nantinya. Aku butuh identitasnya dan aku menunjukmu sebagai walinya sekarang. Kau akan menjadi besan kerajaan nantinya.”
Franklin belum tentu tergiur dengan ajakan Felix. Ia bukanlah bangsawan tamak seperti para bangsawan lainnya. Ia hanya ingin damai tanpa diusik oleh siapa pun. Viscount Daniel yang selalu mengusiknya saja sudah membuat ia pusing. Apalagi harus mengadopsi anak. Bisa saja timbul fitnah kalauia berselingkuh dengan wanita lain lalu tiba-tiba membawa anak yang tidak jelas asal-usulnya.
“Belas kasih anda tiada tara Yang Mulia. Hamba bersedia menjadi orang tua asuh bagi nona Catrin. Hamba berjanji akan melindungi, menjaga dan menyayanginya seperti anak sendiri” Tutur Franklin yang dibalas senyuman oleh Felix.
“Kau tidak memiliki anak perempuan kan Franklin. Maka Catrin akan cocok masuk dikeluargamu. Dia wanita yang cerdas. Besok kau bertemu dan jemputlah ia. Siapkan kamarnya. Aku sudah menyediakan pakaian dan segala
macam perhiasan untuknya. Jika kurang katakana padaku”
“Itu tidak perlu Yang Mulia. Sebagai anak hamba nanti. Hamba akan menyediakan segala keperluan beliau juga nantinya.”
Satu langkah telah selesai. Sekarang tinggal beberapa rintangan selanjutnya. Keesokan harinya Cat bertemu dan dijemput dari Istana menuju kediaman Marquess. Cat sudah mendengar penjelasan dari Felix. Ia berfikir Felix membuangnya, tapi ternyata ia ia punya maksud lain. Cat paham bahwa keberadaannya tiba-tiba diistana akan mengundang kabar miring terhadap dirinya.
Ika ada seorang bangsawan yang mau mengadpsinya maka ia terima dengan lapang dada. Felix berjanji akan sering datang kekediamannya yang sekarang. Ia hanya perlu menyesuaikan diri dikeluarga barunya sebelum
benar-benar akan masuk dalam silsilah keluarga kerajaan.
Kediaman Marquess Franklin.
“Perkenalkan ini adalah Nona Catrin. Mulai hari ini ia akan menjadi adik kalian dan akan menjadi anggota keluarga Marquess. Aku harap kalian rukun dan saling menyayangi” Jelas Franklin kepada kedua putranya dan
istri disampingnya. Sang istri tidak terlalu terkejut karna sebelumnya Marquess sudah menjelaskan kepada dirinya terkait permintaan Putra Mahkota untuk mengangkat Catrin sebagai anggota keluarga.
“Salam kenal. Saya Catrin….” Cat tiba-tiba terhenti. Ia baru sadar bahwa ia tidak ingat nama lengkap dirinya. Sambil membungkukkan dan mengangkat sedikit kedua sisi tepi gaunnya.
__ADS_1
“Tidak apa-apa. Bangunlah. Kami tahu kau sedang terkena musibah dan tidak ingat kejadian masa lalu. Mulai sekarang kami adalah keluargamu. Mereka berdua adalah kakakmu. Mereka adalah kesatria kekaisaran.
Berlin anak pertama dan Banny anak kedua.” Tutur Istri Franklin yang terlihat ramah.
Kedua anak Marquess pun ikut menundukkan badan menjawab balasan Cat. Mereka hampir cukup terdiam melihat paras adik barunya itu.
“Kau sangat cantik. Pantas saja Yang Mulia Putera Mahkota melindungimu. Mulai sekarang kau adalah Putri Ibu dan Ayah”
“Terima kasih A-ayah dan Ibu” Gumam Cat.
Cat pun diajak menuju kamar peristirahatannya. Kamar yang terbilang dadakan itu masih belum terlihat sempurna. Jamilah yang tidak ketinggalan mengikuti dari belakang. Ia ditugaskan oleh Felix untuk menjadi pelayan Cat selama dikediaman Marquess.
“Catrin. Kamar ini masih dalam tahap sementara. Kamar yang akan kamu gunakan nanti masih dalam tahap renovasi. Kira-kira dalam waktu 3 hari lagi, barulah kamu bisa menempati kamar tersebut” Ujar Marquess.
“Saya tidak masalah dengan kamar seperti ini. Terima kasih tuan”
“Ahahaha tidak apa-apa. Ini pasti sulit. Seiring berjalannya waktu kau pasti bisa”
“Baik Ayah”
Saat Cat mengistirahatkan tubuhnya, tiba-tiba sosok istri Marquess masuk ke dalam kamarnya. “Catrin. Ayo segera bersiap-siap. Ibu sudah melakukan reservasi butik milik Countess Rafiqel. Besok adalah hari bagus
untuk memperkenalkan dirimu ke seluruh penjuru public bahwa Catrinel adalah salah satu keluarga dari Marquess Franklin. Karna hari ini mungkin tidka sempat membeli semua perlengkapan, kita hanya akan membeli gaun, perhiasan dan sepatumu saat pesta istana besok.”
Belum sempat istri Marquess menyelesaikan kalimatnya, ia mendapat laporan bahwa ada kiriman dari istana datang ke kediamannya. Ada beberapa pelayan yang membawa kotak tersebut dan masuk menuju kamar Catrin.
__ADS_1
Istri Marquess dan seluruh orang dikamar tersebut terkejut saat melihat isi dalam kotak yang tersimpan.
“Ini adalah Gaun dan sepatu yang disiapkan oleh Yang Mulia Putera Mahkota Felix beserta beberapa kotak perhiasan untuk Nona Catrin. Tidak lupa juga Yang Mulia berpesan untuk memberikan satu kotak perhiasan yang lain untuk istri Marquess.”
Rupanya ia adalah perwakilan dari istana yang bertugas membawa hadiah serta memberikan informasi kepada keluarga baru Catrin.
“Sampaikan Rasa terima kasih kami yang sebesar-besarnya kepada Yang Mulia Putera Mahkota atas hadiah yang beliau kirimkan” Ujar Liliana istri Marquess.
Para pelayan pun meninggalkan seluruh kotak perhiasan, begitu pula dengan lelaki yang membawa pesan dari istana. Dan gaun itu pun diperlihatkan. Mata Liliana dan Cat berbinar-binar. Gaun itu sangat indah dan cantik berwarna kuning campuran putih. Memiliki sayap belakang yang transparan. Sangat-sangat cantik.
“Ibu tidak sabar untuk melihatmu memakai gaun ini sayang. Pasti sangat-sangat indah dan cantik” Ujar Liliana senang.
Seringai bahagia Felix terpancar. Setelah ia memberi identitas kepada Cat dibawah seorang bangsawan berpengaruh, ia juga mengirimkan beberapa perhiasan, gaun dan sepatu kepada Catrin untuk dipakainya diacara
besok. Ia sangat menantikan wanita cantik itu datang dengan menggunakan gaun yang ia pilihkan dan memperkenalkannya kepada semua orang.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga
· Love in Seoul City
· Cerita Julia dan Korea Selatan
__ADS_1
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2